Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 25


__ADS_3

1 Minggu kemudian pak Albar sudah kembali mengerjakan aktivitas nya seperti biasa namun tak seperti dulu lagi pada saat Alisya ada.kini ia terlihat lebih pendiam sama halnya sebelum bertemu Alisya.


"Baru kali ini saya melihat pak Albar seperti itu." ucap Rendi


"iya kasihan pak Albar sudah kehilangan anaknya ini kehilangan istri yang ia cintainya." Ucap Dony


"Saya masih tidak percaya akan kepergian nona Alisya secepat ini." Ucap Sona


"Kami juga tidak percaya." Ucap Dony


"Kalian ngapain di situ."Teriak pak Albar yang terlihat tegas.


"Aduh tuhkan bapak kembali ke sifat yang seperti dulu lagi." ucap Dony pelan.


"Di sana masih banyak kerjaan cepat kerjakan.teriak pak Albar


"Baik pak.teriak Dony Radinal dan Rendi bersamaan.


Setelah selesai mengerjakan tugas yang pak Albar berikan,Dony beserta yang lainnya terlihat kelelahan dan beristirahat di bawah pohon.


"Dony seperti nya kamu sangat membutuhkan nafas buatan." ucap Rendi yang melihat Dony yang kelelahan dengan nafas yang belum teratur.


"kalau pemberi nafas buatannya spek bidadari mah aku rela." Ucap Dony

__ADS_1


"Menghadapi semua istri kamu aja belum mampu." ucap Rendi.


"eitss ingat aku telah menghamili 16 istri dalam beberapa bulan saja bukankah itu pencapaian rekor yang Fantastis." Ucap Dony dengan gaya coolnya.


Di dapur para istri lagi ngerumpi tentang siapa yang akan menggantikan tempat Alisya di hati pak Albar.


"Menurut kalian siapa yang pantas mendampingi pak Albar setelah kepergian nona Alisya." ucap wanita tersebut


"Yah aku lah,secara aku cantik dan pantas berada di posisi pak Albar." Ucap Rani


"Kalau mau di bandingkan dari semua istri pak Albar kamu mah paling belakang Ran dari semuanya." Ucap Mona yang membuat semua orang tertawa.


"Kurasa tidak ada yang pantas menggantikan nona Alisya,nona Alisya hatinya lembut cantik lagi, tapi takdir berkata lain." ucap wanita lainnya.


Rani yang melihat Vania masuk ke dapur yang hendak mengambil makanan untuk ia bawah ke rumah nya..


"Lihat bibir dia kok semakin menor,itu pasti sengaja dia lakukan untuk memikat hati pak Albar." Ucap Rani


"Usss Ran, bagaimana kalau dia dengar." ucap Mona


"emang kenapa,emang aku sengaja." ucap Rani


"kamu kenapa si kayak benci banget sama vania,ngurus kehidupan kamu aja dia enggak." ucap wanita lainnya

__ADS_1


"Jagan terlalu membelah dia,ngurus kehidupan kalian juga dia enggak kan, jadi percuma kamu bela." ucap Rani


"entah nih Rani kayaknya semua orang dia benci deh, setelah nona Alisya sekarang Vania, hidupnya kayaknya gak bahagia jika enggak ngusik kehidupan orang lain." ucap Mona


"eh Mona Lisa,Lisa Mona,kamu teman aku atau dia." ucap Rani


"Aku mah netral." ucap Mona


"netral yaudah ikut aja sama mereka jangan sama aku." ucap Rani


"ih enggak bisa kita kan sahabat sudah dari kecil,jadi apa pun kekurangan kamu aku terima." ucap Mona yang memeluk Rani.


"Adaan juga aku yang menerima kekurangan kamu." ucap Rani yang melepas pelukan Mona.


"Vania mau kemana bawah makanan sebanyak itu." Tanya wanita lain tersebut ke Vania


"Untuk pak Albar,hari ini ia mau ke hutan jadi saya mau memberikan nya bekal." ucap Vania dengan senyuman manisnya yang tetap ia perlihatkan setelah itu ia bergegas pergi.


"Tuh Ran,istri tuh seperti itu perhatikan ke suaminya bukannya ngoci gak jelas di sini."Ucap wanita lainnya.


"Elleh peres itu mah,bawakan bekal kayak gitu mah aku juga bisa bahkan nganterin pak Albar sampai ke hutan juga saya bisa." ucap Rani


"Ran Ran, emang gak pernah berubah." ucap wanita lainnya yang menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2