
Hari semakin hari bulan berganti bulan pak Albar kini mulai melupakan kesedihannya dengan hadirnya Barsya di hidupnya bagaikan pengganti Alisya.
"Saya tidak menyangka Barsya ternyata anak kandung nona Alisya dan pak Albar." ucap salah satu istri pak mayor yang sedang merawat Alisya karna pak Mayor saat itu sedang keluar.
"Iya saya juga tidak menyangka." Ucap salah satu istri lainnya.
Mendengar percakapan kedua wanita tersebut membuat Alisya kaget karna pak Albar sudah mengetahui hal tersebut namun ia juga merasa lega jika pak Albar sudah mengetahui nya.
Di rumah pak Albar,ia sedang bermain dengan Barsya anaknya.
"(Sayang seandainya kamu ada di sini bermain dengan anak kita,saya minta maaf selama ini kamu mengalami kesulitan dan kamu berjuang sendiri tanpa sepengetahuan saya)" ucap pak Albar sambil melihat ke anaknya dengan penuh rasa cinta.
Sedangkan di rumah pak Mayor,Alisya sudah dapat membuka matanya dan bahwa ia sudah bisa menggerakkan semua badannya.
Pak Mayor terus membantu Alisya untuk berjalan kembali.
Sesekali Alisya terjatuh di pelukan pak Mayor saat sedang berlati berjalan.
"Pak makasih yah sudah membantu saya." Ucap Alisya
"Pak? tanya pak Mayor yang kebingungan karna Alisya yang ia kira istrinya memanggilnya pak biasanya juga Mas.
"Maaf, maksud saya mas." ucap Alisya
"Gak papa kamu juga baru pulih." Ucap pak Mayor
__ADS_1
"Mama....teriak Gandar yang kini bisa berbicara setelah kesembuhan Alisya.
"Gandar sayang sini. ucap Alisya
"mama.ucap Gandar yang memeluk Alisya.
Malamnya Alisya terlihat menangis memandangi wajahnya cacat telah terbakar.
Ia merasa malu jika pak Albar mengetahui bahwa dirinya adalah Alisya,ia merasa malu dan takut jika pak Albar tidak mencintainya lagi jika ia tahu keadaan nya sekarang seperti ini.
Pak mayor yang melihat Alisya menangis segera menenangkan nya.
"Sayang,kamu kenapa menangis?."Tanya pak Mayor
"Mas... sekarang wajahku cacat aku tidak cantik lagi,wajahku...cacat..ucap Alisya yang menangis terseduh seduh.
"Makasih mas.ucap Alisya
"iya sayang.ucap pak mayor sembari menghapus air mata Alisya.
"(Apakah pak Albar akan seperti pak Mayor)."ucap Alisya dalam hati.
Paginya Alisya yang hendak mencuci pakaian segera di hentikan oleh pak Mayor.
"Sayang kamu mau ngapain?."Tanya pak Mayor
__ADS_1
"Saya mau nyuci baju mas di sungai." ucap Alisya
"Tidak usah." ucap pak Mayor yang segera mengambil baju yang Alisya pegang
"kenapa mas?,bukankah cucian nya sudah numpuk tidak baik tinggal lama seperti itu." Ucap Alisya
"Kamu baru pulih tidak baik bekerja yang berat berat,biar saya saja yang pergi cuci." ucap pak Mayor
"Tapi mas,saya juga bosen enggak ngapa ngapain."ucap Alisya
"mama.. bagaimana kalau kita ikut aja." ucap Gandar
"Setuju.ucap Alisya yang tak mungkin pak Mayor menolak kemauan anak dan juga istrinya.
Ini adalah pertama kali Alisya keluar dan menginjakkan kakinya di luar setelah ia selama ini koma. Alisya terlihat menghirup udarah segar yang begitu ia rindukan, terlihat senyuman terpampang di wajah Alisya begitu senang dapat sehat kembali.
Namun ketika ia melanjutkan langkahnya, wajahnya kembali bersedih dan segera menutup wajahnya dengan kain. Pak mayor yang melihat nya perlahan melepas kain yang menutupi wajah Alisya dan menggandeng tangan Alisya untuk tetap melanjutkan langkahnya.
Sesampai di sungai...
"Itu pak Mayor sama istri nya kan." Ucap salah satu wanita di sungai tersebut yang sedang mencuci
"iya.ucap wanita yang lainnya
"Kasihan yah istri pak Mayor sekarang wajahnya cacat." ucap wanita tersebut
__ADS_1
"Uss gak usah bahas itu, dia sudah sembuh itu sudah Alhamdulillah." Ucap salah satu wanita tersebut