ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 55


__ADS_3

Margot Evans mengerucutkan dahinya saat Chris Fulham menghalangi jalan mereka menuju kasir.


Entah apa tujuan Chris Fulham datang ke Cafe Coffee tempat Margot Evans dan Lee Ryder menikmati acara jalan-jalan mereka.


Lee Ryder mendongakkan kepalanya seraya mendengus keras lalu menatap lurus ke arah Chris Fulham yang berdiri di hadapannya.


Menghentakkan salah satu kakinya ke lantai Cafe Coffee lalu berdiri tegap.


"Chris Fulham, benar dugaanku bahwa kau sedang memburuku, lantas apa motif mu mengejar ku ?", ucap Lee Ryder.


"Memburu mu ???", sahut Chris Fulham.


Pria yang mengenakan setelan jas lengkap itu lalu tertawa terbahak-bahak.


Bertepuk tangan seraya tersenyum lebar kepada Lee Ryder.


"Untuk apa aku harus memburu dirimu ? Hal yang aku rasa bukanlah suatu tujuan terpenting dalam hidup ku, Lee Ryder...", sahut Chris Fulham.


"Memang semua yang kau lakukan bukanlah urusanku sama seperti yang aku lakukan juga bukanlah urusanmu, Chris", ucap Lee Ryder.


"Kau terlalu sombong jika seseorang akan membututi mu dan pada kenyataannya tidak satupun orang yang akan peduli dengan kehidupan yang kau jalani, Lee Ryder", kata Chris Fulham.


"Oh, iya !?", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder menatap lurus ke arah Chris Fulham dengan mengangkat kedua alisnya ke atas lalu tersenyum sinis.


"Benarkah yang kau ucapkan ?", kata Lee Ryder.


"Tentu saja yang aku katakan adalah benar, aku datang kemari karena aku melihat mobil sport mu yang tentu saja langsung menarik minatku untuk menemui mu", ucap Chris Fulham.


"Oh, iya !? Aku merasa benar-benar tersanjung atas pujian mu itu karena kau tidak bermaksud untuk mengurusi urusan ku maka ''ENYAHLAH !'' dari hadapanku !", sahut Lee Ryder.


Chris Fulham tertawa seraya menatap tajam ke arah Lee Ryder.


"Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan pria angkuh seperti dirimu, terus terang aku sangat terkejut dengan apa yang baru saja kau ucapkan, Lee Ryder", kata Chris Fulham.


"Jika aku tidak ingin berkata-kata lebih kejam serta menyakitkan untuk mu maka menyingkir lah dari pandangan ku !", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder meraih tangan Margot Evans lalu melanjutkan langkah kakinya ke arah lain, mengambil jalan lain untuk pergi dari Cafe Coffee ini.


Namun, Chris Fulham lagi-lagi menghalangi jalan mereka berdua untuk pergi dan membuat Lee Ryder semakin bertambah kesal.


"Apa lagi yang kamu inginkan dariku ?", kata Lee Ryder.

__ADS_1


Lee Ryder menggerak-gerakkan kepalanya ke arah samping lalu menatap tajam ke arah Chris Fulham.


Terlihat jika Lee Ryder sangatlah terganggu dengan kehadiran Chris Fulham yang dirasakan olehnya cukup mengganggu aktivitasnya hari itu bersama Margot Evans.


"Tidak ada, aku tidak menginginkan apa-apa darimu tapi aku hanya ingin kau tahu bahwa aku akan selalu ada serta mengikuti setiap gerakanmu, Lee Ryder", kata Chris Fulham.


Lee Ryder berganti tertawa keras ketika mendengar ucapan dari Chris Fulham.


"Kau tidak salah mengatakan hal yang menurut mu itu benar !?'', ucap Lee Ryder.


"Apa maksud mu ?", tanya Chris Fulham.


"Tidak ada, tidak ada yang ingin aku katakan padamu lagi, Chris, tapi sekarang ijinkanlah aku untuk pergi dari sini karena Aaron Lee sudah menunggu kami", sahut Lee Ryder.


"Kau memang pintar menghindari semua masalah tanpa harus menyelesaikannya dengan baik, Lee Ryder", ucap Chris Fulham.


"Aku !?", kata Lee Ryder.


"Iya, kamu ! Tentu saja kamu lalu siapa lagi yang aku maksudkan selain dirimu ?", ucap Chris Fulham.


"Chris Fulham ! Aku tekankan padamu sekali lagi bahwa aku tidak mencari masalah denganmu ataupun mengolok-olok dirimu tapi dari awal kamulah yang mencari masalah denganku !", kata Lee Ryder.


"Astaga..., kau membuatku benar-benar ketakutan, Lee Ryder...", sahut Chris Fulham.


"Jika itu berhasil membuat mu ketakutan maka menyingkirlah dari pandanganku ! Karena aku tidak ingin menghajar mu di tempat ini !", kata Lee Ryder.


