
Puncak acara pesta malam di resort Disneyland yang merupakan tempat diselenggarakannya launching produk bahan bakar milik perusahaan Chris Fulham berlangsung meriah.
Chris Fulham berpidato di depan para tamu undangan pesta dengan penuh semangat serta berambisi besar.
Dia mengenalkan produk-produk yang akan dia luncurkan bulan depan. Dan berencana akan mengadakan workshop khusus di Disneyland pada hari yang berbeda.
Chris Fulham berjalan menuju ke sebuah meja yang ditutupi oleh kain hitam lalu menariknya lepas.
Tampak produk bahan bakar terbaru produksi perusahaan Chris Fulham berdiri tegak di atas meja berupa Merk baru.
''Perkenalkan produk bahan bakar terbaru produksi perusahaan kami ! Dan ini akan diproduksi massal bulan depan hingga tahun baru !'', pidato Chris Fulham seraya tersenyum lebar.
Seorang wanita bergaun seksi dengan atasan dada terbuka berdiri di dekat meja seraya bertepuk tangan saat Chris Fulham menunjukkan produk bahan bakar terbaru produksi perusahaannya.
Melemparkan senyum yang mengembang di raut wajahnya yang menawan.
Tepuk tangan dari tamu undangan terdengar bergemuruh di dalam ruangan pesta malam itu sedangkan Chris Fulham dengan bangganya memperlihatkan produk bahan bakar terbarunya dengan dada membusung.
''Aku juga berencana menggelar konser disini dengan mengundang beberapa penyanyi terkenal di kota ini untuk mengisi acara ku besok di lapangan resort Disneyland !'', lanjut pidato Chris Fulham.
Kembali terdengar suara tepukan tangan para tamu undangan yang hadir di acara malam itu dengan penuh antusias.
Senyum lebar serta perasaan lega terpancar jelas pada raut wajah Chris Fulham.
''Dan jangan lewatkan bonus khusus berupa doorprize besar-besaran yang ada di konser besok ! Kami berencana menggelar lomba menyanyi di acara konser yang digelar selama tiga hari berturut-turut !'', ucap Chris Fulham.
Semua tamu undangan pesta menyambut rencana Chris Fulham esok hari dengan semangat lalu bersorak gembira.
Terdengar tawa para tamu undangan pesta yang bahagia akan rencana-rencana ke depan yang akan dilangsungkan pada bulan berikutnya oleh Chris Fulham.
Malam itu Chris Fulham mampu menarik perhatian semua tamu undangan yang hadir di acara pesta yang dia gelar hingga tamu yang hadir terlihat betah berlama-lama di pesta tersebut.
Senyum lebar mengembang terus di wajah Chris Fulham saat seluruh tamu undangan yang hadir memberikan nya ucapan selamat atas peluncuran produk bahan bakar terbaru produksi perusahaan Chris Fulham. Corp.
Beberapa tamu undangan pesta berjalan mendekati Chris Fulham seraya menjabat kedua tangannya serta memberikannya beberapa kado sebagai tanda mata atas kesuksesannya.
''Terimakasih ! Terimakasih ! Aku sangat menghargai kado-kado kalian ini ! Tapi aku juga punya bingkisan untuk kalian sebagai cinderamata pesta !'', ucap Chris Fulham.
Semua tamu undangan pesta berseru pelan saat mendengar ucapan Chris Fulham yang akan membagi semua tamu dengan bingkisan hadiah.
Chris Fulham menolehkan kepalanya ke arah wanita bergaun seksi yang berdiri di dekat meja sembari memberinya isyarat tertentu kepada wanita cantik itu.
__ADS_1
''Tolong ambilkan bingkisan hadiah bagi para tamu undangan pesta !'', ucap Chris Fulham pada wanita seksi itu.
Wanita berpenampilan menarik itu lalu menganggukkan kepalanya seraya memutar badannya masuk ke dalam ruangan lainnya.
''Baiklah, selama kita menunggu bingkisan hadiah itu datang... Bagaimana kalau kita nikmati hidangan-hidangan yang ada di pesta ini !? Dan silahkan para tamu undangan yang hadir menikmatinya !'', ucap Chris Fulham memberi saran.
''Terimakasih, Chris Fulham !'', ucap semua tamu undangan pesta lalu kembali memberikan tepuk tangan mereka.
Chris Fulham tersenyum kembali seraya membungkukkan badannya berulangkali kepada semua tamu undangan sebagai penghormatan kepada mereka yang berkenan hadir di acaranya.
Melambaikan tangannya kepada tamu undangan pesta dengan terus mengembangkan senyumnya.
Di tempat lain di ruangan pesta malam itu tampak Aaron Lee berdiri diam memandangi seluruh jalannya acara pesta malam itu dengan ekspresi wajah datar sedangkan kedua tangannya belepotan saat dia menggenggam sepotong cake berlapis cokelat.
Di sebelahnya sebuah cake berlapis cokelat yang tinggal separuh tergeletak berserakan di atas meja.
Tidak ada yang memperhatikan tingkat laku bocah berusia lima tahun yang menikmati cake berlapis cokelat yang ada ditangannya.
