
Terlihat Lee Ryder melangkah masuk ke dalam gedung, bersama dengan Margot Evans yang sangat cantik penampilannya malam itu.
Lee Ryder berjalan menghampiri seorang pria berpakaian resmi yang sedang berdiri di dekat sebuah meja kristal besar, menoleh dengan sorot mata tak bersahabat ke arah Lee Ryder.
''Chris Fullham ! Apa kabarmu ?'', sapa Lee Ryder langsung menjabat tangan pria tersebut.
Sorot mata tajam tersirat dari arah pandangan pria bernama Chris Fullham lalu menjawab sapaan dari Lee Ryder.
''Lee Ryder ! Apakah api itu telah terkirimkan ke alamat mu ?'', kata Chris Fullham.
Senyum mengejek tersungging di sudut wajah pria berambut pirang itu saat berbicara pada Lee Ryder.
''Api akan mudah dipadamkan dengan air dingin jadi tidak akan mudah membakar diriku, Chris !'', sahut Lee Ryder peka.
''Oh, ya, tentu saja persediaan kolam air di rumahmu lebih banyak tersedia daripada kantung uangmu dan sayangnya sifat pemarahmu masih tidak terkalahkan !'', lanjut Chris Fullham.
''Aku harap itu kata pujian bagi ku !'', sahut Lee Ryder dingin.
Chris Fullham melirik ke arah Margot Evans yang berdiri di samping Lee Ryder kemudian kembali menatap Lee Ryder sinis.
''Aku tidak tahu jika seleramu akan berubah tentang memilih seorang perempuan untuk teman kencanmu malam ini, Lee Ryder !?'', lanjut Chris Fullham.
''Hmmm...'', gumam Lee Ryder tersenyum tipis lalu menundukkan kepalanya.
Terdengar tawa Lee Ryder kemudian.
''Aku tidak pernah menyangka jika undangan malam ini merupakan undangan adu mulut yang sengaja kamu kirimkan untukku, Chris !'', ujar Lee Ryder.
Pria tampan berambut perak itu memandang ke arah Chris Fullham dengan sorot mata dingin dengan sudut bibir sedikit terangkat.
''Aku tidak sengaja mengirimkan undangan itu ke atas meja tamumu karena aku memang tidak bermaksud untuk melakukannya, Lee Ryder'', ucap Chris Fullham.
Dari arah belakang beberapa pengawal pribadi Lee Ryder berusaha maju untuk mendekati Chris Fulham. Dan tindakan para pengawal Lee Ryder langsung ditahan oleh pria tampan itu.
''Tenanglah !'', ucap Lee Ryder. ''Biarkan saja dia !'', sambungnya.
''Tapi..., bos !?'', sahut salah satu anak buah Lee Ryder.
Chris Fulham memandang Lee Ryder sengit dengan senyum sinisnya dia menatap ke arah para pengawal Lee Ryder yang berdiri di sisi-sisi pria tampan itu.
''Kau seharusnya membiarkanmu leluasa bergerak, Lee Ryder ! Karena keberadaan para pengawalmu cukup membuatmu terganggu dan aku sarankan kau menyingkirkan mereka semua !'', ejek Chris Fulham.
__ADS_1
Lee Ryder terdiam menatap Chris Fulham dengan sikap tegak menghadap pria berambut pirang di hadapannya.
Namun, pandangan Lee Ryder berubah tidak lagi bersahabat.
''Biar kami yang mengurusnya, bos !'', bisik seorang pengawal pribadi Lee Ryder.
''Jangan ! Ini pesta ! Tidak baik merusak acara seseorang !'', sahut Lee Ryder.
''Tapi, dia benar-benar keterlaluan ! Pria macam apa dia ?'', ucap pengawal Lee Ryder jengah.
''Rupanya dia mengundang kita ke acara pesta hanya untuk dijadikan bahan olok-olok, bos ! Apa bos tidak merasakannya ?'', kata seorang pengawal lainnya.
''Tidak ! Anggap saja dia menang saat ini dan biarkan dia bersenang-senang malam ini karena ini merupakan acara launching produknya !'', sahut Lee Ryder.
''Baik, bos !'', ucap para pengawal pribadi Lee Ryder dengan patuh.
''Pergilah kalian dan nikmatilah malam pesta ini ! Kalian paham !'', perintah Lee Ryder.
''Baik, bos !'', sahut semuanya kompak.
Para pengawal pribadi Lee Ryder langsung saling berpandangan kemudian tersenyum memberi sinyal kepada yang lainnya.
Mereka serempak berjalan menyebar ke seluruh ruangan pesta dan masing-masing dari mereka menikmati hidangan yang tersedia di acara malam itu.
''Kau tampaknya sangat senang dengan pesta ku ini tapi kau tahu aku tidak memiliki tagihan ganda untuk orang luar yang tidak kami undang secara resmi !?''
