Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 14


__ADS_3

Sudah dua hari pak Albar tidak pernah ke rumah Alisya, membuat Alisya semakin sedih namun kesedihan nya dapat terobati jika ke rumah Ani melihat bayi Ani yang ia anggap anaknya sendiri.


Sehabis dari rumah Ani, ia kembali kerumah dan berharap pak Albar datang mengunjungi nya namun ternyata tidak sesuai apa yang ia pikirkan, pak Albar juga tak kunjung datang.


Untuk melupakan sejenak tentang pak Albar Alisya beserta yang lainnya ke hutan untuk berburu karna persediaan hewan hasil berburu mereka sudah habis.


Di temani Radinal,Rendi Dony dan istri Radinal yang pernah membantu persalinan Alisya.


"Usss,lihat di sana." Ucap Radinal yang melihat ke arah rusa yang sedang mencari makanan.


"Bagaimana kalau kita taruhan." Ucap Dony


"Taruhan apa?." Tanya Rendi.


"Anak panah siapa yang berhasil mengenai rusa tersebut maka pemenangnya harus di gendong pulang secara bergantian." Ucap Dony.


"Yaudah aku ikut." Ucap Alisya yang membuat semuanya kaget.


"Nona,meningan jangan deh saya tidak sanggup jika nanti nona kalah,nona harus menggendong kita." Ucap dony yang hampir ingin tertawa.


"Nona jangan,badan mereka berat lagi." Ucap istri Radinal yang membuat semuanya ingin tertawa namun tidak karna takut rusa tersebut kabur jika mereka terlalu berisik

__ADS_1


"Siapa takut." Ucap Alisya.


"Baik nona jika nona ingin." Ucap Alisya


"Oke,silahkan memberi tanda ke anak panah kalian masing masing agar kita dapat mengenalinya nanti, dalam waktu hitungan ke tiga maka semuanya harus melepaskan anak panahnya secara bersamaan." Ucap Dony


Tampak semuanya sudah standby di posisi mereka masing masing dengan anak panah mereka mengarah ke rusa yang akan ia panah. Begitu pun dengan mata mereka yang tak berkedip sama sekali.


Alisya membayangkan kembali bagaimana pak Albar telah mengajarinya memanah.


"Satu.....dua....tiga...ucap Dony yang segera anak panah meluncur bersamaan.


Tepat bagian perut rusa tersebut tertancap anak panah yang membuat semua orang penasaran anak panah siapa yang berhasil mengenai rusa tersebut.


Merekapun bergantian menggendong Alisya kembali ke rumah.


Di tempat lain yang berbeda pak Albar sedang mencari Alisya .


Ia ke rumah Lilis namun Lilis mengatakan bahwa Alisya tidak pernah ke sini sejak pagi, kemudian ia bergegas ke rumah Ani dan Ani mengatakan bahwa nona Alisya ke hutan bersama dengan yang lainnnya,pak Albar sempat ingin menyusulnya namun ia percaya dengan teman temannya bahwa ia bisa menjaga Alisya.


Kembali ke Alisya...

__ADS_1


"Kalau nona Alisya yang menang saya mah tidak keberatan." Ucap Dony yang sambil menggendong Alisya


" Iya karna kamu yang untung." Ucap Rendi


"Coba aja kalian yang menang ( Radinal & Rendi ) bisa tepar aku menggendong badan kalian yang kekar itu." Ucap Dony yang membuat semuanya tertawa.


Sesampai di rumah, Alisya di gendong oleh Radinal yang pada saat itu gilirannya.


Pak Albar yang melihat segera menegur mereka tentang apa yang sedang mereka lakukan,Radinal pun menjelaskan dan pak Albar hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti.


Di dalam rumah...


"Mengapa kamu tidak mengatakan kalau kamu ingin ke hutan atau setidaknya kamu meminta izin dulu sebelum pergi bagaimana kalau kamu kenapa kenapa." Ucap pak Albar


"Lagian saya sama Radinal, Dony dan Rendi jadi mas gak usah khawatir gitu." Ucap Alisya


"Tapi meminta izin dari suami itu penting." Ucap pak Albar


"(Aduhhhh baru juga beberapa menit yang lalu aku bisa melupakan sejenak pertengkaran kemarin, eh ini malah di ajak gelut lagi)." Ucap Alisya.


"Alisya." panggil pak Albar yang membuyur lamunan Alisya.

__ADS_1


"Mas aku mau mandi, badan ku bau habis dari hutan." ucap Alisya yang segera pergi karna merasa malas jika beradu mulut lagi dengan pak Albar.


Melihat sikap istrinya tersebut pak Albar hanya menghelai nafasnya.


__ADS_2