
Pelayan Cafe Coffee berlari kecil menghampiri Lee Ryder yang berdiri bergandengan tangan dengan Margot Evans di tengah-tengah ruangan cafe.
Tergesa-gesa mendekati Lee Ryder yang menatapnya penuh keseriusan.
"Ada apa anda memanggil saya ? Apa anda memerlukan bantuan saya ?", tanya pelayan Cafe Coffee.
"Benar, aku membutuhkan bantuan darimu untuk keluar dari cafe ini dengan menghindari kejaran para wartawan yang ada diluar sana", sahut Lee Ryder dingin.
Pelayan Cafe Coffee menoleh ke arah luar Cafe dan dia melihat beberapa kerumunan orang-orang tengah menunggu diluar area cafe dengan kilatan cahaya yang keluar dari kamera milik mereka.
"Baiklah, saya akan segera membantu anda untuk keluar dari cafe ini", sahut pelayan Cafe Coffee. "Mari ikut bersama saya !", sambungnya.
"Terimakasih tapi apa kau benar-benar bisa dipercaya oleh kami ?", kata Lee Ryder.
"Tentu saja, saya dapat anda percayai", sahut pelayan Cafe Coffee.
"Baiklah, sekarang tunjukkan padaku jalan yang harus kami lalui untuk kabur dari kejaran para wartawan itu, bung", ucap Lee Ryder.
Lee Ryder memegang pundak pelayan Cafe Coffee dengan erat sambil memandangi nya dengan tatapan tajam.
Pelayan Cafe Coffee tampak gemetaran ketika melihat Lee Ryder menatapnya serius.
Aura yang terpancar dari Lee Ryder mampu membuat setiap orang segan kepada dirinya jika harus bertatap muka secara langsung dengan Lee Ryder.
Pria tampan yang merupakan salah satu pria terkaya di dunia dan terpopuler.
Wajah Lee Ryder yang sering menghiasi layar televisi Nasional maupun internasional membuat pria tampan itu semakin bertambah terkenal serta mudah dikenali oleh semua orang terutama para wartawan pemburu berita.
Pelayan Cafe Coffee mengajak Lee Ryder yang menggandeng tangan Margot Evans untuk berjalan mengikuti dirinya menuju ke dalam ruangan cafe yang berupa sebuah kitchen lengkap yang dikhususkan untuk cafe.
Melewati beberapa pelayan Cafe Coffee yang tengah sibuk menyiapkan beberapa hidangan untuk pesanan pelanggan cafe.
"Apa kita bisa pergi dari sini, Lee Ryder ?", bisik Margot Evans pelan.
"Tenanglah, Margot ! Semua akan baik-baik saja, percayalah padaku !", sahut Lee Ryder lembut.
Lee Ryder semakin mengeratkan genggaman tangannya kepada Margot Evans yang berjalan mengikuti langkah kakinya dari arah belakang.
Margot Evans terus menundukkan kepalanya saat dia berjalan berusaha menghindari tatapan para pelayan Cafe Coffee yang melihat ke arah dirinya dan Lee Ryder.
__ADS_1
Gadis cantik bermata indah itu tidak ingin wajahnya dikenali oleh orang lain sejak dia menyadari bahwa Lee Ryder sangat terkenal dan digandrungi oleh semua orang terutama wanita.
Pelayan Cafe Coffee membawa Lee Ryder serta Margot Evans menuju ke sebuah tempat yang ukurannya lebih kecil dari ruangan lainnya di cafe.
Hampir mirip sebuah lorong panjang yang terhubung pada pintu keluar Cafe Coffee.
Sebelum mereka sampai di pintu keluar Cafe Coffee, Lee Ryder kembali menghubungi anak buahnya untuk menjemputnya di cafe.
"Apa pintu ini menuju keluar cafe dan berada di area belakang cafe ini ?", tanya Lee Ryder.
Pelayan Cafe Coffee menghentikan langkah kakinya lalu mengeluarkan kunci dari dalam saku celananya.
"Benar, pintu ini merupakan pintu keluar alternatif cafe yang diperuntukkan bagi para staff Cafe Coffee saja dan hanya kami yang tahu pintu ini", sahut pelayan cafe.
"Apa pintu ini terhubung di area belakang cafe ?", tanya Lee Ryder kembali.
"Iya, pintu keluar Cafe Coffee ini tepat terhubung ke area belakang cafe yang menuju ke area parkiran mobil", sahut pelayan cafe.
"Syukurlah kalau begitu, aku sedikit tenang karena para wartawan itu tidak akan mengira kami akan keluar dari pintu belakang", ucap Lee Ryder.
"Semoga yang anda inginkan benar-benar terjadi", kata pelayan Cafe Coffee.
Lee Ryder menepuk-nepuk pundak pelayan Cafe Coffee dengan cepat kemudian bergegas cepat ke arah pintu keluar Cafe Coffee.
Menggenggam erat tangan Margot Evans saat pintu keluar Cafe Coffee yang terhubung ke area parkiran mobil terbuka lebar.
