ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 66


__ADS_3

Sebuah lagu telah berhasil dibawakan dengan gemilang oleh Margot Evans saat lomba festival menyanyi yang diadakan di resort Disneyland.


Margot Evans bergegas pergi dari atas panggung setelah pembawa acara lomba mempersilahkannya turun.


Terdengar suara dari pembawa acara lomba festival memberikan informasinya bahwa akan ada babak selanjutnya sebagai babak penyisihan setelah babak pertama selesai.


Akan ada tiga tahapan seleksi lomba yaitu seleksi pertama adalah lomba babak dimana semua peserta menyanyi berlomba untuk dipilih pada babak kedua, akan ada lima peserta lomba yang nantinya dipilih sebagai finalis lomba menyanyi di babak tahap kedua sedangkan pada tahap terakhir lomba yaitu akan ada tiga finalis lomba yang nantinya memperebutkan gelar pemenang, juara pertama lomba festival.


Pembawa acara kemudian memanggil peserta lainnya untuk tampil menyanyi pada acara festival lomba yang masih berlangsung hingga malam.


Margot Evans lalu turun dan segera bersembunyi di belakang panggung yang dijaga ketat oleh bodyguard dari perusahaan Chris Fullham sehingga orang luar tidak dapat masuk ke area lomba dengan asal.


Terlihat Jhon beserta Aaron Lee berdiri di dekat tempat duduk peserta lomba sambil menunggu Margot Evans selesai menyanyi.


"Jhon !", panggil Margot Evans.


Gadis cantik itu berlari kecil ke arah Jhon dan Aaron Lee yang sedang duduk menunggunya.


Jhon langsung beranjak berdiri lalu menghadap ke arah Margot Evans yang berlarian kecil ke arahnya.


"Jhon ! Ini gawat ! Kita harus segera bersembunyi !", ucap Margot Evans terengah-engah.


"Ada apa, nona ?", tanyanya ikut panik.


Aaron Lee hanya diam memandangi Margot Evans dan Jhon secara bergantian sambil duduk dengan menikmati sekotak donat.


"Gawat ! Ini sangat gawat sekali !!!", pekik Margot Evans mulai cemas.


"Kenapa, nona Margot ? Coba anda katakan dengan jelas maksud ucapan, nona, agar saya dapat mengerti !", sahut Jhon.


"Pokoknya ini gawat sekali !!! Parah !!!", seru Margot Evans seraya mengusap rambutnya yang tergerai indah.


"Iya, ada apa, nona !?", sahut Jhon.


Margot Evans menolehkan kepalanya ke arah belakang lalu berkata dengan panik.


"Dia datang !", ucap Margot Evans.


"Siapa ?", tanya Jhon bingung.


Margot Evans melirik ke arah Aaron Lee lalu bertanya pada bocah lima tahun itu.


''Aaron Lee, rencanamu diketahui oleh ayahmu dan dia sudah ada disini, menemukan kita", kata Margot Evans.


"Ayah...", sahut Aaron Lee kalem.


Bocah genius itu hanya menjawab santai sembari menikmati donat yang ada ditangannya.


"Kenapa dengan ayah ? Bukankah dia tahu kalau kau sedang mengikuti lomba menyanyi !?", kata Aaron Lee.


"Iya, tapi dia terlihat sangat marah saat aku melihatnya", sahut Margot Evans.


"Ayah marah !? Mungkin dia hanya kesal karena kita tidak memberitahukan padanya keberadaan kita disini", kata Aaron Lee.


"Bukan hanya kesal tetapi dia juga melihatku ! Dan kau tahu !? Ekspresi wajahnya saat melihatku di atas panggung tadi ???", ucap Margot Evans.


"Kenapa ?", tanya Aaron Lee sambil mengunyah donat di mulutnya.

__ADS_1


"Astaga !?", kata Margot Evans keheranan.


"Ya ?", jawab Aaron Lee dengan mimik wajah datar.


