
Pak Albar, Alisya, Ani dan Dony ke hutan untuk berburu.
Pak Albar dan Dony yang saat itu melihat rusa segera memberikan kode agar segera memanahnya, tepat anak panah tersebut mengenai perut rusa, membuat hewan tersebut terkapar. Di lain sisi Alisya dan Ani sedang mengambil bunga bunga yang mereka temukan dan akan mereka tanam di rumah mereka.
"Sayang." Ucap pak Albar yang menghampiri Alisya
"Jangan panggil sayang, bagaimana kalau mereka dengar." Ucap Alisya
"Emang kenapa,gak ada yang salah,kamu kan istri saya." Ucap pak Albar
"Iya tapi aku malu." Ucap Alisya
"Gak perlu malu... Ini sudah hampir malam, sebaiknya kita pulang." Ucap pak Albar.
Sesampai di rumah.. Alisya segera bergegas mandi.Setelah selesai mandi Alisya yang masih melihat pak Albar masih berada di kamar mereka.
"Bukannya sudah malam, hari ini kamu ke rumah istri kamu yang lain kan." Ucap Alisya
"Saya hanya ingin pergi setelah mencium istriku ini." Ucap pak Albar yang segera mencium pipi Alisya
"Yaudah sana." Ucap Alisya dan pak Albar masih tetap menatapnya.
"Tunggu aku besok." Ucap pak Albar penuh dengan rasa cinta.
Paginya Alisya ke rumah Lilis untuk menjenguknya dan juga anaknya,ia membawahkan buah buah yang ia dapat kemarin.
"Hi.Aaaa gemesss jadi pengen cubit pipi tembem nya.ucap Alisya kepada anak Lilis.
"Maksih aunty." Ucap Lilis
Ani yang juga saat itu sedang berada di sana merasa ingin juga memiliki anak,namun apa lah daya dia tidak dapat hamil,Alisya yang melihat hal tersebut memahami apa yang sedang Ani rasakan. Ani segera keluar dari rumah Lilis untuk menyendiri, seketika Ani menangis takut jika Dony mengetahui hal tersebut dan ia tidak akan menyukainya lagi dan akan membuang nya seperti mantan suaminya.Alisya menghampiri Ani dan mengatakan bahwa itu semua tidak akan terjadi, Dony tidak lah seperti mantan suaminya, Dony pasti akan menerima Ani apa adanya.Mendengar ucapan Ani dapat membuat nya tenang kembali.
Hari semakin hari Alisya dan Ani semakin dekat dan selalu bersama Bahkan mereka sudah seperti adik kakak baginya.
Satu bulan kemudian...
Alisya merasa mual mual,Lilis yang melihat hal tersebut...
"Nona Alisya kenapa?,nona baik baik saja? kalau nona merasa tidak enak badan meningan nona pulang saja beristirahat." ucap Lilis.
"Saya hanya merasa pusing dan merasa mual mual." Ucap Alisya
"Jangan jangan..." ucap Lilis
"Jangan jangan kenapa?." Tanya Alisya penasaran.
"Nona Alisya hamil." Ucap Lilis
"Benarkah?." Tanya Alisya yang merasa belum yakin.
__ADS_1
"Iya dulu aku juga seperti itu." ucap Lilis.
"Selamat yah nona." Lilis
"Maksih yah." ucap Alisya senang
Di rumah Alisya,ia sudah tak sabar menunggu kepulangan pak Albar,tak sabar akan kabar gembira yang akan ia beritahukan ke pak Albar. Alisya terlihat mondar mandir di dalam rumah menuggu suami kesayangan nya.
Tak berselang lama terdengar langkah kaki dari luar, Alisya pun segera membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan suaminya untuk masuk.
"Sayang seperti nya hari ini kamu terlihat sangat bahagia." ucap pak Albar
"Sangat bahagia,coba tebak kenapa saya bahagia." ucap Alisya
"Karna saya pulang." ucap pak Albar
"iiih ge'er." bukan coba tebak lagi." ucap Alisya yang mulai tidak sabar mengatakan hal tersebut
"yaudah aku nyerah,emang apa yang membuat istri kecilku ini terlihat sangat bahagia?."Tanya pak Albar dengan lembut.
"Mas..aku..." ucap Alisya
"Aku..." ucap Pak Albar yang penasaran.
