
Beberapa bulan kemudian,satu persatu para istri akan melahirkan. Istri pak mayor yang pertama hendak melahirkan semua orang panik karna ternyata tidak ada yg pintar untuk menjadi bidan. Alisya yg baru tiba dari mencari ikan dengan Dony,Rendi dan Radinal beserta istri yang lainnya bertanya tentang apa yg terjadi.
Ani istri Rendi, menceritakan bahwa istri pak mayor akan melahirkan namun tak ada yg pintar jadi bidang. Alisya yg mendengar hal tersebut segera berlari.
"Minggir,minggir, minggir.ucap alisya yg masuk dalam rumah dan membantu istri pak mayor untuk bersaling.
Beberapa menit kemudian,terdengar suara bayi.yg terlihat bayi laki laki yg imut.semua orang terlihat bahagia.
"Wah nona ternyata pintar membantu orang bersaling." Ucap Dony.
"Kalian tidak tahu aja,selama ini cita cita saya itu bidan." ucap alisya.
"Benarkah,wah selama ini kami tidak pernah tahu, untunglah kami bisa bersama dengan calon bidan." ucap Rendi
"Jadi kalau seperti ini kita tidak usah khawatir jika ada para istri kami yg akan melahirkan lagi." ucap Radinal.
"Iya,tapi saya yg akan capek." ucap alisya yg berbisik sambil melihat semua para istri yg berjajaran sedang hamil.
"Sepertinya Bu bidan perluh asisten,saya siap jadi asisten Bu bidan, seperti nya salah satu keinginan nona terwujud." ucap Ani
"Iya ,ok,jadi mulai hari ini Ani saya angkat kau jadi asisten saya, congratulation." ucap alisya yg menjabat tangan Ani
"Selamat." ucap Dony,Rendi dan Radinal yg tersenyum.
__ADS_1
"Oh iya,kok bayinya bau ikan ya." ucap pak mayor
"Mungkin baby-nya sempat bermain ikan duluh di dalam kandungan sebelum keluar pak." ucap dony yg membuat semua orang tertawa termasuk Alisya.
Satu hari kemudian, istri pak Radinal juga mulai ingin melahirkan begitu pun hari berikutnya, Alisya tak pernah beristirahat membantu para istri tersebut melahirkan.
Selesai membantu istri Dony malahirkan, Alisya dan Ani berteduh di bawah pohon untuk melepas lelah mereka.
"Nona Alisya gak capek?, saya aja sebagai asisten nona merasa capek dalam satu hari kita melayani minimal 10 istri kalau nona capek meningan nona beristirahat." Ucap Ani
"Tapi kalau istirahat siapa yang mau membantu mereka bersalin, yakali para suami mereka." Canda Alisya yang membuat Ani tertawa.
"Tidak kebayang kalau mereka yang membantu istri nya melahirkan, paniknya minta ampun." Ucap Ani yang membuat mereka tertawa dan membuat lelahnya terasa hilang.
"Sebenarnya...nona kalau saya cerita ini, jangan cerita ke siapa siapa yah." Ucap Ani yang tampak serius.
"Iya, emang kenapa?." Tanya Alisya
"Sebenarnya saya tidak bisa hamil (Mandul), sebeb itu, mertua mantan suami saya tidak pernah memperlakukan saya sebagai menantunya sejak ia tahu hal tersebut, hingga suatu saat suami saya menikah lagi agar dapat memiliki anak, hari semakin hari suami saya mulai mengabaikan saya bahwa memperlakukan saya seperti pembantunya, mereka bahkan menampar dan memukul saya jika pekerjaan saya tidak seperti apa yang mereka inginkan." Ucap Ani yang di iringi air mata di pipinya yang mulai membasahi kedua pipinya.
Alisya memeluk Ani penuh dengan kehangatan, betapa traumanya ia.
"Lalu mengapa kamu tidak menceraikannya dari awal?." Tanya Alisya.
__ADS_1
"Ibu saya sakit di rumah sakit, sudah lama, sedangkan yang membiayai semuanya itu suami saya namun ia melakukan itu hanya karna agar ia terlihat sebagai suami yang baik di mata orang orang, saya tidak tega jika ibu saya harus di keluarkan dari rumah sakit sedangkan saya tidak mampu membiayainya. Satu bulan kemudian ibu saya meninggal dan berpesan untuk segera pergi dari rumah itu, dua hari setelah pemakaman ibu saya, saya berniat kabur namun saya ketahuan, suami dan juga mertua saya kembali menyiksa saya, mereka tidak rela jika saya kabur karna mereka selama ini sudah mengeluarkan uang untuk biaya ibu saya." Ucap Ani yang kembali menghela nafas tidak kuat menceritakan nya, mengingat penyiksaan yang masih berbekas di badannya belum lagi luka batin.
Alisya mencoba menguatkan Ani.
"Mengapa pada akhirnya kamu bisa lolos dari mereka?." Tanya Alisya.
"Mantan suami saya dan mertua saya di penjara gara gara telah menipu orang lain, yang telah menggelapkan dana umrah milyaran, itulah sebabnya saya bisa pergi dari Jawa tengah dan kembali ke Sulawesi Selatan." Ucap Ani.
"Sekarang ada kami, kamu tidak perlu takut lagi dan memulai hidup baru bersama kami." Ucap Alisya.
Mereka pun berpelukan seperti halnya adik kakak yang saling menguatkan.
Dari kejauhan terlihat Rendi berlarian menghampiri Alisya dan Ani, mengabarkan bahwa istri pak Albar akan melahirkan.
Mereka pun bergegas pergi.
Sesampai di sana, sudah terlihat para istri pak Albar dan juga pak Albar, menunggu kelahiran anak mereka.
Setelah satujaman menunggu akhirnya terdengar tangisan bayi. Alisya mengatakan bahwa bayinya perempuan, yang tentunya semua orang mengharapkan bayi laki laki tapi kita tidak bisa melawan takdir.
Dari 101 wanita yang telah melahirkan termasuk istri pak Albar, Mayor, Radinal, Rendi, Dony dan laki laki lainnya,
Istri Dony yang melahirkan anak laki laki yang paling banyak sebanyak 11 bayi laki laki sedangkan istri pak Albar semuanya melahirkan bayi perempuan.
__ADS_1