
Di perjalanan Rani dan Mona yang melihat Ani yang berjalan segera menyapanya.
"Mau kemana tuh." ucap Rani dengan gaya lebaynya
"Bukan urusan kamu." ucap Ani yang terlihat tidak menyukai Rani
"ih jutek amat bos,oh saya tahu nih pasti kamu mau ke rumah pak Albar kan."ucap Rani
"eh kamu sadar diri dong,sudah punya suami masih aja deket dekat dengan suami orang lain."ucap Rani
"kamu ngomong apa si,saya ke sana kan hanya untuk merawat Barsya." ucap Ani
"terus saya harus percaya gitu,yah awalnya si cuma untuk Barsya tapi tidak tahu kedepannya." ucap Rani
"capek ngomong sama orang yang otaknya negatif mulu." ucap Ani yang berlalu pergi
"eh apa loh bilang." teriak Rani yang marah
"dasar mentang mentang teman nya sudah tidak ada,suaminya pun ia mau embat." teriak Rani.
__ADS_1
"udah ran,orangnya juga sudah pergi percuma marah marah." ucap Mona yang mencoba menenangkan Rani.
Di sisi lain,pak Mayor, Alisya dan Gandar terlihat sedang bermain dengan Gandar,pak Albar yang datang ke rumah pak mayor melihat hal tersebut..
"(ada apa ini kenapa dadaku terasa sakit)" ucap pak Albar dalam hati, melihat pak Mayor yang sedang menikmati kebersamaan nya dengan keluarga kecilnya membuat pak Albar ingin pulang dan tak ingin mengganggunya namun pak Mayor melihat pak Albar,ia pun segera memanggil pak Albar.
"Pak Albar.. selamat pagi." ucap pak Mayor
"pagi pak." ucap pak Albar
"Mari masuk, kebetulan sekali istri saya sudah membuat kue kita makan sama sama." ucap pak Mayor yang segera masuk ke dalam rumah bersama pak Albar.
Alisya segera menghidangkan kue dan juga minuman dan duduk bersama mereka.
"Mama kenapa menangis?." tanya Gandar
"Gandar sayang,mama gak papa tadi mama kelilipan saja,makanya keluar air mata deh." ucap Alisya
"Apa yang membuat mama kelilipan?." tanya Gandar polos
__ADS_1
"hanya debu." ucap Alisya
"hem saya akan memukul debu itu karna sudah membuat mama saya menangis." ucap Gandar dengan memperlihatkan muka imutnya
"tambah sayang aku sama anak aku yang satu ini." ucap Alisya yang memeluk Gandar.
Tak berselang lama, Pak Mayor datang dan mengatakan kepada Alisya bahwa ia harus pergi kerumah istri nya yang satu karna anaknya yang lain terjatuh saat memanjat pohon membuat nya terluka,Alisya yang sempat ingin ikut namun pak Mayor mengatakan sebaiknya ia menemani pak Albar soalnya tidak baik meninggalkan pak Albar sendiri.
Saat pak mayor sudah pergi, kecanggungan di antara Alisya dan pak Albar mulai terasa,mereka tidak tahu harus berbicara apa tapi untuk ada Gandar yang mencairkan suasana.
"Pak..lihat mama aku..ucap Gandar.
"iya?.tanya pak Albar yang bingung dengan ucapan Gandar
"mama ku cantik kan."ucap Gandar yang membuat pak Albar tersenyum dan Alisya merasa malu.
"sayang....ucap Alisya ke Gandar yang tersipu malu kepada pak Albar
"iya mama Gandar cantik." ucap pak Albar
__ADS_1
"Mamaku paling....cantik.ucap Gandar yang berteriak kegirangan,pak Albar dan Alisya yang melihat ha tersebut tersenyum bahagia.
"(kenapa senyuman istri pak Mayor sangat mirip dengan Alisya,ada apa dengan perasaan ku kenapa saya merasa sebahagia ini dekat dengan istri pak Mayor)" ucap pak Albar dalam hati bimbang.