
Alisya yang pada saat itu berada di pekarangan rumah Lilis yang sedang bermain dengan anak Lilis ,anak lilis menyemprotkan air ke tubuh Alisya sehingga menyebabkan seluruh tubuhnya basah termasuk pakaiannya.Lilis yang keluar dari rumah melihat hal tersebut...
"Nak,kamu tidak boleh seperti itu sama tante Alisya,nona Alisya maaf yah." Ucap Lilis yang merasa bersalah
"Gak papa lis,ini juga cuma air." Ucap Alisya
"Maaf yah Tante Alisya." Ucap Gandar anak Lilis sembari memeluk Alisya tanda bersalahnya.
"Iyaa gak papa." Ucap Alisya
"Nona Alisya meningan kita masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaian nona,tidak papa kan kalau nona sementara pakai baju saya dulu." Ucap Lilis
" Iya,maksih yah." Ucap Alisya
"Iya ayo masuk." Ucap Lilis
Selesai mengganti pakaian....
"Wah baju nya terlihat pas di badan nona,bagus lah." Ucap Lilis
"Oh iya hampir lupa,ayo non,kita makan bersama saya sudah menyiapkan makanan buat nona." Ucap Lilis
__ADS_1
"Tapi ini sudah sore saya harus segera pulang." Ucap Alisya
"Takut ada yang marah yah." Goda Lilis
" Ah enggak." Ucap Alisya
"Yaudah non,ayo kita makan." Ucap Lilis
"Iya Tante ayo." Ucap anak Lilis yang segera menarik tangan Alisya
Saat mereka asik makan,yang tampah mereka ketahui musihbah besar yang akan menimpah mereka.
Di luar rumah Lilis, terlihat dua orang yang memakai topen berbaju serbah hitam sedang melihat melihat di sekeliling pertanda bahwa apakah tidak ada orang lain selain mereka berdua, setelah memastikan aman,ia pun menyiram beberapa cairan ke sudut rumah Lilis setelah itu memercikkan api,setelah melakukan hal tersebut segera mereka pergi.
"Mah,ada yang bau kebakaran." Ucap anak Lilis
"Iya saya juga menciumnya,Lis kamu gak lupa mematikan api setelah memasak kan?." Tanya Alisya.
Lilis segera bergegas ke dapur namun ia sudah mematikan nya,namun saat ia melihat di belakang rumah mereka sudah di lahap si jago merah, segera Lilis mengambil air dan hendak memadamkan api tersebut namun hal itu tidak lah berhasil,alih alih apinya padam justru baju Lilis di bakar api hingga ke tubuhnya segera Lilis meminta pertolongan berlari ke Alisya,Alisya yang melihat hal tersebut segera menolong Lilis namun apinya sudah membakar tubuh Lilis ,Lilis yang sekarat pada saat itu hanya berpesan untuk selalu menjaga anaknya seperti anaknya sendiri.
"Mama...."teriak anak Lilis
__ADS_1
"Ma.....teriak anak Lilis yang menangis
"Liis..teriak Alisya
Api mulai masuk ke dalam rumah,Alisya yg melihat hal tersebut segera membawa anak Lilis untuk keluar,tiba tiba dari atas kayu yang hendak jatuh di hadapan Alisya,Alisya segera memeluk anak Lilis agar tak terkena api, kayu tersebut tepat mengenai punggung Alisya ,Alisya menjerit kesakitan namun ia mencoba bangkit kembali ,saat ia berhasil menyingkirkan kayu tersebut seketika api datang kembali tepat mengenai wajah Alisya yang begitu perih, panas.
"Aaaaaaa..teriak Alisya kesakitan
Sedangkan di luar rumah,sudah ada beberapa orang yang mencoba memadamkan api tersebut,pak Albar pak mayor dan juga yang lainnya yang baru tiba seketika kaget dengan keadaan tersebut termasuk pak mayor.
"Pak di dalam rumah masih ada Lilis ,anak bapak dan juga Alisya." Ucap salah satu lelaki yang ada di sana.
Pak Albar dan pak mayor yang mendengar hal tersebut segera berlari masuk untuk menyelamatkan mereka.
Saat mereka sudah masuk ia menemukan mayat yang sudah gosong dan tak tahu siapa karna benar benar hancur tak terkenali,pak Albar terlihat sangat khawatir,ia kembali mencari tidak jauh dari tempat tersebut ia mendengar jeritan anak kecil yang ternyata anak Lilis yang masih berada di pelukan Alisya,pak Albar segera membawah mereka berdua keluar.
Tak berselang lama api juga sudah berhasil di padamkan.
Semua orang mengira bahwa mayat yang gosong tersebut adalah Alisya, karna Alisya yang saat itu memakai baju Lilis dan bersama anak lilis.tak ada yang mengenali Alisya karna wajahnya cacat terkena api dan ia juga belum sadarkan diri namun detak jantung nya masih berdetak. Sedangkan anak Lilis terlihat masih syok dan ketakutan.
Pak Albar tak percaya dengan semua ini,ia menangis sejadih jadinya melihat istri kesayangannya meninggal begitupun dengan pak mayor yang ia kira istri nya, merasa bersedih melihat keadaan istrinya saat itu dan juga anaknya yang mengalami trauma.
__ADS_1