"Ayahmu, melihatku dengan sorot tajam bahkan nyaris dia ingin memakanku !!!", ucap Margot Evans.


Jhon tertawa pelan saat Margot Evans berbicara tentang bosnya, Lee Ryder, sedangkan Aaron Lee hanya tersenyum lebar tanpa bersuara.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk menghadapinya ?", ucap Margot Evans.


"Pasrah...", jawab Aaron Lee.


"A-apa !? Pa--pasrah !?", sahut Margot Evans kebingungan.


Margot Evans semakin bertambah panik saat mendengar saran Aaron Lee yang dia rasa tidak membantunya dalam menghadapi Lee Ryder.


"Kau tidak sengaja menarikku dalam masalah besar dengannya bukan !? Karena kita tidak memberitahukannya kalau kita ada disini !", sahut Margot Evans.


"Aku tidak bermaksud demikian karena aku hanya menyarankan saja tapi aku juga tidak mengatakan kau tidak boleh memberitahukan pada ayah kalau kita disini", ucap Aaron Lee.


Jhon semakin tertawa cekikikan saat mendengar ucapan bos kecilnya lain halnya dengan Margot Evans yang wajahnya langsung berubah memucat pasi saat dia menyadari kebodohannya.


"Artinya kau hanya menyarankan saja kalau kita pergi kemari tapi seharusnya mengabarkannya bahwa kita langsung datang kesini", ucap Margot Evans polos.


"Yah, tepatnya seperti itu...", kata Aaron Lee.


Aaron Lee hanya melahap donat di tangannya hingga habis tanpa menjawab ucapan Margot Evans.


Kegelisahan mulai tampak di wajah Margot Evans ketika dia mengetahui ketidakpintarannya dalam menghadapi situasi saat ini.


Margot Evans lalu duduk di kursi peserta dengan wajah gelisah sambil menunggu hasil pengumuman lomba dibacakan oleh pembawa acara.


Giliran hasil pengumuman lomba dibacakan oleh pembawa acara lomba.


Terdengar keras suara pembawa acara saat membacakan hasil pengumuman lomba festival.


Ada lima peserta lomba menyanyi yang disebutkan sebagai pemenang dan menjadi finalis utama pada babak kedua selanjutnya.


Sekitar ribuan peserta lomba menyanyi yang ikut mendaftar lomba dan dari mereka beberapa peserta lomba yang diundang sebagai peserta lomba termasuk Margot Evans yang berhasil dipilih.


"MARGOT EVANS !!!", panggil pembawa acara.


Nama Margot Evans terdengar dipanggil oleh pembawa acara sebagai salah satu lima finalis pemenang lomba yang akan maju di babak kedua nanti.


Margot Evans yang namanya dipanggil oleh pembawa acara sebagai salah satu dari lima finalis lomba terlihat kaget serta sangat panik.


"Nona Margot, nama anda dipanggil sebagai pemenang", ucap Jhon.


"Iya, Margot ! Kau jadi pemenang lomba pada babak pertama !", seru Aaron Lee senang.


"I--iya..., aku menjadi pemenang lomba...", kata Margot Evans senang sekaligus bercampur bingung.


"Apa yang nona muda tunggu ? Sebaiknya nona naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan", sahut Jhon.


"Ah, iya !? Tapi aku bingung..., bagaimana jika Lee Ryder tidak menyukainya...", ucap Margot Evans.


"Tenanglah, ayah tidak mungkin tidak suka atas kemenanganmu, justru dia akan tersenyum bangga karena gadis pujaaan hatinya mampu keluar sebagai pemenang lomba", sahut Aaron Lee.

__ADS_1


"Benar, itu yang tuan muda katakan karena saya yakin juga kalau tuan Lee Ryder akan menyambut kemenangan nona Margot Evans dengan rasa bangga", kata Jhon.


"Benarkah !?", sahut Margot Evans terharu.


