
Malamnya Vania datang ke rumah Alisya untuk memanggil pak Albar dan juga Alisya
"Vania kamu kenapa malam malam ke sini,siapa yang menjaga Tony?." Tanya pak Albar
"Mas saya ke sini untuk memanggil nona Alisya,Tony terus menangis dan saya tidak tahu harus bagaimana." ucap Vania khawatir.
Merekapun segera bergegas ke rumah Vania, sesampai nya mereka di sana, Alisya segera menggendong bayi Tony seketika tangisan Tony tak terdengar lagi.
"Makasih yah nona Alisya." Ucap Vania yang kembali menggendong bayinya.
"iya sama sama." Ucap Alisya
"Yaudah saya pulang dulu lagian ini sudah malam." Ucap Alisya
Pak Albar terlihat bingung di lain sisi, hari ini giliran ia di rumah Alisya di lain sisi ia tidak tega meninggalkan Vania dengan anaknya, melihat hal tersebut Alisya dapat memahami nya.
"Mas disini saja temani Vania saya pulang sendiri saja." Alisya yang sedikit tampak bersedih namun ia mencoba menutupinya.
"Saya antar kamu pulang dulu...Ucap pak Albar belum melanjutkan ucapannya namun sudah di panggil Vania dari dalam kamarnya.
"Mass..panggil Vania.
Alisya hanya tersenyum dan segera pergi bersama dengan kecemburuan yang ia rasakan.
Di malam yang gelap sunyi Alisya seketika menghentikan langkahnya dan menangis tak dapat menahan rasa kecemburuan nya lagi, hujan turun membasahi pipi mungilnya, tiba tiba seseorang menjulurkan tangannya yang ia kira itu pak Albar ia pun memeluk laki laki tersebut namun saat bulan yang cerah menyinari wajah pria tersebut betapa terkejutnya Alisya pria yang ia peluk itu adalah.....
Pria yang ia peluk di bawah gujuran hujan adalah mantan pacarnya yang selama ini ia cintai sebelum bersama pak Albar yaitu Ronal (what kok bisa ada Ronal?).
"Ronal." Ucap Alisya
__ADS_1
"Ini kamu?." Tanya Alisya yang masih belum percaya sesekali ia mengucek matanya.
"Bukankan bencana 4 tahun yang lalu...ucap Alisya.
"Aku selamat sayang,aku mencari kamu di mana mana aku sudah hampir putus asa mencari kamu,aku pikir mungkin kamu sudah meninggal seperti yang lainnya dan meninggalkan aku." Ucap Ronal
"Terus kenapa kamu bisa sampai ke sini?." Tanya Alisya.
"Saya tidak sengaja menemukan desa ini, saya ingin menghampiri orang orang disini tapi aku takut namun pada saat saya melihat kamu betapa senangnya diriku." Ucap Ronal
"Alisya." Panggil pak Albar
"Mas.ucap Alisya
"Kamu ngapain di sini?."Tanya pak Albar
"Laki laki ini siapa?." Tanya pak Albar yang segera mengajak Alisya untuk segera pulang.
"Alisya apa maksudnya ini siapa pria ini?." Tanya Ronal
"Dia..ucap Alisya
"Saya suaminya kamu siapa?." Tanya pak Albar
"Kamu sudah menikah?." Tanya Ronal yang seakan tidak percaya.
"Aku mencari kamu bertahun tahun tanpa lelah rasa khawatir terkadang muncul tapi kamu...ucap Ronal yang mulai menangis. Aisya yang melihat hal tersebut hendak menenangkan Ronal dan menjelaskan semuanya namun ia segera di tarik oleh pak Albar untuk segera pulang.
Sesampai di rumah, Alisya buru buru masuk rumah dan mengguncikan pak Albar dari luar.
__ADS_1
"Alisya,buka pintunya."ucap pak Albar
"Tidur di luar atau kamu pergi saja ke rumah istri kamu yang lain saya tidak mau melihat wajah kamu." Ucap Alisya
"Alisya ,alisya.teriak pak Albar namun Alisya tetap tidak membuka pintu rumahnya.
Keesokannya pak Albar masih melihat Ronal di desa tersebut ia pun menghampiri nya.
"Kamu siapa? kenapa masih ada disini?." Tanya pak Albar
"Seharusnya saya yang bertanya kamu siapa kenapa tiba tiba kamu sudah menikah dengan pacar saya." Ucap Ronal yang keadaan terlihat mulai memanas.
"Dia istri saya bukan pacar kamu meningan kamu jauhi istri saya."ucap pak Albar tegas.
"Saya melihat Alisya tidak bahagia bersama kamu." Ucap Ronal
"Atas dasar apa kamu mengatakan seperti itu." Ucap pak Albar
"Saat bersama aku Alisya tidak pernah menangis, saat bersama kamu aku melihat dia menangis terus aku tidak relah jika ada laki laki lain yang menyakiti perasaan dia."ucap Ronal
Mereka yang hendak berkelahi segera di di hentikan oleh pak Mayor Radinal Dony dan Rendi.
Pak mayor mencoba menenangkan pak Albar dengan menjauhkannya dari Ronal menyuruhnya untuk duduk bersamanya.
"Kamu ini lucu,kamu cemburu jika laki laki lain dekat dengan istri kamu tapi kamu juga tidak memahami perasaan istri kamu." Ucap pak Mayor.
"Nona Alisya selama ini merasa cemburu yang tak pernah lagi kamu perhatikan." Ucap pak Mayor yang menyadarkan pak Albar.
Pak Albar segera menyadari kesalahannya,ketidakpekaannya selama ini tentang mengapa Alisya bersikap seperti itu ,itu karna dirinya sendiri.
__ADS_1