Lee Ryder langsung mengajak Margot Evans keluar dari dalam Cafe Coffee sembari berlarian kecil di area lapangan parkir mobil yang tersedia di belakang cafe.
Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah berlawanan yang mengagetkan Lee Ryder dan Margot Evans.
Tampak beberapa orang berlari cepat ke arah Lee Ryder dan Margot Evans sambil mengarahkan kamera di tangan mereka.
Kilatan-kilatan lampu cahaya kamera mengarah tepat ke arah Lee Ryder dan Margot Evans.
Lee Ryder dengan sigap memeluk Margot Evans untuk melindungi gadis cantik itu dari serangan cahaya kamera para wartawan pemburu berita yang mengejar mereka.
Ekspresi wajah Lee Ryder terlihat marah karena ulah para wartawan yang menggangu acaranya bersama Margot Evans untuk menghabiskan waktu bersama sekedar berjalan-jalan santai di Kota Anaheim.
"Hai, kalian !!! Berhenti !!!", teriak seorang pria berbadan kekar sambil berlari cepat ke arah Lee Ryder dan Margot Evans.
__ADS_1
Muncul beberapa pria berpakaian jas hitam berlarian menuju ke arah Lee Ryder yang sedang memeluk tubuh Margot Evans.
Pria-pria berjas hitam lengkap itu langsung membentuk formasi barisan untuk melindungi Lee Ryder serta Margot Evans dari buruan para wartawan pemburu berita yang ingin mengambil gambar mereka.
Sebuah mobil sedan hitam muncul dari luar area parkiran mobil menuju ke arah Lee Ryder dan Margot Evans serta yang lainnya berjalan.
Mobil sedan hitam berhenti tepat di dekat Lee Ryder dan Margot Evans.
Anak buah Lee Ryder langsung bergerak cepat dan membukakan pintu mobil agar Lee Ryder dan Margot Evans dapat segera masuk ke dalam mobil.
"Ayo, Margot ! Kita pergi dari tempat ini !", ucap Lee Ryder.
Lee Ryder terus mendekap erat tubuh Margot Evans saat keduanya hendak masuk ke dalam mobil sedan hitam yang menjemput mereka.
Pada saat yang bersamaan para wartawan pemburu berita berlari mengejar Lee Ryder dan Margot Evans yang hendak masuk kedalam mobil sedan hitam.
"Cepat ! Cepat ! Mereka akan pergi ! Jangan sampai tidak mendapatkan gambar dari Lee Ryder dan kekasihnya !!!", teriak beberapa wartawan.
Terdengar suara gaduh dari arah wartawan pemburu berita saat melihat Lee Ryder dan Margot Evans yang mulai masuk ke dalam mobil sedan hitam di dekat mereka berdua.
Kilatan-kilatan cahaya lampu dari arah kamera wartawan terus mengarah ke Lee Ryder dan Margot Evans yang tengah memasuki sedan hitam.
Para wartawan pemburu berita berhasil menyusul Lee Ryder dan Margot Evans dan berkerumun di dekat mobil sedan hitam serta barisan anak buah Lee Ryder yang berjaga-jaga di sekitar area mobil.
Beberapa dari anak buah Lee Ryder berusaha menghalau wartawan yang berusaha nekat mendekati mobil sedan hitam milik Lee Ryder.
Lee Ryder yang melihat dari arah dalam mobil sedan hitam terdiam sesaat lalu beberapa menit kemudian dia memutuskan untuk keluar dari dalam mobilnya.
Berdiri di depan pintu mobil sembari melambaikan tangannya serta tersenyum lebar kepada para wartawan pemburu berita.
Lee Ryder membiarkan para wartawan pemburu berita mengambil beberapa gambar darinya agar mereka tidak merasa kecewa.
Pria tampan itu tahu bahwa pekerjaan para wartawan pemburu berita tidaklah mudah dan Lee Ryder sangat menghargai usaha wartawan yang telah bekerja keras sedari tadi menunggunya keluar dari Cafe Coffee. Dan dia memahami jika para wartawan sangat ingin mendapatkan gambar darinya serta Lee Ryder mengijinkannya selama gambar-gambar miliknya tidak disalah gunakan oleh mereka.
Tak lama kemudian Lee Ryder bergegas masuk kembali kedalam mobil sedan hitam yang menjemputnya kemudian mobil itu membawanya bersama Margot Evans pergi dari area tempat parkiran mobil di area belakang Cafe Coffee.
Mobil sedan hitam bergerak cepat menuju ke arah luar area parkiran mobil dengan diikuti oleh para wartawan pemburu berita yang terus mengejar mobil.
Tak lama kemudian disusul oleh beberapa anak buah Lee Ryder yang berlarian menuju keluar dari area parkiran mobil menuju ke mobil mereka yang berada di area luar Cafe Coffee.
__ADS_1
Beberapa mobil sedan hitam bergerak cepat meninggalkan kerumunan wartawan yang masih terus mengejar mobil sedan hitam milik Lee Ryder yang telah pergi menjauh dari mereka.