
Lee Ryder melirik ke arah jam di tangannya lalu menoleh ke arah pengawal pribadinya yang berdiri di dekat meja kerjanya.
"Sudah setengah jam, Jhon pergi dan tidak kembali hingga detik ini, seharusnya dia sudah pulang ke mansion setelah pergi dari butik", ucap Lee Ryder.
Pengawal pribadi Lee Ryder mengamati jam di tangannya yang menunjukkan angka tiga sore.
"Jam tiga sore, tuan Lee Ryder, waktunya kita berangkat ke acara tuan Chris Fullham sekarang", kata pengawal tersebut.
"Tolong kau hubungi Jhon, dan tanyakan pasanya kenapa masih belum pulang ke mansion !", ucap Lee Ryder dari arah kursi kerjanya.
"Baik, tuan Lee Ryder", sahut pengawal itu dengan sikap siaga.
"Tanyakan dimana mereka sekarang, dan suruh cepat pulang ke mansion karena setengah jam lagi acara lomba di festival segera dimulai", sambung Lee Ryder.
"Iya, tuan...", jawab pengawal pribadi itu.
Pengawal pribadi Lee Ryder mulai menghubungi rekannya yang bernama Jhon melalui ponsel paralelnya yang dikhususkan bagi para pengawal.
TUT... TUT... TUT...
Panggilan ditolak !
Terdengar suara dari arah ponsel pengawal pribadi Lee Ryder saat dia mencoba menelpon Jhon, rekannya.
"Panggilan ditolak, tuan Lee Ryder", ucap pengawal itu.
"Bukankah kalian seharusnya terhubung selama 24 jam nonstop, kenapa tidak tersambung ?", kata Lee Ryder.
"Saya akan mencoba menghubungi Jhon lagi dan segera menyuruhnya kembali ke mansion tapi waktu untuk kemari sudah tidak cukup, tuan Lee Ryder", ucap pengawal itu.
"Astaga !? Ada-ada saja mereka semuanya !? Apa tidak berpikir bahwa ada yang sedang mengkhawatirkan keadaan mereka !?", kata Lee Ryder kesal.
"Masih tidak terhubung ponsel Jhon bahkan ponsel pribadinya juga turut tidak aktif, tuan", sahut pengawal itu.
Lee Ryder mendengus kesal kemudian mengambil ponsel pribadinya dari dalam saku kemejanya dan mulai memeriksanya.
Tidak ada pesan balasan yang terkirim dari Margot Evans setelah beberapa jam yang lalu dia mengirim pesan ke ponsel pribadi Lee Ryder.
Lee Ryder mencoba menghubungi Margot Evans melalui ponselnya tetapi tidak ada jawaban dari gadis itu meski ponsel pribadi milik Margot Evans diaktifkan.
Suara tidak tersambung terdengar dari arah ponselnya saat Lee Ryder menghubungi Margot Evans.
Beberapa kali dia mencoba menelpon Margot Evans tetap tidak ada suara jawaban yang terdengar dari panggilan telepon.
__ADS_1
Lee Ryder mulai cemas dan dia berinisiatif mengirim pesan ke Margot Evans melalui ponsel meski pesan terkirim tetap tidak ada jawaban pesan dari gadis itu.
"Tuhanku !!!! Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka ??? Kenapa tidak ada jawaban sama sekali dari Margot ???", ucap Lee Ryder mulai was-was.
Pengawal pribadi Lee Ryder mulai terlihat panik lalu menerintahkan kepada rekannya yang lain untuk melacak keberadaan Jhon.
"Lacak Jhon sekarang ! Cari dia di segala penjuru kota Anaheim ini sampai ketemu ! Apapun yang terjadi segera temukan dia ! Dan bawa dia ke mansion !", perintahnya tegas.
Beberapa pengawal lainnya langsung bergerak cepat seraya menjawab perintah dari atasannya.
"Baik, komandan !!!!", ucap para pengawal pribadi Lee Ryder kompak.
"Temukan dia secepatnya !!!!", teriak pengawal yang merupakan pimpinan dari para pengawal pribadi Lee Ryder.
"Siap !!!", sahut beberapa pengawal lainnya lalu pergi meninggalkan ruangan kerja Lee Ryder.
Tinggal Lee Ryder dan seorang pengawal pribadi yang masih berada di ruangan kerja, sama-sama terdiam dengan raut wajah menunjukkan kecemasan.
Lee Ryder beranjak pelan dari tempatnya duduk lalu berjalan cepat sembari merapikan setelan kemejanya, menghampiri pengawal pribadinya.
"Kita langsung ke resort Disneyland tempat acara festival diadakan oleh Chris Fullham karena aku tidak ingin ketidakhadiranku menjadi kebahagian buatnya", ucap Lee Ryder.
Pengawal pribadi Lee Ryder lalu memakaikan jas warna perak kepada pria tampan itu sebelum mereka melanjutkan keberangkatan mereka ke acara Chris Fullham.
TAP... ! TAP... ! TAP... !
Terdengar suara langkah kaki mereka berderap keras ketika menuju keluar ruangan kerja yang ada di mansion, melewati koridor panjang mansion yang mewah penuh ornamen menghiasinya.
