ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 38


__ADS_3

Kereta cepat milik perusahaan Lee Ryder akhirnya sampai di Kota Anaheim.


Dimana Disneyland merupakan pusat liburan paling terkenal di dunia berpusat disana.


Lee Ryder memesan sebuah mansion mewah di Anaheim dekat wahana Disneyland agar memudahkan mereka untuk sampai dengan cepat.


Mobil bergerak memasuki halaman mansion mewah yang dindingnya tersusun dari batu merah bercat putih tua.


Seorang wanita berpakaian setelan jas lengkap warna abu-abu tua tengah berdiri menunggu di depan pintu mansion.


Lee Ryder turun dari dalam mobil seraya berdiri menunggu Margot Evans keluar dari dalam mobil sedangkan Aaron Lee telah turun dan berlari ke arah pintu.


''Bibi Gerenda ! Apa kabar ?'', sapa bocah lima tahun itu lalu melompat memeluk wanita bernama Gerenda.


''Kabarku baik, Aaron Lee ! Apa kabarmu juga bos kecil lama kita tidak berjumpa ?'', sahut Bibi Gerenda membalas pelukan Aaron Lee.


''Ha... Ha... Ha... Ha... Aku sangat senang bisa berjumpa lagi denganmu, Bibi Gerenda !'', kata Aaron Lee.


''Aku punya sesuatu untukmu dan pastinya kamu akan menyukainya !'', ucap Bibi Gerenda.


''Benarkah ? Apa itu ?'', tanya Aaron Lee.


''Cake berlapis cokelat lumer yang ditaburi oleh banyak meses manis kesukaanmu'', sahut Bibi Gerenda.


''Ya, aku sangat senang mendengarnya dan mari kita memotong kue itu, Bibi Gerenda !'', ucap Aaron Lee riang.


''Baiklah... Ayo, kita masuk ke dalam dan kita potong bersama-sama cake kesukaan mu itu, Aaron Lee !'', kata Bibi Gerenda.


Keduanya tertawa bersama-sama lalu Lee Ryder berjalan menaiki teras mansion seraya menyapa Bibi Gerenda ramah.


''Apa kabar mu, Gerenda ? Siapa yang memberitahu mu bahwa kami akan datang ke mansion ini ?'', ucap Lee Ryder.


Tampak Margot Evans tengah berdiri disebelahnya sambil tersenyum ramah pada Bibi Gerenda.


''Pak Ha-Joon yang memberitahukan pada saya lewat telepon dua hari sebelumnya, anda datang ke Anaheim, tuan !'', sahut Bibi Gerenda.


''Dia selalu lebih cepat seperti biasanya... Dan dia juga yang menyiapkan mansion ini ?'', kata Lee Ryder.


''Benar, Pak Ha-Joon yang memesan mansion ini dan menyuruh saya untuk menyiapkan kedatangan, tuan'', sahut Bibi Gerenda.


''Hmmm... Yah, aku mengerti !'', kata Lee Ryder.


''Saya juga telah menyiapkan kamar untuk kalian menginap di mansion ini bahkan pemilik mansion memberikan bonus tempat tidur lux untuk tuan Lee Ryder'', jawab Bibi Gerenda.


Wanita berpakaian setelan kemeja lengkap warna abu-abu tua itu lalu melirik sekilas ke arah Margot Evans yang berdiri disamping Lee Ryder.


''Oh, iya... Perkenalkan ini Margot Evans ! Aku yakin kamu pasti sudah mengenalnya dari ayah Won Shik Lee, bukan ?'', ucap Lee Ryder.


''Belum, saya belum pernah mendengarnya karena tuan Abraham tidak pernah menceritakannya meski ayah anda sering berkunjung kemari jika ke Anaheim'', sahut Bibi Gerenda.

__ADS_1


Wanita setengah baya itu hanya tersenyum simpul ketika menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu akan Margot Evans selama ini.


''Baiklah, tidak apa-apa... Boleh kami semua masuk ke dalam ?'', kata Lee Ryder.


''Oh, tentu saja, tuan Lee Ryder ! Maaf telah membuat anda menunggu lama diluar !'', sahut Bibi Gerenda cepat.


Wanita itu lalu menurunkan Aaron Lee dari gendongan nya seraya mempersilahkan Lee Ryder untuk masuk ke dalam mansion mewah langganan keluarga besar Lee jika mereka berkunjung ke Kota Anaheim.


''Silahkan ! Silahkan, tuan !'', ucap Bibi Gerenda ramah.


Lee Ryder lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan mansion sambil memperhatikan sekitarnya sedangkan Margot Evans berjalan dibelakangnya dengan ekspresi terkagum-kagum saat melihat seluruh ruangan mansion yang mewah dan hampir berlapis marmer utuh.


Lampu-lampu kristal yang cantik bersinar terang di atas ruangan mansion yang luas mirip istana raja.


Mansion ini memang cocok untuk menginap bagi kalangan atas yang memiliki kantung tebal karena kemewahan dari mansion yang hampir seluruh ruangannya terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi.


''Woah... Cantik sekali mansion mewah ini... Dan sangat indah...'', ucap Margot Evans kagum.


''Apa kau suka Margot Evans ?'', kata Aaron Lee.


''Tentu saja, tempat ini sangat indah, Aaron Lee ! Karena itu aku menyukainya...'', sahut Margot Evans.


Aaron Lee tersenyum simpul sambil memperhatikan ruangan mansion yang mereka masuki.


''Silahkan anda beristirahat, tuan Lee Ryder ! Ini kamar anda dan dua kamar lainnya adalah kamar untuk Aaron Lee dan nona Margot Evans !'', kata Bibi Gerenda.


