ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 58


__ADS_3

Margot Evans keluar dari kamar mandi dan melihat ke arah sekelilingnya.


Ditepuknya kedua paha kakinya pelan seraya tersenyum simpul.


"Akhirnya aku bisa beristirahat hari ini...", ucapnya.


Margot Evans melangkahkan kakinya dengan hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya ke arah meja rias yang tersedia di kamar mansion.


Duduk di atas bangku rias di depan cermin seraya mengusapkan lotion pada seluruh tubuhnya.


Tak lupa menyemprotkan parfum Chanel Grand Extrait, Neroli dari Grasse menyatu pada wangi bunga sensual dari dua bahan baku yang luar biasa, May Rose dan Jasmine dari Grasse.


Margot Evans menghirup aroma parfum setelah dia mengoleskannya ke tangannya.


Wangi aroma parfum Chanel Grand Extrait tercium segar di hidungnya sehingga membuat tubuhnya menjadi sangat rileks apalagi sehabis dia mandi.


Tok... Tok... Tok...


Suara pintu kamar diketuk dari luar, mengalihkan perhatiannya dari wewangian di tubuhnya ke arah pintu.


"Siapa yang datang ini... ?", gumamnya agak mengeluh.


Margot Evans beranjak dari tempat duduknya sambil meletakkan botol parfum ke atas meja rias lalu berjalan menuju ke arah pintu kamar mansion yang mewah.


Berdiri sejenak sembari menarik nafas dalam-dalam lalu mengusapkan kedua telapak tangannya.


"Baiklah, tidak masalah meski hari ini waktu istirahatku harus terganggu...", ucap Margot Evans.


Margot Evans meniup ke arah kedua telapak tangannya yang tercium aroma parfum dari Chanel Grand Extrait kemudian menarik gagang pintu kamarnya.


Gadis cantik bermata indah itu hampir melupakan sesuatu jika dia masih mengenakan lilitan handuk di tubuhnya seusai mandi.


Berdiri Lee Ryder di depan kamar seraya menengadahkan kepalanya ke arah Margot Evans.


"Hmmm... !? Aku merasa ada yang hendak mengundangku untuk menghabiskan waktu hari ini...", ucap Lee Ryder sambil berdehem pelan.


"Apa !?", sahut Margot Evans.


Margot Evans membelalakkan kedua bola matanya yang indah saat Lee Ryder tersenyum padanya seraya mengamati dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Kau tidak bermaksud mengajakku untuk mandi bersamamu, bukan ?", kata Lee Ryder sembari menyandarkan lengannya.


"Mandi !? Mandi bersama !? Denganmu !?", jawab Margot Evans.


"Hmmm... !?", sahut Lee Ryder bergumam pelan. "Kenapa tidak jika harus mandi denganku ?", sambungnya.


Margot Evans yang masih lupa dengan penampilannya langsung tersadar dan segera memperhatikan ke arah dirinya.


"Astaga... !?", gumamnya kaget.


"Apa aku yang salah menduga atau aku yang terlalu terobsesi padamu ? Dan kenyataanya kamu mampu membuatku tergoda, Margot", kata Lee Ryder menatap serius.


"Ehk !?", Margot Evans tersentak kaget tapi dia hanya bisa terdiam.

__ADS_1


Margot Evans segera menarik pintu kamarnya untuk menutupnya kembali tetapi Lee Ryder mampu menahannya dengan pangkal pahanya yang terbungkus kain celana berwarna hitam.


BRAAAAK... !!!


Lee Ryder memandangi Margot Evans penuh gairah cinta tapi dia berusaha menekan luapan hatinya untuk mengungkapkannya.


Setelah dia mengingat kejadian yang menimpa Margot Evans dan Aaron Lee sehingga menyebabkan mereka terkena Hiportemia akut lalu sakit, sedikit membuat Lee Ryder trauma serta berusaha tidak lagi memaksakan gairah cintanya pada Margot Evans.


"Lainkali kau harus menjaga sikapmu serta lebih berhati-hati dengan penampilanmu jika menemui orang di kamar, Margot", ucap Lee Ryder.


"Apa ? Apa ada yang salah denganku ?", kata Margot Evans.


"Terus terang tidak ada yang salah denganmu tapi kamu harus berhati-hati jika berpenampilan seminim itu karena aku sendiri secara pribadi tidak menjamin bahwa aku akan bersikap sopan padamu jika seperti ini kau sering menyambutku", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder berkata sambil menyandarkan dirinya ke arah rangka pintu kamar mansion yang berlapis emas.


"Tapi bukan salahku jika aku lupa akan hal itu dengan penampilanku, jadi aku tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas penampilanku yang tidak sengaja", kata Margot Evans.


"Oh, iya... !?", sahut Lee Ryder seraya tersenyum.


"Dan bukan keinginanku membuat godaan karena aku tidak memiliki niatan itu padamu, Lee Ryder", lanjut Margot Evans.


"Hmmm...", gumam pria tampan yang hari itu berpenampilan memukau dengan kemeja abu-abu tua serta kancing yang terbuka sebagian hingga memperlihatkan dadanya yang bidang.


Lee Ryder benar-benar terlihat sangat seksi saat dia mengenakan pakaian kemeja abu-abu tua serta celana panjang kain berwarna hitam membuatnya seperti layaknya model majalah terkenal.


Bisa disebut dia salah satu pria terseksi dan tertampan dengan segala atribut yang dimilikinya.