Aaron Lee sendiri tidak memperdulikan keberadaan semua orang dan hanya diam menatap lurus ke arah meja yang diatasnya terdapat produk bahan bakar terbaru produksi perusahaan Chris Fulham. Corp.
Seorang perempuan muda bergaun merah maroon pendek berjalan menghampiri Aaron Lee seraya berseru pelan kepada bocah kecil itu.
''Astaga ! Aaron Lee !'', ucap gadis cantik itu.
''Apa yang kau lakukan ini, sayangku ?'', ucap gadis bergaun merah maroon pendek.
''Aku sedang menikmati cake berlapis cokelat ini. Dan kue ini sangat lezat sekali, Margot Evans !'', sahut Aaron Lee.
''Oh tidak, Aaron Lee ! Lihatlah dirimu, sayangku ! Kau berantakan sekali dan... Oh tidak !'', ucap Margot Evans terkejut ketika melihat meja penuh dengan lapisan cake cokelat.
Ketika Margot Evans melihat ke arah lantai yang ada di bawah kedua kaki Aaron Lee yang mengenakan sepasang sepatu kulit warna abu-abu, tampak cokelat berserakan dimana-mana.
''Kemarilah !'', kata Margot Evans.
Margot Evans membersihkan wajah Aaron Lee dengan kertas tissue lalu mengajaknya keluar dari ruangan pesta.
''Bagaimana jika ayahmu melihat mu seperti ini ? Dan jika dia tahu kau membuat berantakan meja pesta Chris Fulham !?'', kata Margot Evans panik.
''Aku hanya ingin mencicipi cake berlapis cokelat itu ! Karena kau sibuk berdansa dengan ayah maka aku mengambilnya sendiri tanpa bantuan mu !'', sahut bocah kecil itu.
''Seharusnya kau memanggilku atau meminta pada anak buah ayahmu untuk membantu mu mengambil sepotong cake berlapis cokelat itu tanpa membuatnya berantakan !'', kata Margot Evans.
__ADS_1
''Tidak ada kesempatan karena aku tidak melihat mereka di ruangan pesta !'', sahut Aaron Lee.
''Aku harap ayahmu tidak memarahi mu jika melihat mu berantakan seperti ini, sayangku !'', kata Margot Evans.
Gadis cantik bergaun merah maroon membersihkan kedua tangan Aaron Lee dengan kertas tissue lalu dia memperhatikan keadaan sekitarnya.
Pemandangan yang ada di luar gedung pesta dihiasi oleh halaman luas dengan ditanami bunga mawar yang indah serta sebuah kolam air mancur yang terdapat di tengah-tengah taman.
Margot Evans kebingungan dengan penampilan Aaron Lee yang jasnya penuh dengan lapisan cake berlapis cokelat.
''Dimana aku bisa membersihkan pakaian Aaron Lee !?'', gumam Margot Evans.
''Bisakah kita kembali ke Mansion untuk beristirahat, Margot ?'', tanya Aaron Lee.
''Tidak mungkin, sayangku ! Karena pesta malam ini berlangsung hingga larut malam. Dan kita tidak bisa pulang sebelum acara pesta selesai !'', sahut Margot Evans.
''Aku lelah sekali, Margot !'', kata Aaron Lee mengeluh.
''Hmmm..., apa yang harus kita lakukan sekarang !?'', jawab Margot Evans tersenyum lembut. ''Coba kau beritahu padaku tentang rencana mu !?'', sambungnya.
''Aku ingin tidur ? Tapi aku tidak menemukan tempat untuk berbaring di ruangan pesta !?'', sahut Aaron Lee sambil menguap.
''Aku akan melepas setelan Jas mu dan membiarkan mu hanya mengenakan kaos dalam karena jas milikmu penuh dengan lapisan cokelat dan basah, sayangku...'', kata Margot Evans.
''Tapi aku malu, Margot !?'', sahut Aaron Lee.
''Tidak perlu merasa malu karena aku akan membantumu menemukan tempat nyaman bagi kita untuk beristirahat sejenak'', ucap Margot Evans.
''Benarkah itu !?'', sahut bocah lima tahun.
Aaron Lee menggosok kedua matanya yang terasa berat dan ngantuk.
Menguap berulangkali hingga tubuhnya sedikit limbung karena mengantuk yang menyerangnya sedangkan Margot Evans duduk bersimpuh di depannya seraya melepaskan setelan jas yang dikenakan Aaron Lee.
''Mari kita pergi dari sini, Aaron Lee !'', ucap Margot Evans.
''Baiklah, Margot !'', sahut Aaron Lee sambil menguap berkurang kali seraya mengusap salah satu matanya.
''Maaf, jika aku melupakanmu, sayangku !'', sahut Margot Evans penuh dengan nada sesal.
Gadis bergaun merah maroon menggandeng tangan Aaron Lee menuju ke halaman luas penuh bunga mawar yang ada di gedung tempat berlangsungnya pesta.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan bersama-sama menuju ke sebuah gazebo yang letaknya terdapat di tengah-tengah area taman.