Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 6


__ADS_3

Mona dan Rina yang dari awal tidak menyukai Alisya sengaja membawa kelinci kesayangan Alisya ke hutan dan meninggalkan nya di sana.


"Magani yakko nissengi tau'e, matau ka iya." Ucap Mona dalam bahasa Bugis.


"dek majenamaga ajana mu mi tau, dek ma na issengi tau'e yakko dek mucerita'i ri padanna tau lainge." Ucap Rina.


"gattino pale, engka matu mita Ki tau." Ucap Mona.


Oke Google


(Mona bertanya, bagaimana jika orang tahu, saya takut. Rina pun mengatakan tidak apa apa, tidak usah takut, orang tidak akan tahu jika kamu tidak memberi tahu ke orang lain, yaudah cepat, nanti ada orang yang melihat kita. Kata Mona).


Di tempat lain, Alisya yang sedari tadi tidak melihat moci kelinci kesayangan mencoba mencari nya di seluruh ruangan kamarnya, karna tak menemukan juga ia kemudian mencarinya di luar.


"Moci.... Moci....." panggil Alisya.


Alisya kemudian teringat kejadian minggu lalu yang ia sempat kira moci yang di panggang, ia pun bergegas ke dapur namun hanya ada beberapa istri pak Mayor dan Randi.


"Nona Alisya kenapa terlihat gelisah?." Tanya istri pak Mayor.

__ADS_1


"saya lagi mencari moci, sudah tadi pagi saya tidak melihat nya biasanya dia bermain di belakang rumah tapi kali ini tidak ada." Ucap Alisya.


"Mungkin saja dia sedang bermain di bawah pisang karna saya pernah melihat nya beberapa kali di sana." Ucap istri pak Mayor.


Alisya pun segera pergi ketempat yang istri pak Mayor katakan, sesampai nya di sana ia tetap tak melihat moci.


Mata Alisya mulai berkaca kaca yang terlihat ingin menangis, karna hanya moci yang selama ini yang menemaninya, mendengar curahan hatinya.


Alisya merasa khawatir jika moci bermain terlalu jauh apalagi jika masuk ke hutan takut akan di makan binatang buas, namun sekeras apapun Alisya mencari moci di tempat tersebut ia tak juga menemukan nya, Alisya pun bertekad masuk ke hutan yang waktu itu hampir sudah mau malam.


Alisya terus melangkah dan memanggil manggil nama moci, semakin jauh ia melangkah semakin dalam ia memasuki hutan, yang hanya terdengar suara burung hantu dan burung lainnya di temani bulan yang terang malam itu.


Dari kejauhan Alisya melihat moci yang sedang berteduh di bawah tumpukan dedaunan yang terlihat kedinginan, betapa senangnya Alisya yang segera memeluk moci.


Di perumahan, Pak Albar, Mayor dan Radinal telah kembali sehabis dari mencari kayu untuk di buat rumah.


"Bagaimana dengan kayu yang masih berada di sana, bagaimana kita membawahnya?, jet pun tidak bisa kita pakai untuk mengangkut karna sudah kehabisan bahan bakar"." Ucap Radinal.


"Mau tidak mau kita harus menggunakan tenaga kita." Ucap pak Mayor.

__ADS_1


yang segera menginformasikan kesemua laki laki bahwa besok mereka harus bergotong royong membawah kayu kayu tersebut ke perumahan mereka.


Pak Albar yang sedari tadi tidak melihat Alisya, bertanya tentang keberadaan Alisya namun tidak ada seorang pun yang melihatnya, salah seorang wanita mengatakan bahwa terakhir kali melihat Alisya saat tadi sore yang sedang mencari moci.


Rani dan Mona mendengar hal tersebut saling pandang memandang, takut orang lain mengetahui perbuatan mereka, bisa bisa mereka di usir.


Pak Albar beserta yang lainnya segera mencari Alisya namun tidak menemukan nya juga, Pak Albar menemukan gelang Alisya yang mengarah jalan masuk hutan, tanpa pikir panjang Pak Albar memasuki hutan mencari Alisya tampa sepengetahuan semua orang.


Semakin jauh memasuki hutan pak Albar juga belum menemukan Alisya, ia mulai gelisah dan bertanya tanya bagaimana jika Alisya sudah kembali ke rumah namun, hati kecilnya terus membimbing nya untuk tetap mencari Alisya, dengan bulan yang terang di bantu obor yang pak Albar bawah sebagai penerang dari kejauhan ia melihat wanita yang terlihat ketakutan, yang tentunya Alisya, Pak Albar memanggil nama Alisya, Alisya yang melihat Pak Albar segera memeluknya.


Pak Albar bertanya mengapa ia bisa ada di dalam hutan, Alisya kemudian menceritakan apa yang terjadi, Pak Albar dapat memahami hal tersebut namun nyama dan keselamatan Alisya sangatlah penting.


Pak Albar dan Alisya segera kembali takut yang lainnya khawatir, Pak Albar Kemudian menggendong Alisya dan tak membiarkan ia berjalan.


Melihat kedatangan Pak Albar dan Alisya semua orang merasa lega dan bertanya tanya mengapa moci bisa sampai ke hutan itu tidak lah mungkin ia bermain sejauh itu.


mendengar hal tersebut Rani dan Mona mulai berkeringat dingin, saling pandang memandang.


Pak Albar kemudian mengatakan hal itu tidak lah penting, karna terpenting sekarang Alisya baik baik saja.

__ADS_1


Pak Albar membawah istri kecilnya tersebut kembali ke kamarnya, melihat hal tersebut membuat Rani dan Mona semakin tidak menyukai nya.


Karena kejadian kemarin malam tersebut membuat hati Alisya terhadap pak Albar mulai terbuka. Ia menyadari betapa khawatirnya pak Albar malam itu jika dirinya terluka.


__ADS_2