Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 47


__ADS_3

Pak Narun dan juga warga yang segera mendesak Pak Albar dan juga Ani untuk melangsungkan pernikahan.


Karna terpojok pak Albar pun menuruti kemauan semua orang,Alisya yang mengetahui hal tersebut semakin cemburu namun di tenangkan oleh pak Mayor.


Pak Albar dan Ani di bawah ke rumah pak Narun untuk melangsungkan pernikahan. Di saksikan oleh Alisya, Radinal, Sona, Rani dan juga yang lainnya.


"Lihat muka Ani dia terlihat tampak senang banget." ucap Rani


"Iya iyalah dia senang rencana dia kan berhasil." ucap Vania


"Rencana? rencana apa?." Tanya Mona yang polos namun pertanyaannya di abaikan oleh Vania.


Saat Pak Albar yang sudah ingin mengucapkan ijab kabul tiba tiba pak Mayor dan Dony datang dan mengatakan bahwa pernikahan ini seharusnya tidak akan pernah terjadi membuat semua orang kaget dan kebingungan dengan perkataan pak Mayor.


"Kami sudah tahu akal busuk kamu, tidak usah so polos gitu." ucap Dony kepada Ani


"Apa maksud kamu mas." Ucap Ani yang segera bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Saya tidak menyangka kamu selicik ini." ucap Dony


Pak Mayor menceritakan bahwa Ani sengaja memberikan obat bius yang terbuat dari tanaman membuat pak Albar tak sadarkan diri dan mengarang cerita bahwa ia dan pak Albar sudah tidur bersama.


kemudian Dony menambahkan bahwa pada saat sebelum kejadian, Dony melihat Ani yang terlihat buru buru pergi keluar rumah yang saat itu sedang hujan deras,ia pun mengikuti nya yang ternyata dugaannya benar,Ani ke rumah pak Albar, terlihat Ani sengaja membasahi tubuhnya dengan air hujan dan memasuki rumah pak Albar menunggu kepulangan pak Albar.


Saat kejadian Dony pun juga menyaksikan Ani yang meletakkan tanaman yang telah ia racik dan meletakkan ke minuman pak Albar membuat pak Albar tak sadarkan diri.


Pak Albar juga mengatakan bahwa di balik kematian Lilis itu dilakukan oleh Ani dengan Vania,Alisya dan juga yang lainnya mendengar hal tersebut sangat terkejut.


"Orang seperti mereka tidak pantas berada di desa kita,usir mereka." teriak salah satu warga


"iya usir dasar pembunuh." teriak salah satu wanita


Pak Albar dan juga yang lainnya segera mendesak mereka berdua untuk mengakui kesalahan mereka.


"Tidak ini bukan kesalahan saya pak saya hanya di suruh oleh Ani untuk membakar rumah Lilis yang ada Alisya di dalam,saya hanya di suruh pak." ucap Vania panik

__ADS_1


"Sama aja kalian sama sama pembunuh." ucap salah satu wanita


"iya wuuuu.teriak semuanya yang terlihat marah


"Jadi selama ini kamu yang mengancam dan meneror aku." ucap Alisya yang terlihat marah


Ani kemudian menceritakan bahwa ia sebenarnya sudah lama tidak menyukai Alisya bahkan sejak ia di lahirkan.


Ani pernah menceritakan tentang suaminya yang meninggalkan nya karna dirinya tidak bisa hamil itu sebenernya cerita ibunya,yang ia ceritakan bahwa ia tidak bisa hamil dan di aniyaya oleh suaminya dan juga mertua nya itu adalah ibunya sendiri dan Alisya adalah anak dari istri ayah Ani yang kedua tersebut. Saat Ibu Alisya di kabarkan mengandung Alisya yang ternyata ibu Ani pada saat itu juga sedang hamil ia ingin menceritakan tersebut ke ayah mereka namun ayah mereka seakan tak peduli lagi kepada ibu Ani dan tak siapapun yang mengetahui bahwa ibu Ani saat itu sedang hamil juga.


maka dari itu,Ani sengaja datang ke tempat ini untuk mencari Alisya untuk membalaskan dendam ibunya.Namun saat bencana datang dan mengira Alisya sudah meninggal membuat Ani hadapan nya untuk membalas dendam sirna begitu saja.


Tapi kendali demikian saat melihat Alisya yang datang bersama pak Albar dan juga yang lainnya saat itu,ia yang segera melihat foto yang ia simpan yang ternyata itu adalah benar benar Alisya yang ia cari selama ini.


ia pun memulai pembalasan nya dengan menerornya dan bahkan mengancam membunuh anaknya.Namun ia urungkan niatnya karna ia masih ingin bermain main dengan Alisya dengan merebut pak Albar.


sedangkan Vania membantu Ani karna ia di janjikan bahwa ia akan bersama pak Albar jika Alisya tak ada.

__ADS_1


__ADS_2