
Terlihat semua orang sedang berkumpul dan menyaksikan kebisingan yang sedang terjadi.
"eh eh ada apa ini?."tanya Rani kepada salah satu wanita di sana.
"ini Vania sama Ani habis berantem." ucap wanita yang ada di sana.
"berantem, berantem kenapa?." tanya Sona
"saya tidak tahu juga." ucap wanita itu kembali.
Pak Albar dan Dony juga sudah tiba di sana,di susul oleh pak Mayor dan Alisya.
"kenapa kalian berantem?.tanya dony
"dia yang duluan." ucap Ani
"kok aku.ucap Vania marah
"kan kamu yang mulai dulu.ucap Ani
Semua orang bertanya tentang apa yang mereka perdebatkan sehingga membuat mereka berantem,namun mereka enggan membuka mulut.
"oh aku tahu nih,pasti Vania cemburu kalau Ani terus terus ke rumah pak Albar." celetuk Rani yang membuat semua orang membenarkan perkataan Rani.
"Apa betul?." Tanya pak Albar
"Saya minta maaf pak.ucap Vania
__ADS_1
"pak Albar dan Vania saya minta maaf atas Isti saya." ucap Dony
"kok mas minta maaf aku gak salah juga." ucap Ani
"udah..wajar kalau Vania cemburu secara pak Albar suaminya,meningan kita pulang kamu malu maluin aja berantem di depan semua orang." ucap Dony yang segera menarik tangan Ani
Setelah semua orang bubar termasuk pak Albar, pak Mayor, Alisya dan juga yang lainnya...
"Lagian kamu hanya sebagai istri untuk menambah populasi masih berharap pak Albar jatuh cinta kepada kamu,sadar diri cinta Pak Albar hanya untuk nona Alisya." ucap Rani
"betul itu." celetuk Mona yang membenarkan ucapan Rani
"Malas aku melihat muka kamu dasar bibir doer."ucap Vania yang berlalu pergi.
"kamu tuh bibir menor." teriak Rani
"kamu suami saya atau suami vania."ucap Ani yang merasa kesal
"Iya saya minta maaf, saya juga merasa tidak enak dengan pak Albar, yah wajar kan Vania cemburu kamu sering di sana ketimbang di sini,kamu setiap hari ngurusin Barsya sedangkan suaminya dibiarkan begitu saja." ucap Dony
"kok ngomong gitu,selama ini kan saya ngurusin mas." ucap Ani
"iya tapi semenjak Barsya di rumah pak Albar kamu sudah jarang sekali di rumah semua Waktu kamu di sana."ucap Dony
"Mas enggak usah cemburu gitu." ucap Ani
"udah lah saya capek saya mau istirahat." ucap Dony yang pergi begitu saja
__ADS_1
"mas...mas...teriak Ani
Alisya ke kuburan Lilis bersama Gandar.
"(Lilis aku datang dengan Gandar, kamu pasti kangen kepada Gandar makanya saya membawa nya ke sini)".ucap Alisya dalam hati.
"Ma..kuburan ini milik siapa?."Tanya Gandar
"ini... kuburan milik mama Gandar juga, nona Alisya dia kan mama kamu juga." ucap Alisya
Seketika air mata Gandar keluar, melihat hal tersebut membuat Alisya bingung.
"Gandar,sayang kenapa menangis?." Tanya Alisya
"Saya tahu....yang ada di dalam mama aku kan..ucap Gandar yang terbata-bata di iringi dengan tangisan dan membuat Alisya terkejut dengan ucapan Gandar.
"sayang kenapa kamu mengatakan itu?."tanya Alisya
"Mama Alisya tidak usah menyembunyikan nya lagi sama Gandar,selama ini saya tahu mama Alisya bukan mama Gandarš." ucap Gandar yg menangis
mendengar ucapan Gandar membuat air mata Alisya tak dapat ia tahan lagi,ia memeluk Gandar dan mencoba meminta maaf.
"Saya minta maaf." ucap Alisya
"mama Alisya tidak usah minta maaf, mama Alisya tidak bersalah,dengan adanya mama Alisya saya tidak bersedih lagi atas kepergian mama Gandar." ucap Gandar yang menangis tersedu-sedu.
Alisya menghapus air mata Gandar dan kembali memeluknya,ia sudah sangat menyayangi Gandar sama seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
"(saya berjanji tidak akan meninggalkan Gandar dan akan membesarkan nya sama seperti anak saya sendiri)"ucap Alisya dalam hati sambil melihat ke kuburan Lilis.