
Pagi yang cerah Dony ,Radinal dan Rendi sedang membangun rumah baru yang di mana kita tahu bahwa populasi mereka semakin hari semakin bertambah.
"Apa pak Albar sudah datang?." Tanya Radinal
"Belum." ucap Rendi
"Tumben pak Albar sepagi ini belum datang biasanya juga bapak tak pernah telat." ucap Rendi
"Mungkin masih capek kali habis perjalanan kemarin." ucap Sona yang datang sambil membawa minuman untuk mereka bersama istri pak Albar yang lain.
"Kurasa pak Albar tidak seperti itu secapek capeknya pak Albar ia tetap akan tepat waktu." ucap Radinal
"betul kita tahu betul pak Albar seperti apa." ucap Rendi
"Hmm kita juga tidak tahu model rumahnya nanti seperti apa kalau bukan arahan dari pak Albar." ucap Rendi sambil menggaruk kepalanya yang kebingungan.
"Yaudah biar saya saja yang pergi mengecek pak Albar di rumahnya, sapa tahu pak Albar lupa." ucap istri pak Albar tersebut yang tak di ketahui namanya.
Sesampai di rumah pak Albar, istri pak Albar tersebut segera masuk ke dalam rumah namun tak menemukan siapa siapa.
"Pak..panggil Istri pak Albar
"Pak Albar lagi di mana?,apa ada di belakang rumah."ucap istri pak Albar yang segera ke belakang rumah pak Albar namun tak juga ia temukan.
Ia pun ke kamar pak Albar walaupun ia sedikit ragu dan takut masuk ke dalam kamar pak Albar namun ia akhirnya memberanikan diri.namun apa yang ia lihat,ia melihat pak Albar dan Ani yang sedang tidur bersama di kasur membuatnya sangat terkejut dan segera memanggil semua orang. Pak mayor, Alisya dan juga yang lainnya juga sangat terkejut begitupun Alisya yang sangat merasa kecewa yang hampir air matanya keluar namun ia menahannya.
__ADS_1
Semua orang memaksa pak Albar dan Ani untuk mengakui apa yang mereka telah perbuat, mereka di suruh untuk menikah jika tidak desa mereka akan di landa musibah karna telah berbuat yang tidak tidak.
Pak Albar segera menyangkalnya bahwa di antara mereka tidak ada apa apa,ia tidak melakukan apa apa kepada Ani begitu pun dengan Ani.
Alisya yang tak tahan melihat hal tersebut segera pergi dari tempat tersebut.Pak Albar yang ingin mengejar Alisya segera di hentikan oleh pak Albar dan menyeluruhnya untuk menenangkan diri dulu dan menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu. Soal Alisya biar ia menenangkan dirinya dulu.
Setelah melakukan musyawarah untuk memecahkan masalah pak Albar dan Ani,pak Albar segera ke rumah pak Mayor untuk bertemu dengan istri nya dan menceritakan bahwa antara dia dan Ani tidak terjadi apa apa.
Saat Alisya yang membuka pintunya dan melihat pak Albar di depannya segera ingin menutup pintu tersebut kembali namun di tahan pak Albar,pak Albar terus menceritakan bahwa apa yang ia lihat tidak seperti apa yang orang orang lihat dan mereka pikirkan ini hanyalah salah paham.
"Sayang apa kamu tidak percaya sama saya." ucap pak Albar
"Iya mas..saya percaya tapi....ucap Alisya yang terlihat kecewa dan bersedih.
Pak Albar menarik tangan Alisya dan mengatakan bahwa ia tidak akan sekeji itu melakukan perbuatan seperti itu yang bahkan tak pernah terlintas di pikiran nya sama sekali, melihat ketulusan di mata pak Albar membuat Alisya percaya akan cinta pak Albar kepada dirinya. Pak Albar menghapus air mata istri kecilnya dan memeluk nya. Dan mengatakan bahwa ia akan segera menyelesaikan ini semua dan segera membawah Alisya untuk kembali ke rumah.
"Sayang walaupun saya di suruh untuk menikah dengan Ani itu hanya sekedar menikah tidak lebih." ucap pak Albar
"oh jadi kamu memang betul mau menikah sama Ani, tidak ada niat untuk membatalkannya.,lagi pula kan kamu tidak melakukan apa apa." ucap Alisya yang terlihat cemburu
"Tidak sayang bukan seperti itu." ucap pak Albar
"Udah mas pulang saja." ucap Alisya yang kembali kesal.
"Sayang..saya janji akan menyelesaikan semua ini secepatnya." ucap pak Albar yg segera memeluk istri kecilnya.
__ADS_1
Sedangkan di rumah Dony..
"Kamu telah mengkhianati aku bisa bisanya kamu berbuat seperti itu dengan...ucap Dony
"Mas gak usah berfikiran seperti itu, itu juga tak di sengaja, mas seharusnya percaya sama aku malam itu lagi hujan saya dan juga pak Albar tak sengaja terhanyut dengan moment yang... ucap Ani yang belum melanjutkan ucapannya.
"Udah ni sekarang kamu bebas kamu mau menikah dengan pak Albar silahkan, sekarang ku bebas bukannnya itu yang kamu inginkan setiap hari kamu juga kamu habiskan di sana." ucap Dony yang kesal dan keluar dari rumah nya.
"Mas...teriak Ani
Di dapur para istri lagi bergosip tentang pak Albar dan Ani.
"saya seakan tak percaya dengan apa yang terjadi kepada pak Albar dan Ani." ucap Mona
"kan aku sudah bilang kalau dua orang yang sering bersama apa lagi Ani sudah sangat dekat dengan Barsya anak pak Albar,yah pasti ada sesuatu lah." ucap Rani
"Emang Ani nya aja yang ingin merebut pak Albar." ucap Vania
"kenapa? cemburu yah." ledek Rani
"apa urusannya sama kamu." jutek Vania
"yah sifat aslinya akhirnya keluar gara gara cintanya di tolak oleh pak Albar." ucap Rani
"eh loh diam yah."ucap Vania
__ADS_1
"yah ngegas, hahhah." tawa Rani