"Tenanglah, Margot ! Aku tidak akan berbuat apa-apa di tempat ini, percayalah padaku !", bisik Lee Ryder sambil mengusap lembut tangan Margot Evans yang dia genggam erat.


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini, aku tidak ingin kau terluka, Lee Ryder", ucap Margot Evans.


"Biarkan kami menyelesaikan urusan kami dengan cepat, Margot", kata Lee Ryder berbisik lembut.


"Tapi..., Lee Ryder...'', sahut Margot Evans cemas.


Pandangan Lee Ryder kembali ke arah Chris Fulham yang berdiri di hadapannya dengan menatapnya sinis.


"Apakah kami berdua boleh segera pergi dari tempat ini, Chris ?", kata Lee Ryder.


"Tunggu sampai semua orang melihat kelakuan mu, Lee Ryder !", sahut Chris Fulham.


"Apa maksud perkataan mu itu, Chris ?", ucap Lee Ryder.


Chris Fulham tidak menjawab pertanyaan dari Lee Ryder tetapi dia langsung menelpon seseorang dari ponsel pribadinya serta tersenyum simpul.

__ADS_1


"Hallo, tolong kalian wartawan datang ke Cafe Coffee yang aku informasikan tadi lewat email dan aku bagikan lokasi Cafe Coffee ini", ucap Chris Fulham.


"Chris Fulham !!!", ucap Lee Ryder marah.


Lee Ryder menarik tangan Chris Fulham yang sedang menggenggam ponsel pribadinya tapi pria itu berhasil menghindarinya.


"Sayang sekali, aku telah menghubungi wartawan agar datang kemari, aku harap kamu bersenang-senang dengan kejutanku di hari ini, Lee Ryder !!!", kata Chris Fulham.


Chris Fulham tertawa terbahak-bahak saat mengatakan hal yang tidak disukai oleh Lee Ryder lalu berlalu pergi dari Cafe Coffee ini.


"Chris Fulham !! Kemari kau !!!", kata Lee Ryder emosi.


Sayangnya Chris Fulham berhasil kabur dari kejaran Lee Ryder sehingga pria tampan itu tidak dapat berbuat apa-apa selain diam dengan penuh emosi melihat tingkah Chris Fulham padanya yang berhasil mengerjainya.


Lee Ryder langsung mengambil ponsel pribadinya dari saku dan menghubungi anak buahnya untuk datang ke Cafe Coffee secepatnya.


"Dasar sialan !!! Dia benar-benar pandai membuat ku marah !", kata Lee Ryder.


"Bagaimana kalau kita segera pergi dari tempat ini, Lee Ryder sebelum para wartawan itu datang kemari ?", ucap Margot Evans.


Lee Ryder melihat ke arah luar Cafe Coffee, tepat dugaannya jika Chris Fulham telah mempersiapkan semua rencana untuk memanggil wartawan media ke tempat ini.


Terlihat kerumunan wartawan telah berjejer antri di luar area Cafe Coffee, menunggu Lee Ryder keluar dari cafe.


"Terlambat, kita tidak mungkin bisa keluar dari cafe ini karena para wartawan sudah menunggu kita diluar sana, Margot", sahut Lee Ryder.


Margot Evans mengalihkan pandangannya ke arah luar Cafe Coffee, benar ucapan Lee Ryder bahwa tampak kerumunan wartawan telah menunggu mereka berdua keluar dari Cafe Coffee.


"Ya, Tuhan... !? Chris Fulham benar-benar tidak punya hati sama sekali..., dia membuat kehidupan Lee Ryder semakin tertekan...", kata Margot Evans.


Margot Evans terperangah kaget saat dia melihat kerumunan orang-orang yang mengantri menunggu di luar Cafe Coffee, beberapa kilatan sinar kamera terpancar kuat dari arah luar.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang ? Lalu bagaimana kita dapat keluar dari sini ?", gumam Margot Evans gemetaran.


"Kita akan bertanya kepada pelayan cafe ini untuk keluar dari sini", sahut Lee Ryder.


"Tapi bagaimana caranya ? Sedangkan seluruh area Cafe Coffee ini dipadati oleh kerumunan wartawan yang mencari berita mu, Lee Ryder !?", kata Margot Evans.


"Aku sudah menghubungi anak buahku untuk datang kemari dan sebentar lagi mereka akan datang ke Cafe ini", sahut Lee Ryder.


Lee Ryder menarik nafas dalam-dalam lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain, mencari keberadaan pelayan cafe.


Dilihatnya seorang pelayan cafe berjalan hilir mudik membersihkan meja makan Cafe Coffee kemudian Lee Ryder memanggilnya sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.

__ADS_1


Pelayan Cafe Coffee lalu menghentikan kegiatannya seraya menatap ke arah Lee Ryder sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri ketika Lee Ryder memanggil dirinya.


Lee Ryder hanya menganggukkan kepalanya pelan saat melihat reaksi dari pelayan Cafe Coffee dan meminta pelayan cafe itu untuk mendekat ke arahnya cepat.


__ADS_2