Memiliki kekayaan yang tak ternilai jumlahnya dan termasuk dari sembilan pria paling berpengaruh di dunia semakin melengkapi kesempurnaan Lee Ryder sebagai seorang pria tulen.


Gadis bermata indah itu langsung memalingkan wajahnya dari Lee Ryder seraya melangkah mundur dengan memegangi erat handuk yang melilit tubuhnya yang beraroma parfum Chanel Grand Extrait.


Lee Ryder dengan cepat meraih tangan Margot Evans serta menggenggamnya erat-erat lalu menghirup aroma wangi parfum yang melekat pada tubuh gadis cantik itu.


"Kau sangat harum sekali, Margot", ucap Lee Ryder. "Apa kau sengaja melakukannya agar aku semakin terpikat pada auramu ?", sambungnya.


"A-aapa !?", sahut Margot Evans gugup.


"Tidak masalah jika kau memang sengaja menarikku atau mencoba menggodaku dengan segala daya tarikmu yang menawan", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder menatap tajam ke arah Margot Evans yang ada di hadapannya seraya mengusapkan bibirnya pada tangan gadis itu lalu menghirup aroma wangi parfum yang tertinggal.


"Semakin kamu menggodaku, aku akan semakin menyukainya karena aku tidak akan menolaknya dan aku akan menghargai usahamu itu", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder menelusuri lengan Margot Evans dengan bibirnya serta menciumnya.


"Lee Ryder...", bisik Margot Evans gemetaran.


"Aku tahu kau sangat menginginkanku untuk memilikimu tapi kau selalu menutupi keinginanmu padaku, Margot", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder mengigit lengan Margot Evans hingga membekas merah sehingga menggetarkan gairah pada gadis bermata indah itu dan seakan memaksakan hasrat Lee Ryder padanya.


Margot Evans berusaha kuat menolak hasratnya seraya menarik tangannya dari genggaman Lee Ryder tapi pria tampan itu tidak membiarkannya lepas begitu saja.

__ADS_1


Lee Ryder menarik Margot Evans dalam pelukannya lalu mengangkat tubuh gadis cantik itu menuju ke tempat tidur yang ada di kamar mansion.


Melangkah pelan sembari terus memandangi Margot Evans dengan penuh gairah cinta.


Perlahan-lahan dibaringkannya tubuh Margot Evans ke atas ranjang tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari gadis cantik itu.


"Kau tidak sekedar bagian dari hidupku tapi kau adalah jiwaku dan cahaya pada mataku, Margot...", ucap Lee Ryder.


Diusapnya wajah Margot Evans secara lembut serta memandanginya dengan penuh rasa cinta dari dalam hatinya.


"Biarkan aku mencintaimu sepenuhnya dan memilikimu dalam satu cinta, Margot Evans !", lanjut Lee Ryder.


Lee Ryder menarik lilitan handuk yang melekat di tubuh Margot Evans tapi gadis cantik itu segera menahannya agar lilitan handuk tidak terlepas dari badannya.


"Jangan memancingku dengan rayuanmu", kata Margot Evans.


"Mengapa ?", sahut Lee Ryder. "Kau takut jatuh cinta padaku dan tergila-gila pada pesonaku, Margot ?"


"Mana mungkin...", ucap Margot Evans.


"Mungkin atau tidak mungkin tetap kau tidak dapat menolakku karena aku akan terus memburumu, mau atau tidak mau, kau harus menerimanya", sahut Lee Ryder.


"Apa maksudmu, Lee Ryder ? Ahk !!!", ucap Margot Evans tersentak kaget.


BESSSSTTT... !!!


Lilitan handuk pada tubuh Margot Evans terlepas begitu saja ketika Lee Ryder menariknya kasar dan membuat Margot Evans menjerit keras.


"LEE RYDER !!!!", teriak Margot Evans.


Seluruh bagian tubuhnya terlihat jelas saat Lee Ryder melepaskan lilitan handuk ditubuh Margot Evans.


"AHK !!!", jerit Margot Evans.


Raut wajah gadis cantik itu langsung berubah merah padam menahan malu dengan cepat menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Tidak semudah itu, Margot", ucap Lee Ryder.


"LEE RYDER !!!", jerit Margot Evans lagi.


Lee Ryder menarik kedua telapak tangan Margot Evans dengan paksa agar terlepas dari wajahnya saat gadis itu berusaha menutupinya lalu mengangkat kedua tangan gadis cantik itu ke arah atas hingga Margot Evans kesulitan menggerakkan badannya.


"Apa yang akan kau lakukan ???", ucap Margot Evans gelisah.


"Apa !?", sahut Lee Ryder menatap penuh gairah.


"Lepaskan aku, Lee Ryder !!!", teriak Margot Evans yang mencoba melepaskan dirinya.


"Tidak mungkin..., Margot..., aku tidak mungkin memenuhi keinginanmu untuk lepas dariku...", sahut Lee Ryder.


Pandangan Lee Ryder sama sekali tidak teralihkan dari Margot Evans yang berada tepat di bawah tubuhnya.


Terpampang jelas bagian tubuh Margot Evans yang terbuka polos saat lilitan handuk berhasil lepas dari tubuhnya oleh Lee Ryder.

__ADS_1


Lee Ryder memandanginya dengan hasrat menggebu-gebu saat dia melihat kecantikan Margot Evans yang selalu membuatnya mampu tergila-gila dan jatuh cinta pada keindahan yang dimiliki oleh gadis cantik itu.


__ADS_2