ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 48


__ADS_3

Seorang pelayan masuk ke dalam kamar seraya mengetuk pintu lalu berdiri tepat di depan pintu.


Tok... ! Tok... ! Tok... !


Brandon Williams mengalihkan pandangannya ke arah pelayan wanita yang berdiri di depan pintu kemudian menyuruhnya masuk.


"Masuklah !", kata Brandon.


"Maaf tuan Brandon, dokter Esteban Vizcarra telah tiba dan sekarang ingin menemui anda, tuan", sahut pelayan wanita.


"Suruh saja dia langsung masuk ke kamar ini !", kata Brandon.


"Baik, tuan Brandon !", sahut pelayan wanita.


Pelayan wanita lalu pergi untuk menemui dokter Esteban Vizcarra.


"Dokter sudah datang dan dia akan datang kemari, Lee Ryder", kata Brandon.


"Bagaimana dengan Aaron Lee ? Aku belum melihatnya sejak aku datang", sahut Lee Ryder.


"Dia ada di kamar sebelah !", kata Brandon.


"Baiklah, aku akan melihatnya setelah dokter Esteban kemari", sahut Lee Ryder.


"Hmmm, yah, aku akan menunggumu bersama disini", kata Brandon.


Terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah kamar.


TAP... ! TAP... ! TAP... !


Suara langkah kaki semakin mendekat lalu seorang pria berpakaian rapi masuk ke dalam kamar.


Menyapa ramah kepada Brandon Williams serta Lee Ryder yang tengah berada di dalam ruangan kamar rumah milik Brandon.


"Selamat siang, Brandon !", sapa pria berwajah ceria.


"Selamat datang dokter Esteban Vizcarra !", sahut Brandon Williams.


Brandon Williams menyambut dokter Esteban Vizcarra dengan ramah seraya merentangkan kedua tangannya ke arah samping.


"Maaf merepotkan mu hingga membuatmu datang jauh-jauh dari tempatmu kemari, dokter !", kata Brandon.


"Tidak perlu sungkan-sungkan untuk meneleponku karena aku akan sangat senang jika kau sangat membutuhkan ku, Brandon !", sahut dokter Esteban Vizcarra.


Brandon Williams tertawa seraya membimbing dokter Esteban mendekati ranjang tidur, tempat Margot Evans berbaring.


"Suhunya dingin sekali bahkan dia tidak sadarkan diri sejak kemarin malam, dokter", kata Brandon.


"Siapa ? Apa nona cantik ini yang harus aku periksa ?", kata dokter Esteban Vizcarra.


"Benar, gadis ini...", sahut Brandon.


Brandon Williams melirik ke arah Lee Ryder yang masih duduk di sebelah Margot Evans lalu berdehem kepada Lee Ryder seperti memberi isyarat khusus.


"EHEM... EHEEEEMMM... !"


Lee Ryder langsung menoleh ke arah Brandon serta dokter Esteban Vizcarra yang berdiri di dekatnya.

__ADS_1


"Oh, maaf, aku tidak menyadari kedatangan mu, dokter", ucap Lee Ryder.


Pria tampan itu lalu beranjak berdiri dari tempat tidur dimana Margot Evans masih terbaring tak sadarkan diri.


"Permisi, saya hendak memeriksa pasien", kata dokter Esteban Vizcarra.


"Silahkan ! Aku harap dokter dapat segera menyembuhkan Margot sejak kemarin malam dia belum siuman dari pingsannya", ucap Lee Ryder mu


"Kenapa nona ini bisa jatuh pingsan ?", tanya dokter Esteban Vizcarra.


Lee Ryder terdiam lalu menoleh ke arah Brandon Williams dengan wajah kebingungan.


"Begini, dokter ! Nona ini mengalami pingsan karena dia berada di luar gedung sedangkan udara malam itu sangatlah dingin sehingga dia jatuh tak sadarkan diri", kata Brandon.


Brandon Williams lalu menjelaskan tentang kejadian saat Margot Evans pingsan, dokter Esteban Vizcarra yang mendengarkan penjelasan dari Brandon hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Dokter Esteban Vizcarra memeriksa Margot Evans yang terbaring di atas tempat tidur dengan sangat serius.


Beberapa menit kemudian, dokter Esteban Vizcarra telah selesai memeriksa kondisi kesehatan Margot Evans lalu berkata kepada Lee Ryder serta Brandon Williams.


"Saya rasa nona ini terkena hipotermia akut yang disebabkan dia berada terlalu lama di luar ruangan tanpa penghangat tubuh sehingga suhu badannya berubah-ubah tak menentu", kata dokter Esteban Vizcarra.


"Lalu bagaimana dengan kondisi kesehatannya ?", tanya Lee Ryder cemas.


"Tidak apa-apa, nanti dia akan pulih kembali setelah meminum obat dan aku akan menuliskan resep obat untuk nona ini", sahut dokter Esteban Vizcarra.


"Aku mengerti...", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder berjalan mendekati Margot Evans yang masih terbaring pingsan kemudian duduk di dekatnya seraya mengusap lembut wajah Margot Evans.


"Aku akan memasangkan infus untuk nona ini, supaya dia mendapatkan transfusi cairan untuk tubuhnya agar dia kuat seperti sediakala", kata dokter Esteban Vizcarra.


"Tu-tunggu ! Dokter akan memberikan infus kepada nona ini !?", kata Brandon kaget.


"Iya, saya melihat tubuhnya sangat lemah serta pucat karena udara dingin yang menyebabkan nona ini mengalami hipotermia akut", sahut dokter Esteban Vizcarra.


Dokter Esteban Vizcarra menyiapkan selang infus untuk Margot Evans agar gadis muda itu mendapatkan penanganan yang tepat untuk kesembuhan kesehatannya.


