
Terlihat Alisya sedang mempersiapkan barang barang yang akan ia bawah besok ke hutan untuk mencari daun yang pak Narun telah katakan.
"Mas..saya tidak tega meninggalkan Gandar."ucap Alisya
"kamu tidak usah khawatir,Nina (istri pak Mayor yang lain) akan menjaganya." ucap pak Mayor
"iya mas..ucap Alisya
"Sayang kamu benar benar ingin ikut, bukannya itu berbahaya yang bahkan kita tidak pernah tahu ada apa di dalam hutan tersebut bahkan sebelum nya kita tidak pernah menjelajahi hutan itu sampai ke dalam karna itu terlarang.ucap pak mayor khawatir.
"Mas enggak usah khawatir kan ada mas.ucap Alisya yang tersenyum begitu pun pak Mayor.
Di sisi lain pak Albar juga sedang mempersiapkan beberapa pakaian yang ia akan bawah.
Pak Albar menghampiri Ani yang sedang menjaga Barsya dan meminta tolong agar ia menjaga Barsya selama ia tidak ada.
"Pak Albar tidak usah khawatir Barsya selama ini sudah saya anggap seperti anak saya sendiri jadi saya pasti akan menjaganya." ucap Ani
"Iya terima kasih sebelumnya." ucap pak Albar
__ADS_1
"Oh iya, sebaiknya hari ini kamu pulang cepat soalnya kamu juga harus mempersiapkan barang barang yang akan di bawah Dony." ucap pak Albar
"Biar barsya saya yang jaga karna barang barang saya semuanya sudah saya pacing." ucap pak Albar sambil menggendong Barsya.
"Iya pak setelah ini saya akan pulang." ucap Ani
"Bagaimana kalau saya siapkan makan malam buat bapak sebelum saya pulang, agar nanti bapak dan Barsya tinggal makan."ucap Ani
"Tidak perlu, soalnya hari ini saya akan ke rumah pak Mayor bersama Barsya kemarin ia mengajak saya untuk makan malam di sana." ucap pak Albar
"Oh iya baik pak,kalau begitu saya pamit pulang." ucap Ani
"iya." ucap pak Albar
Ketukan pintu di rumah pak Mayor,Alisya pun segera membukanya yang ternyata pak Albar dan juga Barsya,Alisya yang melihat anaknya dan juga suaminya tampak begitu senang,ia pun menyuruhnya untuk segera masuk dan mempersilahkan pak Albar untuk duduk.
Alisya mengambil Barsya untuk duduk di pangkuannya namun ketika Gandar datang dan melihat hal tersebut,ia merasa cemburu.
Alisya yang sadar akan hal tersebut segera memanggil Gandar untuk duduk bersamanya juga.
__ADS_1
"Pak Mayor di mana?." Tanya pak Albar yang belum melihat pak Mayor sama sekali saat ia datang.
"Pak mayor lagi keluar cuma sebentar,bapak tunggu saja." ucap Alisya lembut.
Pak Albar Melihat Alisya yang sangat dekat dengan Barsya begitupun Barsya yang seakan merasakan bahwa wanita di depannya adalah ibu kandung nya sendiri, tak sadar ia tersenyum melihat moment tersebut.
Alisya yang sadar akan terus di perhatikan oleh pak Albar merasa malu dan segera pergi mengambilkan pak Albar minuman untuk nya.
"Apakah kamu menyukai ibu ku?." Tanya Gandar ke Barsya yang sedang bermain.
"Iya...ucap Barsya
"Tapi dia ibuku." ucap Gandar
"Tidak bisa kah kita berbagi ibu." ucap Barsya
"Tidak mau,saya sudah kehilangan ibu saya tidak mau lagi kehilangan." ucap Gandar
"ibu siapa yang kehilangan?." tanya Barsya
__ADS_1
"Ibu yang tadi kan mami....ucap Gandar yang belum melanjutkan ucapannya namun Alisya keburu datang.
Mendengar ucapan Gandar tadi membuat pak Albar sedikit bingung dengan ucapkan Gandar namun ia segera melupakan nya karna menganggap itu hanyalah omongan anak kecil.