''Sikap jenakamu terkadang menarik sekali tapi aku mulai berpikir tentangmu, Chris'', sahut Lee Ryder.
''Apa yang ingin kamu katakan ?'', tanya Chris Fulham.
''Bahwa kamu tidak pernah tumbuh menjadi dewasa, Chris ! Dan mungkin saja bagian terpenting dari kejantananmu perlu diperiksakan lebih lanjut !'', sahut Lee Ryder.
''KAU !!!'', bentak Chris Fulham marah.
''Kenapa ?'', kata Lee Ryder. ''Apa kamu tidak merasa suka dengan lelucon ini ?''
''LEE RYDER !!!'', ucap Chris Fulham dengan nada tinggi.
''Ha... Ha... Ha... Ha... !'', tawa Lee Ryder renyah.
Tampak jelas raut wajah Chris Fulham sangat tidak senang mendengar ucapan dari Lee Ryder hingga membuatnya tersinggung.
__ADS_1
''Sikap dewasa tidak harus diperlihatkan dengan jelas dan nyata, Lee Ryder ! Yang terpenting kita bisa menyikapi diri kita sendiri dalam berinteraksi dengan lainnya !'', kata Chris Fulham sengit.
''Setahuku lingkup interaksimu hanya sebatas dunia bahan bakar ! Dan aku tidak pernah melihatmu menjalin sebuah hubungan spesial dengan seorang wanita tulen, Chris !?'', sahut Lee Ryder.
''Jaga bicaramu, Lee Ryder !'', ucap Chris Fulham dengan sorot mata marah.
''Baiklah, aku mengerti...'', kata Lee Ryder.
Tiba-tiba Margot Evans menggenggam erat lengan Lee Ryder lalu menariknya pelan agar Lee Ryder tersadar dengan keadaan di sekelilingnya.
Semua mata tamu undangan tertuju ke arah Lee Ryder dan Chris Fulham saat mereka tengah terlibat perang dingin.
Lee Ryder langsung menolehkan kepalanya ke arah Margot Evans lalu tersenyum.
''Ada apa, sayangku ?'', bisik Lee Ryder di telinga Margot Evans lembut.
''Berhentilah, Lee Ryder ! Jangan kamu tanggapi ucapan dan sikap orang itu ! Dia adalah tuan rumah di tempat pesta ini, mengertilah !'', kata Margot Evans.
''Aku akan berhenti melawannya jika kamu sudi menciumku sekarang, Margot Evans ! Bagaimana ?'', jawab Lee Ryder tersenyum nakal.
''Itu tidak sopan, Lee Ryder !'', kata Margot Evans.
''Baiklah... Itu artinya aku akan terus membuat kekacuan di pesta ini... Bagaimana menurutmu ?'', sahut Lee Ryder.
''Lee Ryder ! Ayolah, bersikaplah dewasa !'', kata Margot Evans mencoba membujuk Lee Ryder.
''Benar, nona manis ! Sebaiknya kamu bawa dia bersenang-senang menikmati acara pesta di malam ini karena aku mengundang kalian untuk merayakan keberhasilan perusahaan kami !'', ucap Chris Fulham.
''Kau tidak perlu ikut campur dalam urusan kami berdua, Chris ! Sebaiknya kamu urus saja kepentinganmu tanpa harus memperdulikan kami...'', sahut Lee Ryder.
''Baru sedetik kamu mengingatkan bahwa aku tidak lebih dewasa darimu tapi lihatlah sekarang ! Kamu ibaratnya anak muda yang tidak ada dewasanya sama sekali saat menghadapi seorang perempuan !'', lanjut Chris Fulham.
Senyum mengejek kembali menghiasi kedua sudut bibir Chris Fulham yang menatap ke arah Lee Ryder kesal.
Lee Ryder menanggapi ucapan Chris Fulham dengan menarik cepat Margot Evans ke dalam pelukannya lalu mencium bibir gadis cantik itu mesra.
Sengaja menciptakan suasana panas di area pesta malam itu dengan memburu Margot Evans tanpa memberinya ruang dab seakan-akan memperlihatkan seluruh ungkapan hatinya kepada seluruh yang hadir di acara pesta milik Chris Fulham.
Margot Evans tersentak kaget saat Lee Ryder memburunya dengan serangan ciuman bertubi-tubi kepadanya.
Dia berusaha melepaskan dekapan tubuh Lee Ryder dan melirik ke arah Aaron Lee yang sedari tadi hanya diam melihat semuanya tanpa adanya filter untuk anak-anak di bawah umur.
__ADS_1
Dekapan Lee Ryder sangat kuat saat memeluk tubuh Margot Evans hingga membuat Chris Fulham jengah dan malas melihat pemandangan di hadapannya. Dan membuat pria berambut pirang itu pergi berlalu dari hadapannya tanpa menoleh kembali ke arah Lee Ryder dan Margot Evans yang saling bercumbu mesra di tengah-tengah pesta malam itu.