"Astaga !?", seru Brandon semakin kaget.


Ketika dia melihat dokter Esteban Vizcarra hendak memasangkan infus ke tangan Margot Evans.


Wajah Brandon Williams terlihat sangat tegang saat tangan Margot Evans dipasang dengan jarum yang digunakan untuk mengalirkan cairan ke selang infus.


"Apa itu tidak sakit, dokter ?", kata Brandon.


"Tidak, ini rasanya seperti digigit semut", sahut dokter Esteban Vizcarra sambil tersenyum kecil.


Brandon Williams lebih memperhatikan keadaan Margot Evans yang masih tak sadarkan diri sehingga membuat Lee Ryder tercengang melihat perhatian yang diberikan oleh Brandon terhadap Margot Evans.


Tampak Brandon terlihat sibuk berlalu lalang di ruangan kamar serta memperhatikan kesehatan Margot Evans sampai dia sendiri ikut membantu dokter Esteban Vizcarra meletakkan botol infus ke tiang infus.


Mengambil alih tugas saat dokter memberikan resep obat untuk Margot Evans lalu menghubungi pelayannya untuk segera menebus obat ke apotek.


Lee Ryder yang melihat semuanya hanya berdiri tertegun diam ketika Brandon Williams dengan cekatan mengurus keperluan medis Margot Evans.


"Baiklah, semua sudah selesai tinggal nona ini meminum obat agar kesehatannya cepat pulih", kata dokter Esteban Vizcarra.

__ADS_1


"Tapi masih ada pasien lainnya yang harus diperiksa oleh dokter", ucap Brandon.


"Pasien lainnya ?", kata dokter Esteban Vizcarra.


"Benar, dokter", sahut Brandon.


"Dimana ? Saya tidak melihat pasien yang lainnya disini !? Hanya ada nona muda yang terbaring di kamar ini", kata dokter Esteban Vizcarra.


"Dikamar sebelah, ada anak kecil berusia lima tahun yang sedang demam sejak kemarin malam, saya harap dokter bersedia memeriksanya", ucap Brandon Williams.


"Anak kecil ? Usianya lima tahun !?", kata dokter Esteban Vizcarra.


Brandon hanya menjawab dengan anggukan kepala ringan lalu berjalan ke arah pintu kamar dan berdiri sambil tersenyum simpul ke arah dokter.


"Mari aku tunjukkan letak kamarnya, dokter Esteban !", kata Brandon.


"Yah, baiklah...", sahut dokter Esteban Vizcarra.


Kedua pria bertubuh tegap itu lalu melangkah keluar dari dalam kamar menuju ke arah kamar tidur yang lainnya tanpa memperhatikan kehadiran Lee Ryder yang ada di dalam ruangan.


Lee Ryder berdiri termenung sendirian ketika Brandon serta dokter Esteban Vizcarra meninggalkannya di dalam ruangan kamar bersama dengan Margot Evans yang masih terbaring lemah serta belum sadar.


Tiba-tiba terdengar suara erangan lirih dari arah tempat tidur. Membuat Lee Ryder menoleh ke arah belakang.


Dilihatnya Margot Evans yang terbangun dari pingsannya sembari mengusap kedua matanya perlahan.


"Aaron Lee...", gumam Margot Evans.


Gadis cantik itu lalu menolehkan kepalanya ke arah Lee Ryder yang berdiri tak jauh dari tempat tidur.


"Margot Evans, kau sudah sadar ?", kata Lee Ryder.


"Mmmm.... !?", sahut Margot Evans bergumam lirih.


Margot Evans memperhatikan tiang infus yang ada didekatnya lalu kembali menatap ke arah Lee Ryder yang berjalan mendekatinya.


"Kenapa dengan ku ?", kata Margot Evans.


Tatapan mata gadis muda itu tampak sendu saat dia melihat ke arah Lee Ryder yang berada di dekat tempat tidur.


"Kau pingsan kemarin malam, dan dokter telah datang kemari untuk memeriksa mu serta memberikan resep obat agar kamu meminumnya", kata Lee Ryder.


"Tapi aku tidak ingin berada di sini...", sahut Margot Evans.


"Harus, Margot !", jawab Lee Ryder tegas.


"Aku ingin melihat Aaron Lee, dimana dia sekarang ?", tanya Margot Evans.


"Jangan memikirkan lagi tentang dia karena Aaron Lee sudah ditangani oleh dokter Esteban Vizcarra sekarang !", sahut Lee Ryder.


"Kenapa dengannya ?", kata Margot Evans terkejut dan hampir melepaskan selang infus di tangannya. "Aku harus menemuinya ! Antarkan aku kesana, Lee Ryder !", sambungnya.


Margot Evans berusaha beranjak bangun dari tempat tidur serta mencoba melepaskan selang infus yang melekat ditangannya.


"Tidak ! Kau masih perlu beristirahat untuk memulihkan kondisi tubuhmu, Margot Evans !", ucap Lee Ryder mencoba tegas.


Lee Ryder bergerak cepat ke arah Margot Evans sembari memegang tangan Margot Evans erat-erat.

__ADS_1


"Tapi..., aku ingin melihat kondisi Aaron Lee sekarang, Lee Ryder... Aku harus melihat keadaannya !", ucap Margot Evans bersikeras.


Lee Ryder menggelengkan kepalanya pelan sambil menahan tubuh Margot Evans agar tidak terbangun dari tempat tidurnya serta melarangnya untuk tidak melepaskan selang infus yang ada ditangannya. Dan menyuruh gadis muda itu tetap diam berbaring di atas ranjang sampai kesehatannya benar-benar pulih kembali sediakala.


__ADS_2