
Brandon menarik nafas dalam-dalam seraya tersenyum simpul, mengusap kepalanya dengan jari-jemari tangannya lalu berdecak pelan.
"Kau gila, Lee Ryder !", ucap Brandon.
Lee Ryder hanya terdiam dan menundukkan kepalanya.
"Kau benar-benar tidak waras !", kata Brandon. "Bagaimana kau bisa mencintai anak angkat ayahmu sendiri ? Dan kau tahu jika dia juga termasuk adikmu, Lee Ryder", sambungnya.
Brandon tertawa kecil setengah menahan emosinya terhadap Margot Evans.
"Kau tahu jika dia anak angkat ayahmu lalu kenapa kau ingin memilikinya ? Artinya kau tidak pernah jatuh cinta kepada Chaterina selama kalian berdua menikah ?", kata Brandon.
"Aku terpaksa menikah dengan Chatarina karena kami terikat pernikahan kontrak yang kami sepakati sebagai perjanjian proyek yang kala itu kami berdua kembangkan", sahut Lee Ryder.
"Apa !?", ucap Brandon.
Pria tampan bernama Brandon Williams semakin bertambah terkejut ketika mendengar ucapan dari Lee Ryder tentang pernikahannya yang dia jalani bersama Chatarina hanyalah sebuah perjanjian kontrak pernikahan.
Brandon semakin kesal dengan sikap Lee Ryder yang seakan-akan tidak bertanggung-jawab atas semua yang terjadi dalam hidupnya sendiri bahkan terlihat jika Lee Ryder tidak peduli dengan orang-orang terdekatnya.
"Kau menjalani pernikahan kontrak dengan Chatarina ?", kata Brandon.
Kedua alis Brandon Williams semakin terangkat ke atas.
"Apa kau sudah kehilangan akal sehat mu ?", ucap Brandon Williams.
"Tidak, aku melakukannya dengan pikiran yang masih waras, bukan aku yang menginginkan adanya pernikahan kontrak antara aku dengan Chatarina", sahut Lee Ryder.
"Lantas !?", kata Brandon.
"Sudah aku katakan bahwa kami berdua terikat dengan perjanjian proyek di Inggris waktu itu yang memaksa kami untuk selalu berdua kemanapun kami pergi...", sahut Lee Ryder.
"Aku benar-benar tidak memahami jalan pikiran mu, Lee Ryder", ucap Brandon.
"Waktu di Inggris kami menghabiskan hari-hari kami saat menggarap proyek bersama-sama hingga membuat kami menjadi dekat tetapi jujur saja... Aku tidak pernah sedikitpun menaruh perasaan cinta kepada Chaterina...", sahut Lee Ryder.
"Lantas untuk apa kalian menikah ? Maksudku, kenapa kamu menikahinya ?", kata Brandon.
"Karena ayah...", sahut Lee Ryder.
"Ayah Won Shik Lee !?", ucap Brandon.
"Yah !? Karena ayah menginginkan aku segera melepas masa lajang ku agar dia segera mendapatkan seorang cucu", kata Lee Ryder.
"Tetapi kenapa harus Chatarina !? Dia tidak bersalah dalam urusan kau dan ayahmu, dan kenapa Chatarina yang menjadi korbannya, Lee Ryder ?", ucap Brandon Williams.
Lee Ryder terdiam sambil mengusap-usap lembut kepala Margot Evans lalu dia menjawab ucapan Brandon Williams.
"Karena Chatarina yang menginginkannya bukan aku yang memaksa kehendak ayah dan Chatarina menyetujui rencana itu"
Lee Ryder menghela nafasnya seraya memejamkan kedua matanya yang merasa lelah.
__ADS_1
"Kau egois ! Seharusnya kau tidak menuruti semua permintaan ayah mu karena buktinya ayahmu tidak pernah menyetujui pernikahan mu dengan Chatarina !", sahut Brandon.
"Aku tahu itu salahku, dan aku mengakuinya jika aku bajingan !", kata Lee Ryder.
"Dan kau menyadarinya sepenuhnya jika kau pria tidak bermoral", sahut Brandon Williams.
"Tapi percayalah bahwa aku tidak pernah sedikitpun merencanakannya hanya untuk kepentingan pribadi ku", sambung Lee Ryder.
"Pada kenyataannya, kaulah yang paling beruntung sedangkan Chatarina dan Aaron Lee yang kena getahnya dari keegoisan mu itu, Lee Ryder", kata Brandon.
"Aku tidak menginginkannya, Brandon", sahut Lee Ryder sendu.
"Ayolah, Lee Ryder ! Jangan berkelit ! Akui saja bahwa kamu memang yang merencanakan ini semua !", kata Brandon.
Lee Ryder lalu menatap ke arah Brandon Williams yang duduk di kursi tak jauh dari tempat tidur.
Tersenyum tipis kemudian menjawab dengan iringan tawa yang membuat Brandon Williams terkejut.
"Ha... Ha... Ha... !? Kau pikir semua ini lucu !?", sahut Lee Ryder.
Brandon Williams ganti terdiam dengan ekspresi wajah berubah tegang.
"Sudah aku katakan bahwa semua ini bukan rencana ku melainkan Chatarina yang menginginkan pernikahan kontrak antara kami untuk kepentingannya sendiri !", sahut Lee Ryder.
"Chatarina yang menginginkan pernikahan kontrak ?", kata Brandon.
Brandon semakin bertambah pusing saat mendengar penjelasan dari Lee Ryder tentang pernikahan kontrak yang dia jalani bersama dengan Chatarina.
"Yach..., memang benar itu adalah rencana dari Chatarina ! Kau tahu kenapa ?", ucap Lee Ryder.
