ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 42


__ADS_3

Lee Ryder menarik tangan Margot Evans menuju ke tengah-tengah lantai pesta.


Tampak Margot Evans malu-malu bergandengan tangan bersama Lee Ryder dengan beberapa mata memandang ke arah mereka berdua saat berjalan.


Alunan musik dansa mulai mengalun pelan mengiringi langkah kaki keduanya.


Margot Evans yang tidak pernah berdansa sebelumnya terlihat canggung dan kaku saat melakukan gerakan dansanya. Dan malam ini Lee Ryder memaksanya untuk berdansa di pesta yang di gelar oleh Chris Fullham.


Gerakan dansa awal Margot Evans terlihat kaku bahkan sering kali menginjak kaki Lee Ryder setiap dia melangkahkan kakinya hingga membuat pria tampan itu meringis kesakitan acap kali mereka melakukan gerakan dansa.


Lee Ryder berusaha membantu Margot Evans untuk tetap berdansa bersama dengan nya meski itu tidaklah mudah, sangat jelas jika Lee Ryder sering menutupi gerakan salah yang dilakukan oleh Margot Evans dan mengambil alih menjadi peran utama saat keduanya berdansa.


Terlihat di ujung meja panjang penuh menu hidangan makanan pesta, Chris Fulham berdiri tegak menatap dengan sorot mata sinis saat Lee Ryder dan Margot Evans berdansa bersama-sama dengan mesranya.


Pandangan mata Chris Fulham benar-benar menunjukkan sikap tidak senangnya terhadap kedua pasangan tersebut yang sedang berdansa di pestanya.


Seakan-akan semua perhatian tamu di acara pesta tertuju pada mereka berdua.


Acara pesta untuk launching produk bahan bakar milik perusahaan Chris Fulham malam itu berlangsung meriah dengan adanya acara dansa bersama sebagai awal pembukaan pesta.


Tepuk tangan dari para tamu undangan pesta semakin menambah semarak acara pesta saat alunan musik dansa terdengar mengalun di seluruh ruangan di gedung yang ada di resort Disneyland.


Lee Ryder menepi seraya menggandeng tangan Margot Evans serta tidak lupa memberikan tepuk tangannya kepada tamu yang lainnya saat acara dansa berlangsung.


Senyum terus mengembang di sudut bibir Lee Ryder ketika semua orang yang ada di acara pesta Chris Fulham menyambut dirinya dengan hangat dan ramah.


Bagi Lee Ryder ini merupakan awal yang baik untuk dirinya dalam langkah-langkah bisnisnya selanjutnya karena sambutan baik orang-orang yang hadir di acara pesta malam itu yang sebagian besar adalah kalangan investor asing akan memberinya kesempatan besar untuk perusahaan miliknya berekspansi secara luas.


''Selamat ! Selamat Lee Ryder ! Akhirnya kamu memiliki seorang pendamping yang permanen !'', ucap salah seorang tamu undangan pesta seraya menjabat tangan Lee Ryder erat.


Lee Ryder tertawa ringan sembari membalas uluran tangan pria bertubuh tambun dengan hiasan cincin di jari-jemari tangannya.


''Patrick Hemingway ! Senang sekali bertemu dengan mu di pesta malam ini ! Aku dengar kamu sedang berinvestasi di Timur Tengah !'', sahut Lee Ryder.

__ADS_1


Pria tambun itu lalu tertawa keras hingga membuat tubuhnya berguncang.


''Bagaimana kau tahu kabar tersebut, Lee Ryder ? Apa kau mengirim seorang wartawan ke rumahku ?'', ucap Patrick Hemingway. ''Tidak jarang berita mengenai rencana ku tersebar secara khusus karena aku selalu membuat spekulasi setiap harinya !'', sambungnya.


''Aku hanya mendengarnya dari berita kemarin karena aku sendiri tidak terlalu suka membaca berita !'', sahut Lee Ryder.


''Pasti ini ulah pemburu berita yang tidak pernah berhenti mengorek informasi tentang diriku ketika aku melakukan lawatan ke Timur Tengah beberapa hari yang lalu !'', kata Patrick Hemingway.


''Apa itu hanya rumor ?'', tanya Lee Ryder.


''Tidak, tidak seperti itu ! Karena sebagian memang bukan rumor, hanya saja kami membuat itu semua seperti kabar angin...'', sahut Patrick Hemingway.


''Spekulasi !?'', kata Lee Ryder sambil mengangkat alisnya ke atas. ''Wow !? Kau membuat ku sangat kagum, Patrick !''


''Apa yang tidak mungkin dari seorang ''Patrick Hemingway'' yang dilakukannya untuk meningkatkan popularitas !?'', jawab Patrick Hemingway tersenyum simpul.


