ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 40


__ADS_3

Seusai Aaron Lee bermain di wahana permainan yang ada di Disneyland seharian penuh hingga menjelang sore.


Aaron Lee mengajak ayahnya naik wahana permainan lainnya.


"Ayah, kita ke Star Tours ! Aku ingin mencoba wahana simulator itu !'', kata Aaron Lee.


''Baiklah, kita kesana !'', sahut Lee Ryder.


''Apa ayah suka ?'', tanya Aaron Lee.


''Tentu saja, ayah suka ! Bukankah ini kesempatan kita untuk menikmati liburan kita di Disneyland !? Kapan lagi kita bisa kesini ?'', sahut Lee Ryder.


''Aku membaca peta Disneyland dan aku tertarik untuk mencobanya karena wahana ini berdasarkan Star Wars Film George Lucas, Star Tours !'', pekik Aaron Lee senang.


''Yah, ayah tahu itu, nak'', ucap Lee Ryder.


''Wahana ini memiliki gambar 3-D dan sangat realistis serta mempunyai teknologi yang memungkinkan 54 urutan cerita yang berbeda, cukup untuk membuat pengendara kembali lagi dan lagi !'', terang Aaron Lee.


''Wow !?'', seru Lee Ryder.


''Ayo, ayah ! Cepatlah sedikit karena kita masih harus mengantri lama di area antrean masuk !'', kata Aaron Lee sambil menarik kuat tangan ayahnya.


''Baiklah... Baiklah... !'', ucap Lee Ryder.


''Ayo, ayah !'', seru Aaron Lee semangat.


Aaron Lee memilih Star Tours Ride di Disneyland California karena dia menyukai film Star Wars yang merupakan film favoritnya.


Ayahnya yaitu Lee Ryder sengaja menyulap salah satu ruangan di rumahnya menjadi bioskop kecil yang lengkap untuk mereka ketika menikmati hari-hari kosong atau setelah mereka usai beraktivitas sehari-hari.


Salah satu film yang sering mereka putar kala waktu jeda di rumah diantaranya film Star Wars. Dan alasan itulah yang mendasari Aaron Lee mefavoritkan film George Lucas sejak dia kecil.


Star Tours adalah salah satu wahana paling menyenangkan di Disneyland.


Aaron Lee menggandeng tangan Lee Ryder menuju area wahana Star Tours sedangkan Margot Evans berjalan di belakang mereka sambil menikmati popcorn manisnya.


Mereka sampai di area Star Tours dan mulai mengantri.


Dalam antrean untuk Star Tours, terdengar suara pembicara overhead bernama Egroeg Sacul, yang George Lucas dieja terbalik.

__ADS_1


Mereka terus mendengarkan karena dalam suara itu akan mendengar pengumuman untuk memindahkan landpeeder THX 1138. THX 1138 adalah referensi penting untuk George Lucas: Itu adalah nama film pertamanya, nomor plat di American Graffiti, dan tanda panggilan dari stormtrooper di Star Wars: Harapan Baru .


Wahana Star Tours adalah wahana simulator penerbangan yang digunakan untuk membuat wahana ini adalah yang sama yang digunakan untuk melatih pilot pesawat.


Akhirnya mereka semua masuk ke dalam wahana Star Tours.


Aaron Lee terlihat paling bersemangat saat berada disana.


Wahana Star Tour berkisah tentang seorang pilot droid yang kikuk sengaja mengambil sekelompok turis luar angkasa di terowongan yang salah saat lepas landas, melompat ke kecepatan cahaya dan berjaga-jaga di alam semesta sebelum mengendalikan semuanya kembali.


Gunakan Fastpass untuk mempersingkat waktu anda dalam antrean. Mesin-mesin tiket Fastpass berada di seberang pintu masuk Star Tours, dekat Buzz Lightyear.Tempat duduk di wahana ini adalah ruang simulator gerak kecil. Ini memiliki beberapa baris, dan setiap kursi memiliki sabuk pengaman.


Wahana ini memiliki aksesibilitas yang lengkap hanya dengan menghubungi Anggota Cast di pintu masuk untuk informasi boarding. Para tamu harus pindah ke kendaraan naik sendiri atau dengan bantuan dari rekan mereka. Beberapa monitor pra-pertunjukan menampilkan teks tamu yang diaktifkan.


Pemain di wahana Star Tours harus mengenakan kacamata 3D dan banyak bahaya dalam simulasi di wahana ini.


Aaron Lee terlihat sangat menikmati waktunya bermain di wahana Star Tours.


Gambarnya 3-D, sangat realistis sehingga setiap orang akan menemukan diri mereka tersentak ketika ada yang menabrak kaca depan. Teknologi ini memungkinkan 54 urutan cerita yang berbeda, cukup untuk membuat pengendara kembali lagi dan lagi.