"Kenapa ?", tanya balik Brandon.
Lee Ryder mendongakkan kepalanya sejenak kemudian kembali menatap ke arah Brandon Williams, sahabatnya.
"Chatarina mengejar posisi pimpinan di perusahaan milik pamannya yang mengharuskan dia menyelesaikan proyek di Inggris dan jika dia berhasil dengan proyek itu maka Chatarina akan mengambil alih perusahaan pamannya", sahut Lee Ryder.
"Ini lelucon ! Benar-benar lelucon konyol !", kata Brandon.
"Tidak ! Ini bukan lelucon tetapi inilah kenyataannya !", sahut Lee Ryder.
"Lalu hubungannya dengan mu apa ?", tanya Brandon.
"Ibaratnya gayung bersambut... Pada saat ayah menginginkan aku segera menikah lalu datang Chatarina yang menawarkan sejuta pesonanya sebagai calon pengantin waktu itu", kata Lee Ryder.
"Dan kau menerimanya ?", ucap Brandon.
"Tentu saja, awalnya aku menolaknya tetapi proyek di Inggris saat itu sangat menguntungkan bagi perusahaan maka aku mengambilnya", kata Lee Ryder.
"Dan kalian menjalani pernikahan kontrak ?", ucap Brandon.
"Benar, kami akhirnya memutuskan untuk menikah meski pernikahan antara kami hanyalah sebuah pernikahan kontrak", kata Lee Ryder.
__ADS_1
"Chatarina memberi mu anak sedangkan kamu memberinya kesempatan untuk perempuan itu mendapatkan perusahaan pamannya ?", jawab Brandon.
Lee Ryder hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum tipis.
"Ya, seperti itulah kira-kira gambaran tentang hubungan antara aku dengan Chatarina", ucap Lee Ryder.
"Astaga ! Tuhanku !", ucap Brandon Williams.
Brandon semakin tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar tentang cerita antara Lee Ryder dengan mantan istrinya.
Mereka berdua menjalani skenario sandiwara cinta yang hanya bertujuan untuk sebuah kepentingan pribadi serta keinginan akan kekuasaan.
Brandon Williams hanya menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dari sahabatnya mengenai pernikahan kontrak yang di jalani oleh Lee Ryder.
"Pernikahan kalian tidaklah singkat, Lee Ryder ! Hampir lima tahun lamanya kalian menikah ! Dan itu ternyata hanyalah sebuah pernikahan kontrak !?", kata Brandon.
''Karena proyek yang kami kerjakan membutuhkan waktu selama lima tahun dan setelah itu kami memutuskan sama-sama berpisah", sahut Lee Ryder.
Lee Ryder memandangi wajah Margot Evans dengan tatapan muram.
Gadis cantik yang telah memikat hati Lee Ryder saat pertama kalinya mereka berdua saling bertemu di rumah besar, membuat Lee Ryder benar-benar jatuh cinta pada Margot Evans. Saat ini hanya terbaring diam tak sadarkan diri karena kesalahan Lee Ryder yang tidak mengetahui keadaan Margot Evans di luar gedung pesta, menyebabkan rasa sesal yang teramat dalam bagi pria tampan itu.
"Aku tetap menyesalinya, Brandon...", ucap Lee Ryder.
''Kenapa kamu menyesalinya ? Bukankah itu sudah keputusan mu dengan Chatarina yang menginginkan pernikahan kontrak antara kalian terjadi ?", kata Brandon.
"Aku menyesalinya karena pada akhirnya Margot Evans yang menerima kesalahan yang telah kami lakukan", ucap Lee Ryder.
"Yah, aku tahu itu, karena kamu terpaksa menjadikannya sebagai pengasuh untuk putramu dan hal itu yang sekarang kamu sesali", sahut Brandon.
"Benar, seharusnya Margot Evans tidak terlibat dalam urusan ini yang memaksanya harus menjadi seorang pengasuh untuk anakku", kata Lee Ryder.
"Akhirnya kau yang melimpahkan semua masalahmu kepada Margot Evans, dan kau menyadarinya, Lee Ryder", ucap Brandon.
"Bagaimana aku tidak dikatakan seorang bajingan !?", kata Lee Ryder.
"Dan kau tahu jawabannya, Lee Ryder", sahut Brandon Williams.
Lee Ryder hanya memejamkan matanya saat sahabatnya mengatakan bahwa dirinya memang bersalah.
"Sekarang Chatarina telah kembali ke Perancis, dan apakah perempuan itu sudah mendapatkan apa yang dia inginkan ?", kata Brandon.
"Aku tidak tahu lagi kabarnya bahkan kami tidak pernah berkomunikasi selama lima tahun terakhir sejak Chatarina pergi meninggalkan kami ke Perancis", sahut Lee Ryder.
"Ya Tuhanku... !?", ucap Brandon Williams sembari memegangi kepalanya yang benar-benar terasa pusing.
"Seperti itulah cerita pernikahan yang aku jalani bersama Chatarina. Dan tak seorangpun yang mengetahui hal itu bahkan ayah tidak tahu kalau kami menjalani pernikahan kontrak", lanjut Lee Ryder.
"Tuhanku...", gumam Brandon.
Brandon Williams langsung berubah wajahnya menjadi memucat dan dia tidak tahu harus menjawab apa lagi serta merasa kebingungan untuk mengutarakan pendapatnya tentang pernikahan kontrak yang telah usai dijalani antara Lee Ryder dengan Chatarina.
__ADS_1
Menurut Brandon secara pribadi bahwa jalan pikiran Lee Ryder benar-benar diluar nalar dan diluar logika serta tidak dapat dipahami oleh Brandon.