
Dony, Rendi dan beserta yang lainnnya karna gak sengaja melakukan kesalahan menyebabkan ia di hukum oleh pak Albar, ia mengelilingi desa mereka sudah hampir 67 kali membuat nya lelah,haus dan ngos-ngosan.
"Don,Ren kalian kenapa?."Tanya pak Mayor
"Pak tolong kami,kami di hukum sama pak Albar kami di suruh keliling desa,kami sudah capek pak." ucap Dony yang kelelahan segera berbaring di tanah.
"kenapa pak Albar menghukum kalian." ucap pak Mayor
"kami gak sengaja melakukan kesalahan." ucap pak Rendi
"iya pak." ucap lelaki lainnya
"padahal kesalahan kami gak terlalu besar,dulu waktu masih ada nona Alisya kami melakukan kesalahan pak Albar tak mempermasalahkannya." ucap pak Dony
"udah kalian istirahat saja biar saya yang berbicara dengan pak Albar." ucap pak Mayor
"Baik pak makasih." ucap Rendi.
Mendengar hal tersebut,pak Mayor dapat memahaminya ia pun segera menghampiri pak Albar.
"Pak Albar. panggil pak Mayor
"Pak Mayor." Ucap pak Albar
__ADS_1
"Mari kita duduk terlebih dahulu.ucap pak Mayor yang segera duduk bersama Pak Albar
"Pak Albar saya tahu apa yang sedang kamu rasakan, tapi kehidupan kamu masih panjang,saya tahu kekecewaan kesedihan yang bapak rasakan kami jiga bersedih atas musibah ini tapi kita punya tujuan awal,kita ingin memerdekakan kembali negri kita tercinta ini, membangun dari awal lagi."ucap pak Mayor.
Mendengar hal tersebut pak Albar dapat mengerti apa yang pak mayor katakan. Ia akan memulai kehidupan nya lagi seperti yang dulu.
Pak Albar yang saat itu sedang membelah kayu tiba tiba tangannya tak sengaja mengenai kayu tersebut yang menyebabkan tangannya terluka,seketika Alisya yang saat itu dapat merasakan apa yang pak Albar rasakan,tangan Alisya tiba tiba bergerak memanggil nama pak Albar namun belum dapat bersuara, begitupun pak Albar ia seketika teringat dengan istri kecilnya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan nya,pak Albar ke kuburan Alisya. Menabur bunga kesukaan Alisya.
"Kenapa aku sudah ke sini kenapa aku masih merasa ada yang janggal,mengapa hatiku mengatakan tidak seharusnya di sini." ucap pak Albar yang merasa bingung dengan perasaannya sendiri.
Pak Albar menghelai nafas panjang dan tersenyum ke kuburan Alisya (Lilis).Dan berjanji akan bahagia dan tetap akan mengingat Alisya karna ia akan tetap ada di hatinya tak ada yang bisa menggantikan nya.
"Mas mas di sini juga." ucap Vania
"iya.ucap pak Albar
"Kalau saya tahu kita seharusnya berangkat bareng aja." ucap Vania yang menaburkan bunga ke makam tersebut
"Makasih van,sudah menyempatkan diri ke sini." ucap pak Albar
"sama sama mas,nona Alisya kan keluarga saya juga."ucap Vania
__ADS_1
Setelah itu mereka pun kembali bersama..
melihat kedatangan Pak Albar dan Vania yang datang bersama, membuat semua istri pak Albar berargumentasi bahwa yang akan menggantikan posisi nona Alisya adalah tentunya Vania.
"Mengapa aku lebih tidak relah yah kalau Vania sama pak Albar ketimbang nona Alisya,nona Alisya lebih cocok,mungil, putih imut, cantik lagi." ucap Mona
"tumben loh benar Mon." ucap Rani
"Itukan terserah pak Albar siapa yang ia pilih bukan kita,apalah kita,kita hanya alat untuk menghasilkan anak." ucap wanita lainnya.
Sesampai di rumah yang nona Alisya tempati..
"Mas saya siapkan makanan untuk mas yah." ucap Vania
"tidak usah repot-repot Van,meningan kamu pulang dan istirahat kasihan juga sama anak kita kalau kamu tinggal sendiri." ucap pak Albar
"enggak ngerepotin kok mas,saya kan istri mas." ucap Vania
"Kalau soal anak kita mas enggak usah khawatir udah ada yang jaga mas." ucap Vania yang sebenarnya ia ingin lebih dekat dengan pak Albar dan membuat nya jatuh cinta.
"Maksih Van ,tapi tidak perlu ini sudah mau malam meningan kamu pulang." ucap pak Albar yang kembali menolak.
"Baik mas." ucap Vania yang terlihat kecewa.
__ADS_1