
Paginya terlihat pak Albar masih memandangi istri nya yang masih tertidur pulas,tak berselang lama Alisya yang bangun dan sadar akan di perhatikan pak Albar segera menutup wajahnya dengan jaket pak Albar yang masih terlihat malu dengan keadaan wajahnya. Pak Albar menarik jaketnya dan tersenyum kepada istri kecil nya. Dan mengatakan bahwa bagaimana pun keadaan istri,ia tetaplah istri nya yang ia sayangi sama seperti dulu.
"Sayang sebaiknya kita bergegas untuk mencari pak Mayor dan Dony." ucap pak Albar.
"Iya mas..ucap Alisya
sudah hampir dua jam mereka berjalan mencari pak Mayor dan Dony namun juga mereka temukan.
"Mas bagaimana ini,saya takut pak Mayor dan Dony kenapa kenapa." ucap Alisya
"Sayang kamu tidak usah khawatir saya tahu pak Mayor dan Dony seperti apa ,mereka tidak akan semudah itu jika mereka di tangkap oleh suku tersebut." ucap pak Albar
"Tapi....jika mereka kenapa kenapa ini semua salah aku,cukup Ronal dan Lilis yang sudah menjadi korban hanya karna aku mas." ucap Alisya sedih.
Pak Albar kembali menenangkan istri kecilnya dan mengatakan bahwa semuanya akan baik baik saja.
Setelah menenangkan istri nya , mereka kembali melanjutkan perjalanan nya.
__ADS_1
"Mas...lihat..." ucap Alisya yang melihat sesuatu di sebuah semak yang tak terlalu jauh dari mereka.
"Ada apa sayang? apa yang kamu lihat?." Tanya pak Albar
Alisya melangkahkan kakinya dan mendekati sebuah tanaman yang ternyata tanaman yang mereka cari. Betapa bahagianya Pak Albar dan Alisya yang menemukan daun tersebut.
Setelah menemukan tanaman yang mereka cari mereka kembali mencari pak Mayor dan Dony.
"Pak Albar....Teriak Dony dari kejauhan.
Alisya dan pak Albar yang mendengar hal tersebut segera memanggil Dony dan menghampiri suara tersebut.
Kini mereka sudah siap siap untuk kembali karna daun yang mereka cari juga sudah mereka dapatkan.
Dony yang melihat Pak Albar dan Alisya begitu mesra begitu heran.Pak mayor, pak Albar dan Alisya yang melihat ekspresi wajah Dony yang keheranan tersenyum.
"Tunggu, ada apa ini ada apa di antara bapak (Albar) dan nona Lilis." ucap Dony kebingungan.
__ADS_1
Pak mayor segera menceritakan bahwa nona Lilis yang ia lihat di depannya bukanlah nona Lilis namun nona Alisya istri pak Albar tentu mendengar hal tersebut membuat Dony seakan belum percaya namun itulah kebenarannya.
Namun pak Albar dan Alisya meminta untuk menyembunyikan kepada semua orang sebelum mengetahui siapa di balik ini semua.
Sesampai di desa....
Pak Albar dan Alisya hanya saling memandang dan tersenyum sebelum berpisah karna Alisya tentu belum bisa ke rumahnya karna semua orang pasti akan curiga.
"Mama.....teriak Gandar yang memeluk ibu Alisya yang baru tiba.
"Sayang...ucap Alisya yang juga memeluk anaknya Gandar.
"Mama aku sangat....kangen sama mama." ucap Gandar
"sama sayang, mama juga kangen sama anak aku yang satu ini." ucap Alisya
"hmm hanya kangen kepada mamanya nih gak kangen sama ayah." ucap Pak Mayor
__ADS_1
"Aku juga kangen sama ayah tapi aku lebih kangen ayah " ucap Gandar yang tersenyum begitu pun Alisya dan pak Mayor.
"Anak aku memang manja sama mamanya." ucap pak mayor.