Kegembiraan menyelimuti hati bocah lima tahun itu dan wajahnya sangat ceria.


Satu jam kemudian...


Terutama Aaron Lee yang sangat antusias menceritakan pengalamannya tadi meski semua orang juga ikut bersamanya mencoba wahana Star Tours yang sangat menyenangkan dan mendebarkan.


''Nah, sekarang kita kemana lagi ?'', kata Lee Ryder.


''Aku lapar sekarang, ayah !'', sahut Aaron Lee.


''Lapar !?'', ucap Lee Ryder.


''Iya, ayah... Setelah bermain lama di wahana permainan yang ada disini, aku merasa sangat lapar sekarang !'', kata Aaron Lee.


''Benarkah !?'', sahut Lee Ryder seraya mengangkat kedua alisnya ke atas. ''Hmmm..., bagaimana kalau kita beli makanan yang ada disekitar sini saja ?''


''Terserah ayah saja...'', jawab Aaron Lee.


''Lihat ada penjual makanan disana !'', kata Margot Evans.

__ADS_1


Kaki kalkun asap tidak hanya enak, tapi juga ada sesuatu yang menyenangkan tentang mengunyah potongan daging yang besar.


Margot Evans menemukan mereka di troli di dekat patung Walt dan Mickey di Main Street USA.


''Kalkun !?'', gumam Lee Ryder seraya melirik ke arah Margot Evans. ''Rupanya selera makanmu hari ini cukup besar, Margot !? Apa kau lapar atau kau sedang berpikir sesuatu lainnya !?''


''Apa maksudmu berkata demikian !?'', sahut Margot Evans.


''Baru beberapa jam kita bermain di wahana ini dan kamu sekarang sudah sangat kelaparan sekali !? Berapa kalori yang sudah kamu keluarkan !?'', kata Lee Ryder.


''Apa hubungannya kalori dengan permainan ? Aku tidak mengerti dirimu, Lee Ryder !?'', sahut Margot Evans.


''Tidak apa-apa, aku hanya mengutarakan pendapatku saja tetapi aku tidak tahu jika wahana ini mampu menguras tenaga sebesar itu !?'', kata Lee Ryder asal. ''Kalkun !?'', sambungnya jahil.


''Jika kamu tidak suka daging kalkun asap maka biar kami yang membelinya ! Bagaimana menurutmu Aaron Lee ?'', kata Margot Evans seraya menoleh ke arah bocah lima tahun itu.


''Boleh saja, aku sudah sangat lapar, Margot !'', jawab Aaron Lee.


''Baiklah, kita kesana saja !'', ucap Margot Evans.


Margot Evans lalu mengajak Aaron Lee berjalan menuju ke sebuah troli penjual daging kalkun asap sedangkan Lee Ryder hanya berdiri mematung menyaksikan mereka berlarian kecil ke area Main Street USA.


Membeli masing-masing satu kaki kalkun asap lalu menikmatinya dengan lahap tanpa memperdulikan kehadiran Lee Ryder yang menghampiri mereka.


Keduanya terlihat sangat menikmati makanan mereka dengan hati riang gembira.


Lee Ryder ikut memesan satu kaki kalkun asap untuk dirinya sendiri seraya memperhatikan Margot Evans disampingnya yang tengah asyik menyantap kalkun asap miliknya.


''Apa kalian sangat menyukainya ?'', tanya Lee Ryder.


''Iya, ayah ! Kaki kalkun asap ini sangat lezat ! Dan jika ayah sudah mencobanya maka ayah akan suka !'', sahut Aaron Lee.


''Benarkah ?'', kata Lee Ryder sembari memicingkan kedua matanya.


''Cobalah, ayah !'', seru Aaron Lee seraya mengayun-ayunkan kaki kalkun dengan dagingnya yang tebal yang telah digigitnya sebagian ke arah ayahnya.


''Ya, iya, ayah tahu itu !?'', sahut Lee Ryder. ''Kau tidak perlu menggerakkannya dan lihatlah wajahmu belepotan saus, Aaron Lee'', sambungnya.


Lee Ryder lalu mengeluarkan sehelai sapu tangan dari dalam saku celananya untuk membersihkan wajah putranya yang terkena oleh saus dari daging kalkun.

__ADS_1


Sebelum Lee Ryder sempat mengelap wajah Aaron Lee dengan tanggap Margot Evans membersihkan wajah bocah kecil itu dengan tissue.


Margot Evans membersihkan saus kalkun asap yang menempel di wajah Aaron Lee cepat-cepat kemudian membawa bocah lima tahun itu untuk duduk di sebuah bangku taman lalu melanjutkan kembali menikmati makanan mereka dengan senang hati.


__ADS_2