Wanita itu lalu membuka pintu kamar disampingnya seraya mempersilahkan Lee Ryder untuk masuk.


''Sudah, tuan Lee Ryder ! Saya sudah menyiapkan semua kamar bagi para pengawal anda di sisi lain dari bangunan mansion yang ada di luar...'', sahut Bibi Gerenda.


''Baiklah, aku paham Gerenda ! Terimakasih untuk semua tugas yang kamu kerjakan dengan baik !'', kata Lee Ryder.


''Sama-sama, tuan'', jawab Bibi Gerenda.


''Tolong juga kamu antarkan Margot Evans dan Aaron Lee ke kamar mereka masing-masing !'', kata Lee Ryder.


''Baik, tuan !'', sahut Bibi Gerenda seraya menganggukkan kepalanya.


Lee Ryder menatap lurus ke arah Margot Evans dan Aaron Lee kemudian berkata kepada mereka berdua.


''Kalian istirahatlah dahulu karena acara kita ke Disneyland akan kita lanjutkan setelah kita makan siang !'', kata Lee Ryder.


''Iya, ayah...'', sahut Aaron Lee.


Margot Evans lalu menggandeng tangan Aaron Lee seraya berjalan pelan menuju ke kamar yang diperuntukkan bagi mereka berdua.


Keduanya mengikuti Bibi Gerenda yang melangkah di depan saat menuju ke kamar yang letaknya tak jauh di sebelah kamar Lee Ryder.


Lee Ryder menutup pintu kamarnya dan mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah serta letih sehabis perjalanan jauh ke Kota Anaheim.

__ADS_1


Kembali terdengar suara pintu kamar Lee Ryder diketuk dari luar saat pria tampan itu hendak beristirahat dari aktivitasnya.


TOK... TOK... TOK...


Lee Ryder membuka pintu kamarnya dan melihat Bibi Gerenda berdiri di hadapannya.


''Bibi Gerenda... ?'', ucap Lee Ryder kaget.


Wanita berpakaian setelan jas lengkap itu tidak tersenyum sama sekali bahkan pandangannya nyaris serius ke arah Lee Ryder.


''Tuan Lee Ryder... Aku tidak ingin mengabarkan hal ini sebenarnya karena berita ini termasuk sesuatu yang tidak ingin anda dengar...'', kata Bibi Gerenda.


''Ada apa ?'', tanya Lee Ryder.


''Chris Fulham berada di kota ini... Dan dia mengundang anda serta Tuan Abraham untuk menghadiri acara pesta malam ini di Disneyland !'', sahut Bibi Gerenda pucat.


''Chris Fulham !?'', kata Lee Ryder tersentak kaget.


''Benar, tuan...'', jawab Bibi Gerenda.


''Untuk apa dia kemari ?'', ucap Lee Ryder.


''Ada acara yang digelar oleh perusahaan milik Chris Fulham yang akan dirayakan di Disneyland tepat anda akan berlibur ke sana, Tuan Lee Ryder !'', kata Bibi Gerenda.


''Acara !?'', ucap Lee Ryder mengerutkan keningnya. ''Tumben jika Chris Fulham hendak mengadakan acara untuk perusahaan nya karena biasanya dia tidak terlalu suka tempat hiburan seperti itu'', sambungnya.


''Saya tidak tahu pastinya rencana Chris Fulham yang mengadakan acara besar di Disneyland tapi kabarnya ini berkenaan dengan produk baru perusahaannya yang hendak dia launching bulan depan !'', jelas Bibi Gerenda.


Tiba-tiba Lee Ryder tertawa keras hingga tubuhnya berguncang keras.


Bibi Gerenda kaget serta kebingungan melihat Lee Ryder tertawa keras seperti itu lalu bertanya kepadanya dengan ekspresi wajah serius.


''Kenapa tuan tertawa ?'', kata Bibi Gerenda.


''Aku hanya menertawakan kepura-puraan Chris Fulham ! Karena aku yakin jika dia sengaja membututi ku setelah dia mendengar berita kepergian ku ke Anaheim untuk bertamasya !'', sahut Lee Ryder.


''Bagaimana bisa dia mengetahui kabar tersebut ? Bukankah rencana liburan anda sangat rahasia dan sifatnya sangat privasi !? Apa Chris Fulham mengirim mata-mata ke rumah anda ?'', kata Bibi Gerenda.


''Entahlah, Gerenda !'', sahut Lee Ryder seraya menggelengkan kepalanya. ''Aku tidak tahu benar, mungkin saja memang dia mengirim mata-mata ke sekitar ku tapi itupun aku tidak tahu !'', sambungnya.


''Hmmm..., begitu ya... ?'', sahut Bibi Gerenda sambil menganggukkan kepalanya.


''Sudahlah, biar saja dia semaunya ! Masa bodoh dengan Chris Fulham ! Yang terpenting aku datang kemari hanya untuk bersenang-senang bukan ingin berkelahi dengannya !'', jawab Lee Ryder.


''Saya mengerti, tuan !'', kata Bibi Gerenda.


''Baiklah, Gerenda ! Aku akan beristirahat sejenak melepas lelah... Sebab aku akan langsung pergi ke Disneyland setelah makan siang...'', sahut Lee Ryder.


''Baik, tuan ! Saya akan menyiapkan makan siang serta keperluan anda saat akan berangkat ke Disneyland siang ini !'', kata Bibi Gerenda.

__ADS_1


''Yah... Terimakasih... Gerenda...'', ucap Lee Ryder.


Lee Ryder hanya tersenyum simpul menatap Bibi Gerenda lalu kembali menutup pintu kamarnya setelah Bibi Gerenda pergi dari kamarnya.


__ADS_2