"Ayo, naiklah ! Dan terimalah hadiah pemenang lomba, tunjukkan pada semua orang terutama Chris Fullham bahwa kau patut dibanggakan sebagai wakil ayah", kata Aaron Lee.


Aaron Lee yang tadinya bersikap cuek, sekarang mendukung kemenangan Margot Evans dan memberinya semangat padanya.


Gadis cantik bergaun merah maxi panjang dengan potongan dada one shoulder serta belahan kaki yang tinggi itu tersenyum senang.


Wajahnya berubah berseri-seri bahagia ketika mendapatkan dukungan besar atas kemenangannya sebagai peserta lomba.


Margot Evans berjalan naik ke atas panggung lomba dengan langkah riang serta sesekali menoleh ke arah Aaron Lee dan Jhon yang berjalan mengikutinya dari arah belakang.


Seorang perempuan di atas panggung segera menyambut kehadiran Margot Evans sebagai salah satu pemenang lomba yang keluar sebagai juara pertama lomba menyanyi dengan sambutan rangkaian bunga.


Memberikan kepada Margot Evans sebuah piala kemenangan.


Pembawa acara mempersilahkan Margot Evans memberikan pidato atas kemenangannya sebagai seorang juara lomba.


Margot Evans lalu maju serta memberikan pidato sambutannya atas kemenangannya sebagai juara utama lomba menyanyi di ajang festival dengan hadiah besar berupa uang puluhan juta.


Pembawa acara juga memintanya untuk membawakan lagu sebagai sambutan atas kemenangannya.


"Terimakasih pada semua yang hadir atas kesempatannya memilih saya sebagai pemenang lomba ini, saya berharap sekali dukungannya pada lomba selanjutnya", ucap Margot Evans saat dia berpidato.


"Silahkan nona Margot Evans membawakan sebuah lagu sebagai bentuk penghormatan atas kemenangan anda sebagai juara utama lomba ini", pinta pembawa acara.


"Ya, terimakasih", sahut Margot Evans.


Margot Evans lalu berjalan ke depan seraya mengangkat piala ditangannya kemudian dia mulai menyanyi.


Membawakan lagu bertema tentang cinta hingga akhir masa.


Suara Margot Evans terdengar mengalun merdu saat menyanyikan sebuah lagu untuk menyambut kemenangannya sebagai juara utama lomba.


Nada-nada tinggi mampu dilalui oleh Margot Evans saat dia menyanyi, tak satupun nada yang dia nyanyikan terdengar fals.


Luar biasa...


Itu bentuk sambutan atas keindahan suara Margot Evans ketika dia menyanyi lagu tema cinta.


Pada saat akhir lagu terlihat Lee Ryder berjalan mendekati panggung lomba dengan para pengawalnya yang mengikutinya untuk membuka jalan baginya.


Lee Ryder melangkah tegap lalu berhenti tepat dibawah panggung lomba sembari tersenyum lebar.


"Sayang, lompatlah ke dalam pelukanku ! Aku akan membawamu sebagai ratu di hatiku, Margot Evans !", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder berdiri sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar, menunggu kedatangan gadis pujaan hatinya ke dalam dekapannya.


Senyum membias indah di wajah cantik Margot Evans ketika dia melihat sambutan Lee Ryder atas kemenangannya.


Margot Evans yang tanpa berpikir panjang segera melompat turun ke arah Lee Ryder yang telah menunggunya di bawah panggung.


"WOOOAAAHHH... !!!!"


Langsung terdengar suara teriakan histeris dari arah semua orang yang ada di area lomba saat melihat Margot Evans yang turun ke bawah untuk menyambut pelukan Lee Ryder.

__ADS_1


Terlihat kedua insan yang dilanda cinta itu saling berpelukan erat di bawah panggung lomba seraya saling melempar senyuman penuh cinta dari keduanya.


Sungguh, suatu pemandangan yang sangat indah sekali jika dilihat oleh mata saat melihat kemesraan diantara Lee Ryder dan Margot Evans.


__ADS_2