ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 50


__ADS_3

Masuk Lee Ryder ke dalam kamar mansion mewah dimana Margot Evans tengah berbaring di atas tempat tidurnya.


Melangkah dengan langkah kaki lebar menuju ranjang luas yang di tempati oleh Margot Evans.


Menyapa Margot Evans ramah seraya senyum merekah menghias wajah Lee Ryder.


''Kau sudah bangun ?", sapa Lee Ryder.


"Iyah...", sahut Margot Evans.


Gadis muda bermata indah itu menolehkan kepalanya ke arah Lee Ryder yang masuk ke kamar mansion seraya menyapanya ramah.


Bagi Margot Evans sikap Lee Ryder sangatlah lain dari biasanya karena sikap Lee Ryder akan selalu dingin serta mengintimidasi dirinya sesuka hatinya bila mereka sedang berduan-duaan.


"Aku membawakanmu sekotak cake tart dengan penuh lapisan cokelat diatasnya serta taburan blueberry segar untukmu", kata Lee Ryder.


"Terimakasih aku ucapkan atas kebaikanmu ini...", sahut Margot Evans.


"Makanlah beberapa potong cake tart ini, kau pasti akan merasa senang", kata Lee Ryder.


"Aku tidak mungkin memakan beberapa potong cake tart dalam waktu cepat karena aku baru saja selesai sarapan", sahut Margot Evans.


"Tidak masalah karena kamu bisa memakannya lagi nanti tapi sekarang aku ingin kamu mencoba mencicipi sepotong cake tart ini", ucap Lee Ryder.


Pria berwajah tampan rupawan itu lalu duduk di dekat tempat tidur sambil membuka kotak cake tart yang ada di atas pangkuannya.


Mengeluarkan cake tart berlapis cokelat dengan Blueberry di atasnya dari dalam kotak pembungkus.


Lee Ryder meletakkan cake tart cokelat yang ada di atas tempatnya kemudian memotongnya lalu membagikannya kepada Margot Evans.


"Bagaimana aku bisa memakannya ?", kata Margot Evans.


Ketika Lee Ryder menyodorkan sepotong cake tart cokelat ke arah bibir Margot Evans.


"Bukalah mulutmu ! Dan coba makanlah !", sahut Lee Ryder.


"Kamu menyuruhku langsung memakannya dari atas pisau ini !?", kata Margot Evans.


"Yah ! Kenapa tidak ?", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder menjawab dengan anggukkan kepala ringan lalu memaksa Margot Evans untuk membuka mulutnya agar potongan cake tart cokelat dapat masuk ke mulutnya.


"Ini terlalu besar ! Mulutku tidak muat, Lee Ryder !?", ucap Margot Evans.


Margot Evans memalingkan wajahnya dari potongan cake tart cokelat yang ada di atas pisau lebar yang dikhususkan untuk memotong cake tart.


"Cobalah ! Buka saja mulutmu lalu makanlah cake ini meski sedikit !", pinta Lee Ryder.


"Ba--baiklah..., aku akan mencobanya...tapi aku tidak berjanji untuk menghabiskannya...", jawab Margot Evans.


"Iya", sahut Lee Ryder.


Margot Evans tak kuasa menolak permintaan Lee Ryder untuk memakan potongan cake tart cokelat yang ada di atas pisau lebar khusus di tangan Lee Ryder.


Membuka mulutnya agar potongan cake tart cokelat masuk.


"Enak ?", kata Lee Ryder sambil menatap lekat. "Enak tidak ?", sambungnya.

__ADS_1


Lee Ryder terus menyodorkan potongan cake tart cokelat yang ada di pisau cake kepada Margot Evans agar gadis cantik itu dapat memakannya.


"Yah, enak sekali cake tart cokelat ini, terutama lapisan cokelat yang meleleh di atasnya benar-benar sangat lezat !", sahut Margot Evans sambil menganggukkan kepalanya.


"Jika kau suka aku akan membelikannya lagi untuk dimakan besok, aku akan pergi setelah ini", ucap Lee Ryder.


"Tidak perlu repot-repot karena sekotak cake tart cokelat saja sudah sangat cukup buatku, kamu tidak perlu membelinya lagi, ini sudah lebih dari cukup, Lee Ryder", kata Margot Evans.


"Tidak ! Tidak perlu sungkan !", sahut Lee Ryder.


Ditariknya tangan Lee Ryder yang memegang pisau cake dengan potongan cake tart cokelat di atasnya ke arah mulut pria tampan itu.


Lee Ryder ganti mencicipi potongan cake tart cokelat setelah Margot Evans memakannya.


Kedua mata Margot Evans terbelalak lebar saat melihat Lee Ryder melahap habis sisa potongan cake tart cokelat yang telah dimakan oleh Margot Evans.


"Kau juga menyukainya ?", ucap Margot Evans.


"Apa yang kau suka maka aku juga menyukainya", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder lalu menyingkirkan sekotak cake tart cokelat ke atas meja.


"Nanti kita habiskan lagi cake tart ini !", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder lalu duduk disamping Margot Evans yang bersandar di tempat tidur kemudian berbisik lembut di telinga gadis cantik itu.


"Apa kamu perlu sesuatu yang lebih hangat ?"


Margot Evans tertawa pelan saat mendengar bisikan Lee Ryder lalu memandangnya lembut.


"Kau mengada-ada tapi baiklah, aku akan menerima apapun keputusan darimu karena kau tidak sehat sekarang", sahut Lee Ryder.


"Kamu selalu pintar mengambil hati perempuan, Lee Ryder", kata Margot Evans.


