
Pagi pagi Alisya sudah terlihat berada di kebun sedang memetik beberapa sayuran, setelah merasa cukup ia pun kembali ke dapur dan mencoba memasak namun berkali kali gagal karna makanan yang ia buat selalu rasanya tidak enak.
Lilis yang melihat Alisya mencoba bertanya...
"Apakah nona Alisya sedang belajar memasak?." Tanya Lilis.
"Iya, saya ingin membuatkan makanan buat pak Albar tanda terima kasih saya atas apa yang terjadi kemarin dan juga tanda minta maaf saya." Ucap Alisya.
"Nona kenapa gak panggil saya aja, saya bisa mengajari nona." Ucap Lilis.
"Betulkah?, kamu mau membantu saya." Tanya Alisya.
"Tentu bisa." Ucap Lilis.
Beberapa menit kemudian, makanan yang Alisya buat selesai, ia pun berterima kasih kepada Lilis karna telah membantunya.
Selesai menghidangkan makanan tersebut, Alisya segera membawanya ke rumahnya, menunggu pak Albar datang.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.34 siang namun pak Albar tak kunjung datang, biasanya jam 9 pagi pak Albar datang mengecek Alisya, walaupun waktu nya bermalam di istrinya yang lain. Sudah 2 jam Alisya menunggu namun pak Albar tak kunjung datang, Alisya sempat ingin menemui pak Albar namun ia berfikir bagaimana jika pak Albar masih tidur di rumah istrinya yang lain, ia tidak ingin mengganggunya dan juga apa yang akan mereka fikirkan jika Alisya tiba tiba datang ke sana dan menyuruh pak Albar kembali ke rumahnya. Makanan yang dia hidangkan pun sudah dingin, ia pun menutup makanan tersebut dan masuk ke kamarnya.
Di lain tempat...
Pak Albar dan juga laki laki lainnya terlihat sedang membangun rumah, sehingga itulah yang membuat pak Albar lupa mengunjungi Alisya.
Lilis beserta istri yang lainnya membawakan para suaminya makanan dan air minum, melihat pak Albar masih di sana, Lilis pun mencoba bertanya.
"Pak Albar apakah tadi sudah menemui Alisya?." Tanya Lilis.
__ADS_1
"Sehabis ini aku akan menemuinya." Ucap Pak Albar.
"Apa tidak sebaiknya sekarang, soalnya...tadi nona Alisya sudah membuatkan Pak Albar makanan." Ucap Lilis.
Mendengar perkataan Lilis istri pak Mayor, ia pun bergegas pulang.
Sesampai di rumah, Pak Albar hanya melihat makanan yang Alisya sudah persiapkan untuknya, ia pun merasa bersalah yang sebenarnya tadi pagi ia sempat ingin ke rumah Alisya kemudian kembali membangun rumah namun sehabis dari istrinya yang lain, yang ia tempati bermalam semalam, ia mampir terlebih dahulu di tempat di mana mereka bangun rumah, karna membantu yang lain hingga ia lupa akan ke rumah Alisya.
Pak Albar mencari Alisya ke kamarnya menemukan Alisya yang sudah tertidur, ia pun mencium kening istrinya dan minta maaf karna telah membuatnya menunggu.
Sorenya Alisya sudah terbangun dari tidurnya, ia kemudian keluar dari kamarnya dan melihat makanan yang ada di meja tersebut sudah habis, ia pun tersenyum karna pasti yang telah memakan makanan tersebut pak Albar.
Alisya pun bergegas menuju sungai karna ia, Lilis beserta yang lainnya akan mencuci baju di sana.
Sesampainya mereka di sana....
"Saya belum pernah melihatnya dari sejak pagi." Ucap Alisya.
"bukannya pak Albar tadi ke rumah Alisya?." Tanya Lilis.
"Ia dia sempat ke rumah, tapi saya ketiduran saat menunggu dia, habisnya saya merasa kesel, saya menunggu lama malah gak datang gak di suruh datang eh malah datang, hemm." Ucap Alisya.
"Nona Alisya gak usah kesal, sebenarnya pak Albar terlambat datang karna mungkin dia lupa, karna kemarin pak Albar sedang membangun rumah dengan yang lain hingga lupa waktu." Ucap Lilis.
Mendengar penuturan Lilis, Alisya dapat memahami.
Dari tempat yang sama, Rani dan Mona yang sedang memperhatikan Alisya dan Lilis sedang berbicara...
__ADS_1
"Mon, Lihat para wanita yang di sayangi suami lagi ngerumpi." Ucap Rani sambil ******* ***** baju yang ia sedang cuci.
"Kesel si kesel Ran, tapi baju itu jangan di gituin juga nanti rusak, udah tahu kita lagi kekurangan baju." Ucap Mona.
"Habis kamu, gak usah ngajak ngajak saya ke sini, malas aku lihat wajah wajah polos mereka." Ucap Rani.
"Kok nyalahin saya, tadi saya hanya nawarin gak maksa juga, malahan tadi kamu yang paling semangat mau ke sungai." Ucap Mona.
"Usss, cepat selesaikan supaya kita cepat pulang." Ucap Rani.
"hemm salah lagi salah lagi." Ucap Mona.
Di lain sisi, Dony dan Randi sedang membersihkan badan mereka sehabis mengangkat beberapa kayu dari hutan.
Melihat suami mereka, para istri istri Dony dan Randi segera menghampiri suaminya dan membantunya.
"Wah, seruh yah punya banyak istri." teriak Alisya.
"Iya dong, apa lagi setiap hari bisa menghabiskan beberapa ronde." Ucap Dony yang membuat para istrinya tersipu malu.
"Satu hari berapa kali tuh." Ucap Randi.
"Yah cukuplah." Ucap Dony.
Dari kejauhan juga terdapat istri pak Albar yang berwajah wanita kedesa desa an gitu, namanya Vania gadis desa yang pemalu, setiap kali orang melihatnya, ia selalu menunduk, rambutnya selalu ia ikat dua, wanita penurut, yah biasalah namanya gadis desa, hal itulah yang membuat Rani dan Mona sesekali memanfaatkan keluguan Vania.
"Nona Alisya, itu istri suami kamu jugakan?." Tanya Lilis.
__ADS_1
"Setahuku ia cuma dia jarang berinteraksi sama kita, namanya Vania katanya gadis desa mungkin karna itu ia terlihat lebih pemalu dari yang lain." Ucap Alisya.