ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 54


__ADS_3

Margot Evans beranjak berdiri dari meja makan cafe untuk pergi tiba-tiba seseorang dari arah belakang sofa memanggil nama Lee Ryder.


Suara yang terdengar familiar bagi Margot Evans hingga dia memalingkan wajahnya ke arah datangnya suara itu.


"Lee Ryder ! Lee Ryder !", sapa seorang pria dengan tersenyum lebar.


Margot Evans langsung mengenali siapa pemilik suara itu.


"Chris Fullham...", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder yang hendak beranjak berdiri lalu mengurungkan niatnya dan kembali duduk di sofa cafe.


"Aku tidak pernah menyangka akan bertemu denganmu disini bahkan aku tidak tahu jika kamu menyukai kopi dari tempat ini", ucap Chris Fullham.


Chris Fullham mengusap-usap kedua telapak tangannya seraya mengembangkan senyuman di wajahnya.


"Bagaimana kabarmu ?", sahut Lee Ryder.


Terlihat ekspresi malas tergambar jelas dari raut muka Lee Ryder saat dia harus berhadapan dengan Chris Fullham, seteru bisnis lamanya.


Lee Ryder menghela nafas panjang sembari menyandarkan punggungnya dengan acuh tak acuh ketika Chris Fullham berjalan menghampiri meja makan, tempat Lee Ryder dan Margot Evans menghabiskan waktu mereka di cafe coffee.


"Kau tidak perlu menanyakan kabar tentangku karena kau pasti akan tahu bahwa kabarku akan selalu baik-baik saja", sahut Chris Fullham.


"Oh, iya !?", jawab Lee Ryder sambil mengangkat kedua alisnya ke arah atas. "Syukurlah kalau begitu karena aku tidak perlu mengkhawatirkan keadaanmu", sambungnya.


"Bahkan kau tidak perlu bertanya akan hal itu", sahut Chris Fullham. "Itu terlalu sepele buatku !"


Lee Ryder langsung memalingkan mukanya dari arah Chris Fullham ketika mendengar jawaban darinya seraya menatap lurus ke arah Margot Evans.


"Wow ! Wow ! Wow !", seru Chris Fullham sambil merentangkan kedua tangannya.


Senyum lebar terus mengembang di wajah Chris Fullham menandakan pria yang berprofesi pengusaha itu sangat senang.


"Tidak ada hal yang paling menyenangkan bagiku selain melihatmu bahagia terutama saat melihatmu sangat menikmati awal pagi dengan bersantap di cafe sekecil ini, Lee Ryder", ucap Chris Fullham.


"Dan aku senang mendengarnya bahwa kau penuh perhatian padaku, Chris", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder meraih tangan Margot Evans seraya menciuminya dengan lembut, hal yang langsung membuat Chris Fullham geram, melihat kemesraan diantara Lee Ryder dengan Margot Evans.


"Kau juga membawa kekasihmu menikmati hidangan di cafe sekecil ini, aku selalu melihat kabar berita tentangmu yang berkencan dengan banyak perempuan di restauran mewah...", ucap Chris Fullham.


Chris Fullham melirik ke arah Margot Evans yang tidak memperdulikan kehadirannya di dekat gadis cantik itu.


"Olala ! Ini benar-benar hal langka yang baru aku lihat darimu, Lee Ryder !", lanjut Chris Fullham.


"Apa ?", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder langsung menatap Chris Fullham yang berdiri di dekat meja makan.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kalau seorang taipan sepertimu dapat tunduk pada kemauan seorang wanita", ucap Chris Fullham.


"Bukanlah urusanmu, Chris !", sahut Lee Ryder.


"Tapi aku selalu mendapatimu bergonta-ganti pasangan serta berkencan di tempat-tempat super mewah, dan betapa terkejutnya aku saat melihatmu harus berada di cafe coffee sekecil ini, Lee Ryder", ucap Chris Fullham.


"Dan sekali lagi aku sangat senang mendengar pujianmu mengenaiku, aku harap kamu tidak lagi mencampuri urusanku sekarang, Chris", timpal Lee Ryder.


Lee Ryder tidak menghentikan ciumannya ke arah kedua tangan Margot Evans yang digenggamnya erat-erat meski Chris Fullham terus-menerus mengejeknya.


"Aduh, aduh nona cantik ! Bagaimana bisa kamu menyukai pria flamboyan seperti Lee Ryder, nona !?", lanjut Chris Fullham.


Margot Evans mendadak berdiri dari tempatnya duduk lalu berdiri tegak sembari menatap Chris Fullham marah.


Mendesah cepat kemudian berjalan cepat melewati Chris Fullham menuju ke arah Lee Ryder duduk.


Sempat membuat Lee Ryder terperangah kaget saat Margot Evans duduk diatas pangkuannya.


Margot Evans melingkarkan kedua lengannya ke arah leher Lee Ryder seraya tersenyum manis.


"Aku rasa kita segera pergi dari sini, sayang", ucap Margot Evans.


Lee Ryder terkejut mendengar ucapan Margot Evans yang berubah mesra, memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Sayang... !?", gumam Lee Ryder hampir tak percaya.


"Lelah !?", ucap Lee Ryder tertegun.


