Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 43


__ADS_3

Pak Albar,pak Mayor , Alisya dan juga Dony sudah bersiap siap untuk ke hutan belantara di iringi kepergian nya bersama para istri mereka.Mereka mendoakan keselamatan Pak Albar dan juga yang lainnya.


Pak Albar dan juga yang lainnya pun mulai meninggalkan desa mereka.


Sudah duajaman mereka berjalan,Alisya tampak kelelahan, melihat hal tersebut pak Albar dan juga yang lainnya beristirahat sejenak.


"kamu masih kuat, kalau kamu capek saya akan menggendong kamu." ucap pak Mayor


"enggak mas,saya masih kuat." ucap Alisya tersenyum


Setalah beristirahat mereka pun melanjutkan kembali perjalanan mereka.Tak terasa sudah mau malam namun mereka belum menemukan tempat yang cocok untuk mendirikan tenda dan beristirahat.


Setelah menemukan tempat yang cocok untuk mereka tempati,mereka pun segera mendirikan tenda dan beristirahat serta menyalakan api unggun.


Terlihat mereka berempat menikmati moments tersebut,Alisya terus melihat bintang dan mengingat moments bersama nya dengan pak Albar begitu pun dengan pak Albar yang juga mengingatkan moment mereka berdua.


"Sayang sebaiknya kamu istirahat ini sudah hampir tengah malam besok kita akan melanjutkan perjalanan pagi pagi." ucap pak Mayor


"baik mas..ucap Alisya yang segera masuk ke dalam tenda.


Jam 12 malam lewat terdengar di luar tenda meraka seperti ada yang melempari sesuatu. Pak Albar yang mendengar hal tersebut segera keluar untuk mengeceknya begitu pun dengan pak Mayor.


Betapa terkejutnya mereka saat keluar sudah melihat manusia yang aneh,dan berbicara yang bahkan mereka tidak mengerti sama sekali , seperti nya mereka tak menyukai keberadaan pak Albar beserta yang lainnya di tempat tersebut,melihat hal tersebut pak Albar dan pak Mayor sudah mengetahui bahwa manusia tersebut pasti suku di sana yang sempat pak Narun katakan.


tak berselang lama Alisya dan juga Dony yang mendengar keributan di luar tenda segera keluar.

__ADS_1


Pak Albar yang mencoba untuk berbicara baik baik,namun suku tersebut mengangkat tongkat nya yang runcing tepat mengenai lengan pak Albar membuat darah di tangan pak Albar mengalir dengan cukup banyak. Melihat hal tersebut betapa khawatirnya Alisya ia segera menghampiri pak Albar dan membalurkan luka pak Albar dengan menyobek lengan bajunya sedangkan pak Mayor dan Dony mencoba melawan suku tersebut.


Melihat suasana yang sudah tak terkendali,pak Mayor menyuruh semuanya untuk Segera pergi.


karna malam yang gelap membuat mereka terpisah pisah ,pak Mayor bersama Dony dan pak Albar dengan Alisya yang terus berpegangan tangan yang tampah mereka sadari.


Sudah cukup jauh pak Albar dan Alisya berjalan dan beristirahat tampak mereka masih mengatur nafas mereka.


pak Albar dan Alisya yang sadar sedang berpegangan tangan,mereka pun segera melepaskan satu sama lain.


Dan menyadari bahwa mereka berempat berpisah.


"Bagaimana dengan pak Mayor dan Dony, apakah mereka baik baik saja,apa mereka tidak di tangkap oleh suku tersebut." ucap Alisya yang tampak panik dan ketakutan.


"Nona Lilis,tenang saja pak mayor dan Dony pasti baik baik saja." ucap pak Albar yang mencoba menenangkan Alisya.


entah apa yang di pikirkan pak Albar seketika menyebut nama Alisya di depan alisnya, membuat Alisya terkejutnya.


"Alisya...ucap pak Albar


"Apa yang bapak maksud?." tanya Alisya yang takut akan ketahuan identitas sebenarnya.


"Maaf saya mengira kamu Alisya,saya sungguh minta maaf." ucap pak Albar yang kembali melepaskan tangan Alisya.


"Bagaimana luka kamu?." tanya Alisya

__ADS_1


"Sudah membaik." ucap pak Albar


Pak Albar dan Alisya yang sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk mencari pak Mayor dan Dony, memutuskan untuk beristirahat di sana saja dan melanjutkan besok pagi. Pak Albar dan Alisya tidur di bawah pohon dengan tempat yang berbeda namun pak Albar masih bisa mengawasi Alisya dari kejauhan.


Jam 2 Alisya terlihat mengigil kedinginan dan mengigo..Pak Albar segera mendekati Alisya dan menghangatkannya dengan membuka jaketnya dan memberikannya ke Alisya. Saat Alisya sadar akan ada pak Albar di samping nya ia segera mengembalikan jaket tersebut biar pak Albar tidak kedinginan namun pak Albar kembali memberikan jaket tersebut ke Alisya.


"Pak lihat luka kamu tambah makin para." ucap Alisya yang khawatir melihat lengan tangan pak Albar kembali mengeluarkan darah.


Alisya yang khawatir tak sadarkan diri air matanya keluar, melihat hal tersebut pak Albar kembali menyebut nama Alisya sambil menatap mata Alisya.


"Mengapa kamu tidak jujur kepadaku." ucap pak Albar yang membuat Alisya terkejut dengan ucapan pak Albar


"Saya tidak tahu tapi entah mengapa saya merasa kamu adalah istriku, istri yang saya cintai." ucap pak Albar yang membuat ketegangan Meraka berdua mulai kembali.


Alisya meneteskan air mata tampa berkata apa apa.


melihat hal tersebut pak Albar segera menyadari nya bawah filingnya selama ini tidak salah bahwa di depannya adalah istri kecilnya.pak Albar segera memeluk Alisya begitupun Alisya.


Alisya meminta maaf sedangkan pak Albar masih tidak percaya dengan semua ini,ini adalah kebahagiaan yang telah hilang kembali lagi.


Pak Albar bertanya mengapa ia menyembunyikan nya, Ailisya pun menceritakan semuanya dari awal membuat pak Albar meresa bersalah tidak bisa merasakan bahaya yang sedang istrinya sedang hadapi.


Alisya kemudian mengatakan bahwa,pak Mayor sebenarnya sudah mengetahui bahwa dirinya bukanlah istrinya sejak Alisya sembuh dari koma namun pak Mayor tidak menceritakan hal tersebut kepada pak Albar karna permintaan Alisya untuk merahasiakan nya sementara waktu menunggu moment yang tepat.


Pak Albar mencium kening Alisya sembari memeluk istri kecilnya dan menyelimuti nya dengan jaketnya penuh dengan kehangatan.

__ADS_1


Tampak moment yang indah tersebut kembali ia rasakan, seakan mereka berdua tak ingin berpisah lagi.


__ADS_2