"Aku..hamil." ucap Alisya
"Beneran?." Tanya pak Albar lagi yang merasa belum percaya
Mendengar hal tersebut betapa bahagianya pak Albar,ia segera memeluk istri kecilnya tersebut dengan rasa yang sangat bahagia.
Semenjak Alisya hamil, ia tak pernah di ijinkan untuk keluar rumah oleh pak Albar.
"Mas,mas mau kemana?." Tanya Alisya
"Saya mau ke sungai untuk menangkap ikan bersama pak Mayor dan juga yang lainnya.' Ucap pak Albar.
"Aku ikut yah,udah lama aku tidak ke sungai." ucap Alisya
"Tidak boleh,kamu lagi hamil,meningan kamu di rumah saja." Ucap pak Albar
"Tapi mas,aku maunya ikut,aku bosen di rumah terus." Ucap Alisya
"Nanti saya minta tolong ke Rani atau Mona untuk menemani kamu,agar kamu tidak bosan." ucap pak Albar
"ih,udah tahu saya dan Rani sering berantem malah di suruh ke sini." ucap Alisya
"iya.. saya bercanda." ucap pak Albar yang tersenyum setelah menggoda istri kecilnya.
"yaudah saya pamit yah,ingat jangan keluar rumah tunggu saya kembali." Ucap pak Albar
__ADS_1
"iya.ucap Alisya.
Terlihat pak Albar lagi membuatkan kamar kecil untuk calon anaknya yang terbuat dari kayu.Para istri pak Albar yang lain melihat hal tersebut merasa cemburu.
"Lihat, giliran Alisya yang hamil, di manjakan banget." Ucap Rani.
"Yah wajar lah,diakan istri yang di cintainya." Ucap yang lainnya.
"Iya si di cintai, tapi kita kan istrinya juga." Ucap Rani
"Emang kamu lagi hamil juga?." Tanya Mona
"ih! dasar, bukan itu maksud aku Mona Lisa." Ucap Rani yang geregetan dengan kepolosan Mona.
"lalu apa...?." Tanya Mona
"udah meningan kamu diem."ucap Rani
"Kalau saya tidak masalah, saya hidup dengan anak saya dengan aman itu sudah lebih dari cukup lagian pak Albar selama ini baik sama kita." Ucap istri pak Albar yang lain
yang membuat Rani merasa kesal karna tak ada yang mendukungnya.
Alisya yang selalu mual mual, tak ingin jika pak Albar mendekatinya karna ia merasa jika pak Albar dekat ia semakin ilfil dengannya, mungkin karena ia sedang mengandung.
"Mas ngapain di sini." Ucap Alisya
"Sayang aku kangen, aku kangen sama kamu dan juga calon bayi kita." Ucap pak Albar yang hendak menyentuh perut Alisya namun Alisya segera menjauh.
"Mas,saya bukannya tidak mau jika mas menyentuh saya tapi rasa ini muncul secara tiba-tiba, yah mungkin karna waktu awal kita ketemu aku sudah tidak suka sama kamu jadinya saya ngidam seperti ini." Ucap Alisya.
"Tapi aku tidak bisa jauh jauh dari kamu." Pak Albar.
"Ini hanya beberapa bulan, mas bisa sabarkan menghadapi kemauan anak kita." Ucap Alisya
"Iya..ucap pak Albar.
"Besok saya bawakan makanan atau buah buahan,kamu mau apa?." Tanya pak Albar
"Enggak usah, biar Ani saja yang membawahkan untuk ku." Ucap Alisya
"Baik sayang." Ucap pak Albar yang kembali ingin menyentuh Alisya
"Ih aku bilang jangan sentuh aku, jaga jarak." Ucap Alisya.
"Iya iya." Ucap pak Albar yang pasrah.
Dua hari kemudian, Ani di kabarkan hamil juga yang membuat Dony merasa senang begitu pun semuanya termasuk Alisya yang mendengar hal tersebut.Tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak.
Setiap pagi Alisya dan Ani sama sama melakukan olahraga agar bayinya dan juga ibunya sehat.
__ADS_1
Tampak kebahagiaan di wajah mereka dengan karunia yang telah Allah berikan kepadanya.
Tak berselang lama,pak Mayor dan Lilis bersama anaknya yang mulai berjalan, mendatangi Alisya.Membawahkan beberapa makanan kepada Alisya dan juga Ani,sambil membicarakan kehidupan mereka.