
Pak Albar yang habis menidurkan Barsya anaknya,ia yang masuk ke kamar Alisya merasa curiga melihat kamar Alisya tidak tertutup dengan rapat, ia pun masuk dan mengeceknya melihat sekeliling namun tak ada yang mencurigakan namun pada saat melihat moci dan Momo sudah terkapar di lantai yang segera mengeceknya dan benar saja kelinci kesayangan Alisya istri tercinta nya telah mati telah di racuni.
Pak Albar segera membawah kelinci tersebut keluar yang hendak menguburkannya,tampak di wajah pak Albar yang merasa bersalah tidak dapat menjaga moci kalau Alisya tahu Alisya pasti bersedih.
Dan benar saja,Alisya yang melihat pak Albar membawah moci yang sudah mati membuat Alisya sangat bersedih menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Pak kenapa moci bisa mati?." tanya Rendi
"Saya juga tidak tahu,saat saya masuk tiba tiba saya melihat moci dan juga Momo sudah terkapar di lantai, seperti nya ia sudah di racuni melihat mulutnya yang berbusa dan kukunya menghitam." ucap pak Albar
"kasihan padahal nona Alisya sangat menyayangi moci." ucap Dony
Mendengar penuturan pak Albar, Alisya teringat kembali dengan seseorang yang ia lihat yang sempat masuk ke kamarnya dan memberikan makanan kepada moci dan Momo, Alisya yakin bahwa pelaku nya pasti seseorang yang misterius tersebut.
"(Setelah kamu hampir membunuh saya sekarang kamu racuni moci, satu persatu orang orang terdekat aku kamu bunuh)." ucap Alisya yang bersedih bercampur dengan rasa amarah.
"Mas saya dan juga Gandar pulang duluan yah." ucap Alisya yang berpamitan ke pak Mayor
"Yaudah kita barengan saja,saya juga sudah mau pulang kita berpamitan ke pak Albar terlebih dahulu yah." ucap pak Mayor
"Enggak usah mas,kalau tunggu pak Albar seperti nya akan lama saya merasa sedikit pusing mau istirahat." ucap Alisya yang saat itu pak Albar sedang menguburkan moci dan Momo di belakang pekarangan rumah nya.
__ADS_1
"yaudah kita bilang ke yang lain saja untuk menyampaikan ke pak Albar bahwa kita sudah pulang." ucap pak Mayor
" iya mas." ucap Alisya
Di sepanjang perjalanan pak Mayor yang melihat Alisya terlihat aneh tadi waktu pergi ia begitu senang tapi pada saat pulang ia begitu pendiam.
"Sayang jika ada apa apa bilang ke aku." ucap pak Mayor
"Tidak mas saya hanya merasa pusing mungkin butuh istirahat saja." ucap Alisya
" yaudah saya gendong." ucap pak Mayor yang membuat Alisya malu
"enggak usah saya masih bisa jalan sendiri." ucap Alisya
"Tidak mama masih bisa berjalan." ucap Alisya
"Mama malu yaa kalau mama malu saya bisa menggendong mama." ucap Gandar yang menggoda mamanya (Alisya) yang membuat pak Mayor dan Alisya tersenyum dengan perkataan Gandar.
"Anak aku yang satu ini sungguh cerewet namun begitu sayang sama mamanya." ucap pak Mayor
"iya dong..ucap Gandar
__ADS_1
Di lain sisi...
"Ani..ucap pak Albar yang menghampiri Ani
"iya pak."ucap Ani
"Sebaiknya kamu juga pulang dan beristirahat dari tadi pagi kamu di sini dan menjaga Barsya terimakasih sebelumnya." ucap pak Albar
"gak papa pak itu tidak masalah bagi saya, menjaga Barsya tidak sama sekali membuat saya capek malah sayang senang jika terus di samping barsya." ucap Ani
"Sekali lagi terimakasih tapi sebaiknya Ani pulang,Dony juga sudah menunggu di luar,biar barsya saya yang menjaganya.ucap pak Albar yang melihat ke anaknya Barsya yang sudah tertidur pulas.
"baik pak, kalau gitu saya pamit pulang." ucap Ani
"Kamu lama banget dari tadi saya nungguin kamu." ucap Dony
"iya maaf lagian kamu ngapain nungguin saya,hari ini kan juga bukan giliran kamu di rumah." ucap Ani
"Iya memnag bukan, tapi saya sebagai suami yang baik harus memastikan satu persatu istri saya kembali ke rumah dengan selamat." ucap Dony
"Tumben..ucap Ani
__ADS_1
"Iya nih so jadi suami yang bertanggung jawab lagi." ledek Rendi