Turun melewati tangga mansion ke lantai bawah.
Terlihat beberapa orang berpakaian serba hitam telah berdiri menunggu kedatangan Lee Ryder.
Tak lama kemudian mereka semua bergerak cepat menuju keluar mansion untuk pergi menghadiri acara Chris Fullham dengan mengendarai beberapa mobil hitam lexus baru yang telah terparkir di depan mansion.
Bibi Gerenda bergegas menghampiri Lee Ryder seraya bertanya pada pria tampan itu.
"Apa yang terjadi, tuan Lee Ryder ?", tanya Bibi Gerenda.
"Margot Evans, Aaron Lee dan Jhon yang membawa mereka belum kembali dari butik, aku menugaskan semua orang disini untuk segera mencari mereka", sahut Lee Ryder.
"Oh, Tuhanku !? Apa semua akan baik-baik saja !? Semoga Tuhan akan selalu bersama mereka semuanya !!!", sahut Bibi Gerenda cemas.
"Doakan saja yang terbaik bagi keselamatan mereka semua, dan secepatnya ditemukan karena aku tidak dapat menghubungi mereka semuanya", ucap Lee Ryder.
__ADS_1
"Saya akan senantiasa mendoakan keselamatan mereka semuanya dan semoga mereka segera pulang dalam keadaan sehat tidak kurang apapun", kata Bibi Gerenda.
"Amien...", sahut Lee Ryder. "Terimakasih telah memperdulikan kami, Gerenda...", sambungnya.
"Sudah kewajiban kita semua saling mendoakan penuh kebaikan, tuan Lee Ryder", ucap Bibi Gerenda.
Raut wajah Bibi Gerenda tidak dapat disembunyikan olehnya jika dia terlihat sangat mencemaskan keadaan Margot Evans serta Aaron Lee dan Jhon, pengawal mereka.
Lee Ryder tersenyum samar kemudian dia bergegas masuk ke dalam mobil lexus hitam keluaran baru.
Tampak rombongan mobil-mobil lexus baru warna hitam bergerak beriringan meninggalkan halaman mansion.
"Apa yang terjadi, Gerenda ? Kenapa semua pengawal pribadi tuan Lee Ryder dikerahkan bergerak keluar ?", tanya seorang pelayan pria pada Bibi Gerenda.
Bibi Gerenda menjawab pertanyaan pelayan pria yang ada didekatnya.
"Jhon tidak kembali ke mansion bahkan dia membawa tuan muda Aaron Lee beserta nona Margot Evans ke butik tapi tidak ada kabar apapun dari mereka", sahut Bibi Gerenda.
"Ya, Tuhan ! Oh, tidak ! Tidak ! Ini tidak dapat dibiarkan terjadi, Gerenda !!!", ucap pelayan pria dengan lemah gemulai.
"Semoga Tuhan beserta mereka semua dan melindungi mereka, Mathew", kata Bibi Gerenda.
"Semoga ini bukan kasus penculikan, Gerenda", sahut pelayan yang disapa dengan Mathew itu.
"Jangan berpikir terlalu buruk karena itu tidak dibenarkan di sini ! Berdoa saja untuk yang terbaik bagi semuanya !", ucap Bibi Gerenda.
Mathew dan Bibi Gerenda berdiri di teras mansion seraya menatap ke arah gerbang mansion yang ditutup oleh penjaga pintu mansion setelah semua kendaraan yang membawa rombongan Lee Ryder pergi.
Suasana di mansion kembali tenang seperti semula.
Semenjak kepergian rombongan Lee Ryder dari mansion, berangkat menuju ke acara festival yang diadakan oleh Chris Fullham.
Biasanya para pengawal Lee Ryder sebagian berjaga-jaga di mansion apabila tuan mereka berpergian keluar dan hanya segelintir orang dari para pengawal yang turut pergi menyertai Lee Ryder dan keluarga lainnya jika mereka sedang berad diluar mansion.
Bibi Gerenda menutup pintu mansion lalu masuk bersama Mathew.
Keadaan mansion yang tadinya ramai dan gaduh karena kepanikan atas tidak kembalinya Margot Evans dan Aaron Lee serta Jhon, pengawal mereka ke mansion, sekarang kondisi di mansion benar-benar sunyi.
Bibi Gerenda berjalan menuju ke salah satu ruang yang ada di mansion dengan langkah cepat kemudian segera menelpon tuannya yang merupakan pemilik mansion mewah dimana Lee Ryder menginap di Kota Anaheim untuk liburan ke Disneyland.
Terlihat ekspresi Bibi Gerenda sangat gelisah karena dia selaku penanggub-jawab mansion turut merasakan cemas akan keadaan tamu yang menginap di mansion tempatnya bekerja sekarang.
Bibi Gerenda ketakutan dengan kondisi Margot Evans karena gadis itu merupakan kesayangan tuan Won Shik Lee. Dan bagaimana jika tuan besar itu tahu jika Margot Evans dalam keadaan bahaya.
__ADS_1
Kedua tangan Bibi Gerenda bergetar hebat saat memutar telepon berwarna emas yang ada ditangannya sedangkan keringat dingin mulai bercucuran dari arah keningnya.