Alisya & Albar

Alisya & Albar
Chapter 45


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah hati Alisya dan juga pak Albar. Pak Albar kerumah pak Mayor karna merasa kangen dengan Alisya dengan beralasan bahwa Barsya ingin bertemu dengan Alisya.


"Mama...teriak Barsya


"Aku bilang jangan panggil mama aku." Ucap Gandar yang cemburu


"Gandar tidak boleh seperti itu...inikan juga mama Barsya jadi Gandar tidak boleh seperti itu." ucap pak Mayor


" iya pak...ucap Gandar.


"Sayang kalian berdua itu anak mama, jagoan mama." ucap Alisya kepada barsya dan gandar.


Pak Mayor sengaja membawah Gandar dan Barsya untuk keluar agar Alisya dan pak Albar menikmati moments mereka berdua.


"Ayah apa om (Albar) akan mengambil mama aku?." tanya Gandar yang tampak bersedih


"Anak ayah kenapa bilang seperti itu..om Albar tidak akan pernah mengambil mama Alisya dari Gandar." Ucap pak Mayor


"Gandar tidak usah bersedih,dia mama kita berdua, aku dan juga ayah tidak akan merebut mama." ucap Barsya polos.


Mendengar hal tersebut,Gandar dan Barsya segera berpelukan dan berbaikan, melihat itu pak Mayor tersenyum dan ikut memeluk mereka berdua.


"Sayang kapan kamu akan pulang ke rumah?." Tanya pak Albar


"Sabar mas..sebelum kita menemukan seseorang tersebut aku tidak ingin membuka identitas ku." ucap Alisya


"saya mengerti saya akan sabar menunggu istri kecil ku ini." ucap pak Albar sambil mencubit hidung Alisya dengan manja.


"Saya juga mau minta maaf karna tidak bisa merawat hewan kesayangan kamu". ucap pak Albar

__ADS_1


" iya mas saya mengerti ini juga bukan kesalahan mas." ucap Alisya.


Di tempat lain,Ani yang hendak ke rumah pak Albar untuk menjenguk Barsya segera di cegah oleh Dony.


"Kamu mau kemana?." Tanya Dony


"Kerumah pak Albar,ini sudah waktunya Barsya makan siang." ucap Ani


"Oh." ucap Dony yang terlihat tak menyukai hal tersebut.


"Kamu tidak usah kesana pak Albar dan Barsya lagi berada di rumah Pak Mayor." ucap Dony


"kok gak bilang ke saya, kalau mereka ke sana."ucap Ani


"emang pak Albar siapanya kamu sehingga harus bilang dulu." ucap Dony yang masih terlihat tak menyukai hal tersebut yang segera keluar dari rumah nya.


"Dia kenapa si." Ucap Ani yang seakan tak peduli dengan suaminya.


"Pa..boleh Barsya nginap di sini semalam aja pah." ucap Barsya


"iya mas.. tidak apa apa kan?." Tanya Alisya


"Yah tidak apa apa,aku rasa memang seharusnya Barsya lebih sering bersama kamu dia pasti sudah sangat kangen bersama kamu." ucap pak Albar


"Kenapa sekalian saja pak Albar juga bermalam di sini." ucap pak Mayor


"tidak usah pak saya pulang saja." ucap pak Albar


"Sayang saya pulang dulu yah." ucap pak Albar kepada Alisya

__ADS_1


" iya mas hati hati." ucap Alisya


Di tengah perjalanan terlihat cuaca mulai mendung dan hujan pun turun,pak Albar segera berlari menuju rumahnya, sesampai di rumahnya ia tampak basah kuyup.


Saat hendak masuk ke dalam rumah nya terlihat,pak Albar merasa heran melihat pintu rumahnya yang sedikit terbuka,ia pun segera masuk dan mengeceknya.


Tiba tiba muncul seseorang di belakang pak Albar yang menepuk pundaknya membuat pak Albar terkejut,ia pun segera menyalakan obornya yang ternyata itu adalah Ani.


"Ani?, mengapa kamu di sini?." Tanya pak Albar


"maaf pak saya datang ke sini karna saya khawatir kepada Barsya tapi saat saya sampai ternyata bapak dan Barsya belum pulang." ucap Ani yang terlihat mengigil karna habis kehujanan.


Melihat hal tersebut pak Albar segera mengambilkan Ani pakaian Alisya untuk ia kenakan sementara waktu.


"oh iya pak,Barsya mana?." tanya Ani


"Barsya lagi di rumahnya pak Mayor,ia bermalam di sana." ucap pak Albar


"Ooh iya pak." ucap Ani yang terlihat sangat ingin bertemu Barsya


"kamu gak usah khawatir besokkan kamu masih bisa bertemu Barsya." ucap pak Albar


"Iya pak..ucap Ani


Setelah mengganti pakaian nya, terlihat baju Alisya di badan Ani sedikit terbuka,ia terlihat tidak nyaman dengan hal tersebut.


Angin mulai berhembus dengan kencang yang menyebabkan obor pak Albar yang telah ia letakkan seketika padam.


Petir mulai menyambar dengan di iringi Guntur,Ani yang ketakutan segera memegang tangan pak Albar dengan rasa takut di benaknya.

__ADS_1


Pak Albar melepaskan tangan Ani dan mengatakan tidak apa apa Kemudian segera menyalahkan obor itu kembali.


__ADS_2