
"Akhirnya bangkai yang busuk itu ketahuan juga." Ucap Rani
"Kami tidak menyangka kamu sejahat itu jangan jangan kamu juga yang membunuh Ronal." ucap sona
"Yah pasti dia lah." ucap Rani
"Gara gara dia Nona Alisya dan Lilis meninggal." Ucap Sona
"kalian harus mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah kalian lakukan." ucap Rendi
"iya betul itu,dia harus di hukum mati juga." ucap salah satu warga.
Vania segera berlutut dan meminta maaf atas kesalahannya namun tak ada lagi yang peduli dengan dirinya begitupun dengan Ani.
"Nona Alisya pasti masih ada di sini sampai sekarang jika bukan kalian, seharusnya kalian saja yang meninggal." ucap Mona
"Nona Alisya sebenarnya belum meninggal." ucap pak Albar yang membuat semua orang terkejut.
Pak Albar kemudian mengatakan bahwa yang di depan mereka saat ini yang mereka anggap Lilis itu adalah nona Alisya yang sengaja identitas di rahasiakan untuk membuka kebusukan dari Ani dan Vania.
Pak mayor dan Dony juga sudah mengetahui hal tersebut saat di hutan.
Pak Albar dan juga yang lainnya akhirnya memutuskan untuk mengasingkan Ani dan Vania dari desa tersebut ia di usir dan tak boleh Kembali lagi ke desa tersebut atas perbuatan yang mereka telah lakukan sendiri.
__ADS_1
Seberapa keras mereka meminta maaf meraka juga tidak akan bisa mengembalikan seseorang yang telah ia bunuh.
Ani dan Vania di usir dengan paksa oleh warga lainnya.
2 hari setelah kejadian...
Alisya akhirnya kembali ke rumahnya, rumah yang ia rindukan dan juga suaminya di tambah dua anak yang ia miliki sekarang membuat kehidupannya semakin bahagia.
"Sayang mama.. hati hati nanti kalian terluka. teriak Alisya kepada Gandar dan Barsya yang sedang berlatih bela diri dengan pak Albar
"Iya ma..ucap keduanya
"Sayang tidak perlu khawatir mereka laki laki yang seharusnya harus kuat seperti ayahnya." ucap pak Albar yang menghampiri istrinya.
"Mereka kan masih kecil mas." ucap Alisya khawatir
"Selamat pagi...ucap." Dony dengan yang lainnya yang datang ke rumah pak Albar
"pagi Don." ucap pak Albar dan Alisya.
Kemudian di susul oleh pak Mayor dengan di dampingi para istri nya.
"Ayah...teriak Gandar yang segera menghampiri ayahnya (pak mayor).
__ADS_1
"wah tampaknya anak papa semakin hari semakin jago bela dirinya apa lagi di ajarkan langsung oleh pak Albar." ucap pak Mayor
"Iya dong pa." ucap Gandar dengan bangganya.
Tampak keceriaan di wajah mereka begitu terlihat dengan momen kebersamaan dan masalah masalah yang selama ini telah mereka hadapi seakan sirna dengan canda tawa bersama anak anak mereka.
"Tampaknya rencana kita untuk menambah populasi kita akhirnya berhasil." ucap pak Mayor sambil melihat begitu banyak anak anak mereka yang sedang bermain bahkan ada yang sudah dewasa,menikah,balita dan sebagainya.
"Iya pa, akhirnya apa yang kita rencanakan sesuai apa yang kita inginkan." ucap pak Albar.
Hari semakin hari wajah Alisya juga sudah tampak sembuh dari luka bakar di wajahnya membuat nya ia sangat senang dan bersyukur.
Malamnya,Gandar dan Barsya sudah tertidur pulas sedangkan Pak Albar dan Alisya terlihat sedang menikmati kebersamaan mereka di dekat jendela mereka sembari memandangi bulan dan bintang yang begitu terang malam itu.Seakan menyaksikan cinta mereka berdua.
"Sayang kamu tidak ingin menambah anak lagi." ucap pak Albar yang menggoda Alisya
"Mas ngomong apa...aku gak dengar." ucap Alisya yang tersipu malu.
Pak Albar kemudian mencium pipi Alisya dengan lembut sedangkan Alisya hanya terus menunduk dan terlihat tersipu malu, pak Albar menarik istrinya tersebut dengan pelan membawanya ke kasur sembari menutup jendela rumahnya menikmati moments yang selama ini yang ia nanti.
Eaaaa🤭
Akhirnya cerita "Alisya & Albar" Tamat sampai di sini mudah mudahan kita bisa bertemu di 🍒 cerita selanjutnya.
__ADS_1
See you in the next story😉
...****************...