
"Apa maksud dari perkataan kamu?.Tanya Radinal
"Sona bagaimana?.Tanya Ani bingung
"Sebaiknya kita ceritakan saja, ini sepertinya emang sudah waktunya." Ucap Sona
"Apa yang sudah waktu nya?." Tanya Dony kembali yang membuat semua orang semakin bingung dengan Ani dan Sona.
Kembali ke rumah pak Mayor,Alisya sudah bisa makan dan sedang di suapin oleh pak Mayor.
"Alhamdulillah pak melihat perkembangan istri bapak yang semakin membaik saya turut bahagia." Ucap pak Narun
"iya pak terima kasih juga selama ini bapak membantu kami." ucap pak Mayor
Alisya melihat Gandar yang sedang berada di dekatnya,ia memegang pipi Gandar yang mungil dan tersenyum,Gandar yang melihat hal tersebut segera baring di dekat Alisya dan memeluknya.
"(Lilis kamu tenang saja saya akan memperlakukan Gandar sebagai anak ku sendiri membesarkan nya dan merawatnya itulah janjiku)" ucap Alisya dalam hati.
pak Mayor yang habis mengantar pak Narun sampai pintu rumah mereka, melihat kebersamaan Alisya dan Gandar membuat nya meneteskan air mata kebahagiaan namun ia tak memperlihatkan nya.
Tok tok.... (suara pintu pak Mayor)
Pak mayor yang mendengar ada tamu,ia pun membuka pintu rumahnya yang ternyata pak Albar yang datang berkunjung.
"Pak Albar,mari masuk." ucap pak Mayor yang mempersilahkan pak Albar untuk masuk dan duduk.
"Katanya istri bapak sudah membaik." ucap pak Albar
"iya Alhamdulillah sekarang,ia sudah bisa makan,bergerak namun belum bisa bicara tapi itu sudah membuat ku sangat bersyukur." ucap pak Mayor
"Alhamdulillah.ucap pak Albar
__ADS_1
"oh iya selain saya ke sini untuk melihat keadaan istri bapak saya juga ingin membicarakan tentang apa yang kami temukan di hutan waktu kami ke sana." ucap pak Albar
"Apa yang pak Albar temukan tampaknya serius." Ucap pak Mayor
"Seperti nya di daerah ini bukan hanya dari masyarakat kita yang masih hidup tapi ada orang lain yg bukan dari golongan kita yang ada di sini,saya hanya takut dengan keselamatan masyarakat kita jika mereka ke hutan dan bertemu mereka,mereka tidak segan segan membunuh, di sisi lain cuma di hutan tersebut mata pencaharian kita." ucap pak Albar
"Saya paham itu...ucap pak Mayor yang belum melanjutkan ucapannya terdengar suara dari dalam kamar Alisya.
Mendengar suara pak Albar membuat Alisya ingin memanggil pak Albar namun belum mampu, Alisya tak sengaja menjatuhkan tempat makanan yang berada di dekatnya.
Pak Albar dan pak Mayor segera masuk kamar mengecek Alisya. Melihat makanan yang berserakan terjatuh,pak Mayor segera memungut nya dan membawa sisa makanan tersebut ke dapur.
Pak Albar yang melihat Alisya segera memperbaiki posisi Alisya dan menyelimuti nya dengan selimut.
"(Mas ini aku Alisya)".Ucap Alisya dalam hati
yang kembali meneteskan air mata dan pak Albar kembali menghapus air mata tersebut.
"Ani,Sona kami sudah dari tadi menunggu lagian kita tidak tahu kapan pak Albar pulang dari rumah pak Mayor bagaimana kalau pak Albar pulangnya malam bisa kelaparan aku menunggu." Ucap Dony
"Iya kan bisa cerita sekarang setelah itu nanti ke pak Albar lagi." ucap Rendi
"Kalian ngapain di sini?." Tanya pak Albar yang tiba tiba datang.
"eh pak Albar." Ucap semuanya
"ini pak lagi nunggu bapak." ucap Dony
"Nunggu saya, kenapa?.Tanya pak Albar
"Ada yang ingin kami ceritakan pak,bukan kami si tapi Ani dan Sona." ucap Rendi
__ADS_1
"Ani,Sona kami semua sudah ada di sini sekarang rahasia apa yang kalian tutupi?."ucap Radinal
"Seperti nya serius meningan kita cerita di dalam saja." ucap pak Albar yang mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah nya.
Di dalam rumah pak Albar mereka semua sudah duduk dan terlihat fokus tentang apa yang Ani dan Sona akan ceritakan, Seketika jadi hening,semua mata tertuju ke Ani dan Sona.
Ani menarik nafas panjang dan menghembuskannya dan mulai menceritakan semuanya.
"Pak Albar kami minta maaf sebenarnya kami merahasiakan sesuatu kepada bapak yang Sebenarnya....ucap Sona
"Sebenarnya... Barsya adalah anak Alisya dan juga pak Albar." Ucap Ani
Mendengar hal tersebut semua orang terkejut termasuk pak Albar.
"Apa??.ucap Rendi kaget
"Apa maksud kamu?,anak kita anaknya nona Alisya dan pak Albar." ucap Dony
"Barsya anaknya nona Alisya?." Ucap Radinal
"iya kami meminta maaf merahasiakan semua ini karna permintaan dari nona Alisya." Ucap Sona yang merasa bersalah.
"Saya belum mengerti dengan perkataan kalian,kenapa kalian tiba tiba mengatakan barsya anak saya dan juga Alisya." ucap pak Albar
"iya pak,kami minta maaf." ucap Sona yang merasa bersalah
Merekapun menceritakan kejadian yang sebenarnya..
Jadi yang sebenernya terjadi saat Alisya mengandung 8 bulan,ia tak sengaja mendengar percakapan seseorang,ia mengatakan jika bayi yang di kandung nona Alisya laki laki maka mereka akan membunuh nya, mendengar hal tersebut Alisya yang bersembunyi menutup mulutnya kaget akan hal tersebut.Nona Alisya menceritakan hal tersebut kepada Ani, mendengar hal tersebut Ani siap membantu nona Alisya.Untuk melindungi anaknya ia pun memalsukan kematian anaknya dan tentang Ani yang mengandung sebenarnya ia tidak mengandung ia hanya pura pura yang di mana kita tahu Ani tidak dapat hamil,jadi ia berpura pura untuk membantu Alisya.Hal itulah yang membuat Alisya sering ke rumah Ani untuk menyusui Barsya anaknya.
Alisya beberapa kali ingin mengatakan hal tersebut ke pak Albar namun tak pernah berhasil ia katakan.
__ADS_1
Mendengar semua itu pak Albar menggendong anaknya dan memeluknya penuh dengan kehangatan. Ia seakan belum percaya dengan semua ini yang ternyata selama ini ia memiliki anak dari Alisya namun tak ia ketahuan.