Lee Ryder langsung teringat dengan keadaan Margot Evans yang baru sembuh dari sakitnya dan dia segera menganggukkan kepalanya cepat.


"Baiklah, kita pulang sekarang, aku hampir lupa jika... Ehk !?", ucap Lee Ryder.


Tiba-tiba Margot Evans mencium bibir Lee Ryder cepat agar tidak melanjutkan kembali ucapannya.


Lee Ryder bertambah kebingungan, melihat perubahan sikap Margot Evans kepadanya. Karena Lee Ryder telah berjanji untuk tidak mengintimidasi lagi gadis cantik itu setelah melihat dia mengalami hiportemia akut yang membahayakan nyawanya.


Margot Evans terus menciumi Lee Ryder tanpa henti dengan tanggapnya pria berwajah tampan itu membalas ciuman Margot Evans kepadanya.


"Woah ! Ada pertunjukkan hebat disini !", ucap Chris Fullham kesal.


Margot Evans menarik wajahnya serta menghentikan ciumannya tapi Lee Ryder cepat-cepat mencegahnya sehingga mereka terus berciuman tanpa peduli akan kehadiran Chris Fullham didekat mereka.


Chris Fullham menghentakkan salah satu kakinya kemudian meletakkan surat undangan ke atas meja makan.


"Aku mengundang kalian pada festival yang aku adakan di area resort Disneyland dua hari lagi, akan ada lomba menyanyi pada festival nanti", ucap Chris Fullham.


Lee Ryder menghentikan aktivtasnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Chris Fullham.


"Untuk apa mengundang kami ke festival ? Apakah kamu berencana mengajak kami ikut lomba ?", tanya Lee Ryder.

__ADS_1


Margot Evans menoleh ke arah meja makan cafe dimana surat undangan dari Chris Fullham tergeletak asal.


"Tidak ikut lomba, aku mengadakan festival untuk peluncuran produk baruku nanti dan aku harap kamu berkenan hadir ke acaraku nanti, Lee Ryder", sahut Chris Fullham.


Chris Fullham berdiri dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana kainnya sembari menganggukkan kepalanya.


"Jangan lupa ajak kekasihmu itu untuk datang ke festival nanti karena aku berharap dia mampu mengisi acara festival nanti", lanjut Chris Fullham.


Margot Evans mengambil surat undangan dari atas meja makan cafe lalu membukanya dan membacanya dalam hati.


"Aku akan datang ke festival dan aku bersedia mengikuti lomba pada festival yang diadakan nanti", ucap Margot Evans.


Kedua pria berwajah tampan itu langsung menoleh ke arah Margot Evans secara bersamaan. Memandanginya terkejut lalu menghela nafas panjang bersama-sama.


"Apa kau yakin ?", tanya kedua pria tampan itu kepada Margot Evans.


Margot Evans menolehkan kepalanya secara bergantian ke arah kedua pria yang sedang menatapnya serius.


Melanjutkan kembali ucapannya yang bersedia menerima tawaran untuk mengisi acara pada festival yang diadakan oleh perusahaan milik Chris Fullham.


"Kenapa tidak ? Aku yakin untuk melakukannya karena aku merasa aku mampu melakukannya !?", sahut Margot Evans.


Dilipatnya surat undangan dari Chris Fullham lalu duduk bergelayut manja ke Lee Ryder.


Didekatkannya pipi Margot Evans supaya menempel erat di pipi Lee Ryder seraya tersenyum manja pada Lee Ryder.


"Aku pasti bisa menyanyi dengan baik, percayalah padaku, sayang", ucap Margot Evans kepada Lee Ryder.


"Jika kau menginginkannya maka aku tidak kuasa untuk mencegahnya karena pantang bagiku menahan laju karier seseorang di masa depan", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder menjawab ucapan Margot Evans sambil melirik cepat ke arah Chris Fullham.


"Bukankah begitu, Chris ?", ucap Lee Ryder.


Chris Fullham menoleh ke arah Lee Ryder seraya berpikir untuk menjawab pertanyaan dari Lee Ryder.


"Tepat sekali tapi aku tidak memiliki sangkut paut dengan masa depan orang lain karena aku tidak terlalu suka mengurusi orang lain", sahut Chris Fullham.


"Baru beberapa menit yang lalu kamu mengatakan bahwa kamu melihat kabar berita tentangku dengan wanita-wanita yang aku kencani dan sekarang, kamu berubah lagi dengan mengatakan bahwa kamu tidak suka mengurusi urusan pribadi orang lain", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder tersenyum tipis ke arah Chris Fullham saat pria yang merupakan seterunya itu mengatakan hal yang berbeda.


"Yah, hal itu tidaklah sama karena topiknya jauh berbeda tapi aku tidak menyangkalnya bahwa aku juga terkadang suka melihat gosip", jawab Chris Fullham.


"Selama tidak membuat masa depan orang lain bermasalah, aku rasa itu wajar sekali untuk dilakukan oleh orang seperti dirimu, Chris", ucap Lee Ryder.


"Kau seakan-akan meledekku, Lee Ryder", sahut Chris Fullham dengan wajah masam.


Senyum kecut Chris Fullham menambah keyakinan Lee Ryder bahwa pria itu tengah mengejar dirinya dimanapun Lee Ryder berada.

__ADS_1


__ADS_2