ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 65


__ADS_3

Mobil hitam lexus bergerak cepat menuju ke lokasi resort Disneyland, tempat acara festival diadakan oleh Chris Fullham.


Terlihat mobil memasuki area resort menuju langsung ke area dimana tempat festival berlangsung.


Lee Ryder duduk menyandarkan punggungnya seraya merapikan setelan jas warna peraknya saat berada duduk di dalam mobil lexus hitam keluaran baru yang baru saja dibelinya kemarin malam.


Ketika seorang agen khusus penjualan mobil lexus menawarinya langsung melalui pesawat telepon pribadinya.


Disambut antusias oleh Lee Ryder atas penawaran mobil lexus keluaran produk terbaru dan dia berminat langsung membelinya beberapa sejumlah mobil.


Mobil lexus hitam produk terbaru meluncur cepat ke arah area festival.


Deretan mobil-mobil lexus warna hitam berbaris rapi serta beriringan saat melaju ke area festival yang berlangsung di resort Disneyland.


Berhenti tepat di depan tenda-tenda festival yang merupakan anggota pengikut terselenggaranya festival, tampak juga beberapa tenda dari pihak sponsor festival yang berderet rapi di area festival diadakan oleh si pemilik yang tak lain adalah Chris Fullham.


"Bagaimana perkembangan Jhon ? Apa sudah ditemukan lokasinya dia berada sekarang ?", tanya Lee Ryder.


Seorang pria berpakaian serba hitam sedang duduk disebelahnya sembari menatap ke arah luar kaca mobil yang berwarna hitam seluruhnya.


Pria itu lalu kembali menoleh ke arah Lee Ryder sambil membuka laptop kecil di tangannya.


"Sepertinya lokasi mereka sudah ditemukan sekarang, bos", sahut pria berperawakan gempal saat dia mengamati laptop kecil didepannya.


"Sudah !???", kata Lee Ryder tersentak kaget.


Lee Ryder langsung memperhatikan layar laptop kecil yang ada di tangan pria gempal disampingnya secara seksama.


"Dimana mereka ???", tanyanya lagi dengan panik.


"Disini, bos... !?", sahutnya sambil menunjuk ke arah layar monitor laptop di depannya.


"Dimana ??? Di--disini ???", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder tersentak kaget sambil membuka matanya lebar-lebar.


Diraihnya laptop kecil dari tangan pria gempal lalu dipandanginya dengan raut wajah yang sangat serius.


"Disini ??? Kau serius ???", kata Lee Ryder.


"Benar, bos", sahut pria gempal sambil mengarahkan ujung jari telunjuknya ke arah layar monitor laptop.


Lee Ryder diam tertegun memandangi layar laptop kecil di hadapannya.


"Jhon dan nona Margot serta bos kecil sudah ada disini sejak satu jam yang lalu, kami melacaknya dari arah GPS yang ada di mobil Jeep", sahut pria gempal.

__ADS_1


"Tuhan !!!", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder langsung memberikan laptop kecil kepada pria gempal dengan asal sembari bergegas turun dari dalam mobil kexus hitam yang dia naiki.


BRAK !!!


Pintu mobil dibanting kerasnya oleh Lee Ryder saat dia turun lalu berjalan cepat dengan langkah panjang menuju ke area panggung festival yang berada agak jauh dari lokasi tenda-tenda festival.


Lee Ryder berjalan dengan raut wajah ditekuk serta wajahnya merah padam menahan emosi di dadanya.


Saat mendengar kabar bahwa Margot Evans telah berada di area festival sejak sejam yang lalu tanpa memberitahukan terlebih dahulu keberadaannya yang datang awal dari Lee Ryder.


Langkah kedua kaki Lee Ryder melangkah sangat cepat saat menuju ke panggung festival tempat dimana lomba menyanyi yang diikuti oleh Margot Evans.


Seorang penyanyi telah berada di atas panggung lomba sembari membawakan sebuah lagu melankolis.


Lee Ryder berjalan sambil mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling area lomba, berusaha mencari keberadaan Margot Evans dan yang lainnya.


Tak seorangpun yang terlihat disana hanya ada kerumunan orang-orang yang berkumpul untuk menyaksikkan acara lomba menyanyi di festival.


"Kemana mereka ?", gumamnya seraya mengamati sekitarnya.


Jelas sekali raut wajah Lee Ryder terlihat sangat marah ketika dia tidak mendapati keberadaan Margot Evans dan putranya serta Jhon, salah satu pengawal pribadinya yang di area festival lomba menyanyi.


Lee Ryder bergerak mencari-cari kesana-kemari tapi dia tetap tidak menemukan Margot Evans.


"Mario ! Awasi sekitarmu ! Cari tahu keberadaan gadis itu disini karena aku tidak melihatnya dari tadi !", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder berbicara memberi perintah kepada salah satu pengawal pribadinya melalui ponsel pribadinya sedangkan dia mengarahkan jam di tangannya ke arah area festival di sekitarnya.


Rupanya Lee Ryder mengaktifkan sinyal pencarian melalui alat pendeteksi yang tersimpan di dalam perangkat jam tangan miliknya.


Lee Ryder sengaja merancang jam tangan khusus untuknya lebih berbeda dan canggih dari perangkat jam tangan lainnya.