''Tidak ada yang melarang memang..., tapi aku sarankan agar kau tidak terlalu berspekulasi membuat berita besar karena itu amat riskan sekali untuk rencana mu ke depannya !'', ucap Lee Ryder.


Ekspresi wajah Lee Ryder terlihat sangat serius saat berbicara dengan Patrick Hemingway akan rencana-rencana besarnya di Timur Tengah.


''Aku tidak ingin memusingkan hal itu karena tujuan ku hanyalah berinvestasi dan untung ! Aku tidak membuat sebuah rumor untuk keuntungan ku tetapi aku hanya ingin berita yang menguatkan dari proyek-proyek perusahaan ku yang berkembang di Timur Tengah !'', sahut pria bertubuh tambun seraya menatap Lee Ryder.


''Kau asing disana ! Dan lebih berhati-hatilah menginvestasikan uang mu, Patrick !'', kata Lee Ryder.


''Percayalah, aku akan untung besar. Dan jangan takut aku akan bangkrut karena rumor-rumor yang berkembang itu... Semua telah aku atasi dengan baik bahkan sekretaris kepercayaan ku telah menyelesaikannya...'', ucap Patrick Hemingway.


''Baiklah..., itu semua terserah kepada keputusan mu, aku tidak bisa berbuat apa-apa karena hal itu adalah rencana mu, Patrick'', kata Lee Ryder.


Lee Ryder hanya menganggukkan kepalanya memberi balasan respon kepada Patrick Hemingway.


''Apa kau tidak berminat bekerja sama dengan ku, Lee Ryder ? Aku akan berinvestasi besar pada perusahaan mu dan ikutlah denganku dalam proyek ku di Timur Tengah !?'', ucap Patrick Hemingway.


''Hmmm... !?'', gumam Lee Ryder.

__ADS_1


''Kau tidak berminat ?'', tanya Patrick Hemingway.


''Aku akan memikirkannya setelah aku memeriksa jurnal kerjaku selama satu bulan ini. Dan aku akan menghubungimu setelah nya, Patrick !'', sahut Lee Ryder.


''Baiklah, kalau begitu kau bisa datang ke kantor ku atau ke rumah ku untuk melakukan negosiasi setelah itu. Bagaimana Lee Ryder ?'', kata Patrick Hemingway.


Keduanya saling berpandangan serius lalu Lee Ryder berkata seraya tersenyum kecil.


''Sepakat, Patrick !''


Mereka kembali bersalaman erat setelah membuat janji bertemu untuk melakukan negosiasi penting.


Tiba-tiba dari arah samping muncul Chris Fulham berjalan mendekati Lee Ryder yang saat itu tengah bersalaman dengan Patrick Hemingway.


''Wow ! Wow ! Rupanya ada yang sedang bernegosiasi di acara pesta ku ini tanpa aku mengetahuinya !?'', kata Chris Fulham.


Chris Fulham berjalan sembari bertepuk tangan pelan saat menghampiri Lee Ryder dan Patrick Hemingway.


Keduanya lalu menoleh ke arah Chris Fulham yang berdiri di dekat mereka seraya menatap tajam.


''Chris Fulham ! Bagaimana launching produk bahan bakar milik mu ? Apa akan segera dimulai ?'', kata Lee Ryder dengan senyum tipisnya.


''Yah ! Kami akan segera memulainya pada puncak acara setelah para tamu undangan menikmati hidangan yang tersaji di pesta malam ini'', sahut Chris Fulham.


Chris Fulham berdiri tegak sembari mengusap pelan kedua telapak tangannya lalu melanjutkan ucapannya dengan sorot mata menyelidik.


''Apa yang sedang kalian rencanakan bersama ?''


Lee Ryder langsung menoleh ke arah Patrick Hemingway dengan tanggap, pria bertubuh tambun itu menjawab pertanyaan dari Chris Fulham.


''Kami hanya merencanakan liburan musim panas ke Timur Tengah setelah usai pesta ini karena aku sudah lama tidak mengajak Lee Ryder pergi liburan bersama ku untuk menikmati naik kapal milikku disana'', sahut Patrick Hemingway.


Lee Ryder tertegun sesaat mendengar penjelasan dari Patrick Hemingway akan rencana mereka ke depannya di Timur Tengah.

__ADS_1


Sebentuk senyuman menghiasi wajah Lee Ryder lalu dia tertawa ringan menanggapi ucapan Patrick Hemingway kepada Chris Fulham.


Chris Fulham terlihat tidak menyukainya dan seakan-akan dia tengah di ejek oleh Lee Ryder karena mencari tahu akan rencana Lee Ryder dan Patrick Hemingway ke Timur Tengah. Dan hal itu membuat Chris Fulham segera berlalu pergi meninggalkan mereka dengan bersungut-sungut kesal serta berwajah masam sebab dia sendiri harus menjaga gengsinya sebagai seorang tuan di pestanya malam itu.


__ADS_2