Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 17


__ADS_3

"Alisya, sayang..panggil pak Albar


"Iya..ucap Alisya yang baru keluar dari kamarnya


Pak Albar segera memeluk istri kecilnya tersebut sambil meminta maaf mendegar hal tersebut Alisya merasa bingung.


"Mas..mas kenapa?." Tanya Alisya


"Saya minta maaf selama ini tidak peka terhadap kamu, saya minta maaf karna telah menghiraukan kamu." Ucap pak Albar


"Mas,mas gak usah merasa bersalah seperti itu ini juga salah saya,saya minta maaf yah mas selama ini saya juga selalu jutek sama mas." Ucap Alisya


Pak Albar kembali memeluk istri kecilnya tersebut, Alisya merasa sangat senang melihat pak Albar kembali memperhatikan nya.


Malamnya terlihat pak Albar dan Alisya sedang bermanja-manjaan bersama di kasurnya, namun kemesraan mereka terhenti ketika terdengar ketukan pintu dari luar rumahnya.


Tok tok...


"Siapa yang datang semalam ini."ucap pak Albar


"Iya mas."ucap Alisya


Saat membuka pintu,yang ternyata Vania yang terlihat panik mengatakan bahwa anak mereka sakit demam dan terus menangis.


"Sayang,saya izin ke rumah Vania yah kamu di rumah saja." Ucap pak Albar

__ADS_1


"Tapi mas,biar saya ikut juga." Ucap Alisya


"Tidak usah kamu di rumah saja setelah selesai saya akan ke sini lagi." Ucap pak Albar


"Yaudah mas hati hati." Ucap Alisya


Sebelum pergi pak Albar sempat mencium kening Alisya yang di lihat langsung oleh Vania membuat nya mengarahkan pandangannya ke arah yg lain.


Setelah di tangani oleh orang yang pintar dalam mengobati penyakit bukan dokter karna biasanya di desa tidaklah ada dokter biasanya hanya ada orang pintar tertentu dan obat yang di gunakannya pun masih tradisional.


"Bagaimana keadaan anak kami pak Narun?." Tanya pak Albar


"Pak Albar dan Vania tidak perlu khawatir,bayinya baik baik saja hanya demam yang di sebabkan cuaca sekiranya bapak dan ibu bisa mengambilkan daun cocor bebek dan tumbuk perlahan setelah itu letakkan di kepalanya agar demamnya turun." Ucap pak Narun


"Baik pak, terima kasih." Ucap pak Albar


Jam 01.43


Pak Albar yang baru pulang dari rumah Vania, membuka pintu kamarnya melihat istri kecil sudah tertidur dengan lelap ia memandangi istrinya dengan senyuman seketika Alisya terbangun saat pak Albar mengusap kepalanya.


"Mas..ucap Alisya


"Iya sayang." Ucap pak Albar


Alisya memeluk pak Albar dengan kehangatan seakan tak ingin berpisah dan bertengkar lagi dengan pak Albar

__ADS_1


"Mas sudah pulang."ucap Alisya yang masih terlihat memejamkan matanya.


"Iya.ucap pak Albar dengan nada yang lembut


"Mas apakah aku sedang bermimpi?." Tanya Alisya


"Tidak sayang." ucap pak Albar sembari mencubit mesrah pipi Alisya.


"Auuu mas,sakit." ucap Alisya


"Gak sakit lagi kan?." tanya pak Albar yang sudah mencium pipi Alisya yang telah ia cubit.


"Masih sakit." ucap Alisya yang tersenyum


"ooh masih sakit yah." ucap pak Albar yang terus mencium pipi Alisya


"mas mas udah udah cukup." ucap Alisya yang tersenyum.


Pagi yang cerah,Alisya yang lagi memandangi wajah pak Albar yang masih tertidur pulas seketika pikiran jailnya muncul, ia mengambil moci dan meletakkannya tepat di depan wajah pak Albar. Saat pak Albar bangun dan benar saja...


"Astaghfirullah Al azim." ucap pak Albar yang terkejut.


"Hahahaha." tawa Alisya dari belakang


"Sayang..ucap pak Albar yang segera menarik Alisya ke pangkuannya.

__ADS_1


"Nakal yah kamu." ucap pak Albar


"Biarin." ucap Alisya yang merasa puas telah mengerjai pak Albar.


__ADS_2