Memesannya secara khusus kepada seorang ahli jam tangan terkemuka di dunia supaya membuatkannya sebuah jam tangan untuk dia kenakan selama beraktivitas.


Jam tangan yang dilapisi emas putih dengan dihiasi butiran baguette-cut diamonds di seluruh badan jam serta kecanggihan perangkat sistem layaknya piranti komputer mini untuk para agen khusus yang tertanam khusus didalam badan jam semakin menambah keistimewaan jam tangan milik Lee Ryder.


Sekilas tampak jam tangan milik Lee Ryder seperti sebuah gelang yang biasa dipakai oleh pria pada umumnya tapi jam tangan milik Lee Ryder berbeda karena seluruh badan jam terbuat dari emas putih yang dihiasi 100 karat dari 300 baguette-cut diamonds.


Lee Ryder memasukkan ponsel pribadinya kedalam saku celana kainnya berwarna hitam kemudian melanjutkan kembali langkah kakinya untuk mencari Margot Evans dan Aaron Lee serta Jhon yang tidak dia temui di area festival pada acara lomba menyanyi.


Langkah Lee Ryder tiba-tiba terhenti ketika dia mendengar dari arah panggung seorang pembawa acara lomba tengah memanggil nama seseorang yang terdengar sangat akrab ditelinganya.


Pandangan mata Lee Ryder langsung tertuju ke arah panggung lomba.

__ADS_1


Arah pandangannya terhenti tepat ke panggung ketika muncul dari arah belakang sesosok gadis cantik jelita bergaun seksi berwarna merah panjang sedang berjalan ke arah pembawa acara.


"PERKENALKAN MARGOT EVANS !!! Merupakan penyanyi pendatang baru yang akan mengikuti lomba menyanyi pada festival ini !", ucap pembawa acara lantang.


Margot Evans terlihat berseri-seri senang saat mendengar namanya dipanggil ke atas panggung untuk menyanyi di lomba itu.


"Terimakasih semua, telah memberikan kesempatan untukku bernyanyi pada lomba ini !", ucap Margot Evans sambil melambaikan tangannya dengan ramah.


Gadis berparas jelita dengan gaun maxi panjang serta belahan tinggi warna merah mengucapkan terimakasih kepada pembawa acara serta semua penonton telah memberinya kesempatan untuk tampil di acara lomba pada festival.


Margot Evans mulai menyanyikan sebuah lagu tema cinta dengan disambut oleh suara tepukan tangan dari para penonton lomba.


Suara merdu yang dimiliki oleh Margot Evans terdengar mulai mengalun indah di seluruh area panggung lomba.


Terdengar keras dari arah pengeras suara yang ada tersedia di area panggung agar suaranya yang sangat indah menggema luas dari area lomba ke seluruh lokasi festival berlangsung.


Pada saat Margot Evans menyanyi di atas panggung lomba festival, semua mata langsung tertuju ke arah gadis berparas jelita itu.


Terpukau kagum saat mendengarkan lantunan lagu bertema cinta yang dia nyanyikan.


Suaranya yang bening serta sangat merdu terdengar, mampu menarik hati semua orang sehingga banyak orang yang berkunjung di acara festival mulai tertarik untuk berdatangan ke arah panggung lomba tempat Margot Evans bernyanyi.


Tepuk tangan mulai terdengar riuh dari arah penonton saat Margot Evans berhasil membawakan lagu dengan lancar serta mampu melewati nada-nada tersulit saat dia menyanyi.


Lee Ryder terdiam sembari menatapnya tajam dari arah bawah panggung lomba. Memandangi Margot Evans yang tengah bernyanyi indah tanpa tersenyum sedikitpun.


Seakan-akan dia tidak menyetujui semua penampilan Margot Evans yang menurutnya terlalu menarik perhatian.


Beberapa orang berseru keras ketika menyambut penampilan suara emas milik Margot Evans dengan sangat antusias sambil bersiul kencang.


Lee Ryder semakin bertambah cemburu saat melihat orang lain mengagumi kecantikan serta keindahan suara milik Margot Evans.


Merasa tersisihkan sebagai seorang pria yang memiliki perasaan khusus untuk Margot Evans.


Di tengah-tengah penampilannya bernyanyi tiba-tiba Margot Evans menyadari seseorang tengah memperhatikan dirinya dari arah bawah panggung lomba.


Margot Evans melihat seorang pria berwajah tampan serta berambut perak berdiri menatapnya lurus dengan sorot kedua mata tajam ke arah dirinya.


DEGH !


Degup jantung Margot Evans mendadak berdetak sangat kencang ketika dia melihat ke arah pria yang sedari tadi memandanginya dengan wajah serius.


Bergumam pelan dalam hatinya saat dia mengenal pria tersebut.


"Tuhanku... Tolong lindungilah aku dari Lee Ryder..., dan semoga keadaaan kami bertiga akan baik-baik saja sesampainya kami pulang nanti, amien... !?"

__ADS_1


Margot Evans langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dari tatapan Lee Ryder serta berusaha menepis rasa kalut dalam hatinya. Dan berkonsentrasi kembali melanjutkan akhir lagu yang dia nyanyikan agar berakhir sempurna.


__ADS_2