Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 24


__ADS_3

2 hari setelah kejadian..


Pak Albar tak pernah keluar dari rumah yang pernah ia tempati bersama Alisya.ia mengigat moment moment kebersamaannya dengan istrinya yang terlihat belum ikhlas kehilangan istrinya.


"Saya meminta maaf saya tidak bisa menjaga kamu,kembali kepada ku aku mohon.ucap pak Albar yang menangis sembari memeluk bantal Alisya.


Di luar rumah sudah ada Radinal dan Rendi yang membujuk pak Albar,namun bujukan tersebut di hiraukan pak Albar.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada pak Albar." Ucap Rendi


"Kasihan sekali pak Albar,ia sangat terpukul kepergian nona Alisya." Ucap Radinal


"Bagaimana,pak Albar sudah mau keluar rumah?." Tanya dony yang baru datang sambil membawah makanan untuk pak Albar.


"Belum, pintunya aja masih ketutup." Ucap Rendi


"Bagaimana kalau kita dobrak aja." Ucap Dony


"Jangan itu tidak sopan, lagian kita sudah kenal lama dengan pak Albar ia tidak akan melakukan hal seperti itu (bunuh diri)." Ucap Radinal


"Tapi bagaimana kalau....ucap Dony yang belum melanjutkan ucapannya pintu sudah terbuka.

__ADS_1


"Pak." Ucap Radinal Rendi dan Dony


"Kalian tidak usah khawatir saya baik baik saja miningan kalian pulang dan beristirahat." Ucap pak Albar


"Baik pak,ini makanan buat bapak." Ucap Dony


"Terimakasih." Ucap pak Albar.


Keesokan nya,para istri pak Albar berkumpul di rumah Alisya untuk membujuk kembali pak Albar untuk keluar.


"Pak,pak Albar." Panggil Vania yang membawah anaknya agar pak Albar bisa sedikit mengurangi kesedihannya.


"Lihat dia caper banget emang cuma dia." ucap Rani yang melihat ke Vania.


"Kematian nona Alisya pasti membuat nya senang secara cuma Alisya yang tak mampu ia kalahkan dalam merebut hati pak Albar." Ucap Rani.


Pak Albar keluar dan mengatakan bahwa ia baik baik saja,ia hanya butuh waktu,para istri pak Albar pun mengerti hal tersebut.


Di perjalanan pulang..


"Kasihan sama pak Albar secinta itu dengan nona Alisya namun takdir berkata lain." Ucap Mona

__ADS_1


"Ia kasihan, kalau tahu seperti ini tidak lah aku mau mengajak nona Alisya berantem setiap hari,saya merasa berdosa banget." Ucap Rani yang membuat Mona terkejut dengan ucapan Rani yang sudah insyaf


"Kamu sudah tobat yah." Ucap Mona


"Iya.. ucap Rani yang merasa bersalah


Malamnya pak Albar melihat kelinci kesayangan Alisya..


"Katanya kita akan merawat kelinci ini bersama tapi kenapa kamu malah meninggalkan kita." ucap Pak Albar


"Apa yang harus saya lakukan..ucap Pak Albar yang menangis.


Sedangkan di kediaman pak Mayor, terlihat ia sedang merawat Alisya yang ia kira istrinya Lilis.


"Pak Narun bagaimana istri saya?." tanya pak Mayor


"Seperti nya istri bapak mengalami koma, jantungnya masih berdetak namun ia belum sadarkan diri." ucap pak Narun.


"Lalu saya harus bagaimana pak,saya tidak tega melihat istri saya tersiksa seperti ini." Ucap pak Mayor


"Bapak yang sabar serahkan semua ini kepada Allah kita hanya bisa pasrah dan sabar,mudah mudahan ada keajaiban." Ucap pak Narun.

__ADS_1


Betapa sedihnya pak Mayor melihat yang ia kira istrinya terbarik koma belum lagi anaknya Gandar yang sama sekali tidak pernah berbicara semanjak kejadian tersebut.


"Gandar ini papa nak,Gandar lihat mama Gandar lagi sakit Gandar tidak kasihan kepada mama Gandar,ayo sayang kamu harus seperti dulu lagi supaya mama Gandar sehat juga." Ucap pak Mayor yang tak tega melihat anaknya terus terdiam tampa ekspresi.


__ADS_2