"Tidak benar yang kamu katakan karena aku merasa bahwa aku tidaklah pandai dalam merayu perempuan manapun selain dirimu, Margot", jawab Lee Ryder.


"Benarkah !?", ucap Margot Evans seraya tersenyum.


Lee Ryder duduk menyandarkan tubuhnya dengan kedua tangan disisinya seraya meluruskan kedua kakinya yang jenjang di atas tempat tidur.


"Apa kamu sudah merasa baikan, Margot ?", kata Lee Ryder.


"Tubuhku masih lemas serta dingin, aku merasa tidak bersemangat sekarang", ucap Margot Evans.


"Bagaimana kalau aku yang membantumu menghangatkan tubuhmu ? Badanku cukup panas jika kamu ingin memeluknya", sahut Lee Ryder.


"Aku akan sangat berterimakasih atas pertolonganmu yang bersedia menawarkan kehangatan untukku tapi bukan itu yang aku maksudkan", jawab Margot Evans.


"Tidak apa-apa jika kamu menggunakan tubuhku untuk menghangatkanmu, aku justru akan merasa bahagia dan sangat senang", kata Lee Ryder.


Margot Evans terdiam dan hanya mendesah pelan sambil mendongakkan kepalanya agar dapat bersandar dalam posisi tepat di bahu tempat tidur.


"Aku menyarankan agar kamu menyandarkan kepalamu di atas bahuku karena bagian tubuhku ini benar-benar sangat nyaman sebagai sandaran, Margot", ucap Lee Ryder.


"Tidak, terimakasih !", sahut Margot Evans.


Lee Ryder menarik pelan kepala Margot Evans ke arah bahunya agar gadis cantik itu dapat bersandar.

__ADS_1


"Tidak perlu merasa sungkan karena aku suka sebagai tempat sandaran bahkan aku berharap lebih dari sekedar sandaran", ucap Lee Ryder.


"Terimakasih...", jawab Margot Evans.


Senyum di wajah Margot Evans mengembang saat dia menyandarkan kepalanya ke atas bahu Lee Ryder.


Terasa nyaman sekali ketika Margot Evans bersandar di bahu Lee Ryder, seolah-olah kedamaian akan selalu bersamanya dan tidak hanya sekedar singgah lalu pergi.


Dipejamkannya kedua mata Margot Evans saat dia bersandar di bahu Lee Ryder.


Seakan-akan Margot Evans tenggelam dalam kenyamanan yang datang ke dalam hatinya tiba-tiba.


Lee Ryder turut tersenyum senang ketika Margot Evans merasakan nyaman saat gadis cantik itu bersandar di bahunya.


"Apakah bahuku terasa menenangkan ?", ucap Lee Ryder.


"Hmmm...", gumam Margot Evans.


"Kalau kau merasa nyaman maka kamu boleh menggunakan bahuku ini selalu, Margot", kata Lee Ryder.


"Hmmm...", gumam Margot Evans.


"Baiklah, jika kau suka", ucap Lee Ryder.


"Bagaimana keadaan Aaron Lee sekarang ? Aku belum melihatnya sama sekali, Lee Ryder", ucap Margot Evans.


"Jangan dipikirkan tentang kondisi bocah kecil itu ! Dia selalu saja membuat kekacauan !", sahut Lee Ryder.


"Kamu tidak seharusnya berkata demikian karena dia adalah putra kandungmu sendiri, tidak benar kalau kamu selalu menyalahkannya", ucap Margot Evans.


"Tapi karena dia, kalian mengalami masalah separah ini, nona !", kata Lee Ryder.


"Tidak semuanya adalah kesalahannya karena itu juga salahku yang membawanya keluar gedung pesta dan duduk di gazebo taman", sahut Margot Evans masih bersandar.


"Apa yang terjadi ?", kata Lee Ryder.


"Saat pesta malam itu, aku melihat Aaron Lee menikmati kue tart yang tersedia di atas meja dengan wajah belepotan cokelat sedangkan lantai penuh dengan lelehan cokelat serta remah-remah kue yang dibuat oleh Aaron Lee", jawab Margot Evans.


Margot Evans lalu menarik kepalanya dari atas bahu Lee Ryder seraya duduk tegak.


"Aku langsung berinisiatif membawa keluar Aaron Lee dari dalam gedung pesta agar tidak seorangpun melihatnya, aku juga tidak ingin kamu marah-marah padanya jika mengetahui perbuatannya malam itu", kata Margot Evans.


"Untuk apa aku marah pada hal sepele !? Aku akan sangat senang jika pesta Chris Fullham dapat dikacaukan !?", ucap Lee Ryder.


"Kau tidak sedang bercanda, bukan !?", sahut Margot Evans.


"Bercanda !? Untuk apa aku harus bercanda !? Aku mengatakannya sungguh-sungguh !?", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder mengalihkan pandangannya ke arah Margot Evans.


"Jika aku tahu kamu menginginkan kekacuan dalam pesta malam itu maka aku tidak akan menjauhkan Aaron Lee dari pesta itu dan akan membiarkannya bebas sesuka hatinya", sahut Margot Evans.


"Yah, kenapa tidak !?", kata Lee Ryder.


Margot Evans lalu tertawa mendengar jawaban Lee Ryder yang diikuti oleh Lee Ryder yang sama-sama tertawa.


Suasana pagi itu benar-benar terasa sangat hangat ketika Margot Evans dan Lee Ryder menghabiskan waktu mereka berdua di kamar mansion mewah, tawa terus terdengar dari keduanya saat mereka bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2