ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 69


__ADS_3

Ruangan rapat...


Tampak seorang pria duduk bersandar di kursi sambil menyilangkan kedua kakinya ke atas.


Sorot matanya tajam menatap ke arah papan layar monitor yang menggambarkan lay out kerja perusahaan yang bergerak terus-menerus.


Seorang pria berpakaian jas lengkap warna biru berdiri di sampingnya.


"Apa sudah kamu kirim undangan kepada para lima finalis lomba menyanyi untuk mengikuti tahapan lomba selanjutnya ?", tanya pria berpenampilan maskulin itu.


"Sudah, pak. Saya telah mengirimkan lima undangan kepada masing-masing finalis peserta lomba ke alamat mereka", sahut pria berjas biru itu.


"Sayangnya, gadis cantik kesayangan Lee Ryder keluar menjadi pemenang lomba padahal aku mengira dia akan kalah atau menyerah saat melihat para pesaing lomba", ucap pria tersebut.


"Apa anda berharap gadis itu kalah lomba agar Lee Ryder merasa dipermalukan di lomba kemarin ?", kata pria berjas biru.


"Bukan berharap tetapi aku tidak terima kemenangan berada di pihak Lee Ryder karena terus terang saja aku mengharapkan pria sombong itu kesal", sahut pria yang duduk di kursi.


"Jika anda menginginkan hal tersebut maka pada tahapan lomba selanjutnya, saya akan mengusahakan gadis kesayangan Lee Ryder gagal mengikuti lomba, pak Chris Fulham", ucap pria berjas biru.


"Kau bisanya bercanda, Samuel", sahut pria maskulin yang ternyata Chris Fulham.


"Saya tidak bercanda, pak Chris Fulham", kata Samuel serius.


"Tapi sangat berat untuk melaksanakan niatmu karena pastinya anak buah Lee Ryder tidak akan pernah tinggal diam menjaga gadis itu", sahut Chris Fulham tertawa ringan.


"Menangani gadis kecil seperti itu bukan perkara sulit, hanya cukup menggodanya dengan kesenangan maka dia akan bertekuk lutut secara sukarela", ucap Samuel.


"Tapi dia gadis kesayangan Lee Ryder, mana mungkin dia akan terbujuk oleh rayuan biasa sedangkan kekasihnya seorang taipan penguasa pertambangan minyak hampir di seluruh bagian dunia", kata Chris Fulham.


"Kita akan melakukan sedikit siasat kecil untuk gadis itu", sahut pria berjas bernama Samuel.


"Jangan sampai melukai gadis itu, kau paham Samuel !", ucap Chris Fulham.


"Apa pak Chris Fulham menaruh perhatian pada gadis itu ?", tanya Samuel yang seakan-akan memahami isi hati tuannya.


"Hmm..., dia gadis yang menarik untuk diminati oleh siapapun yang mengenalnya dan mungkin saja tidak sedikit pria yang rela mempertaruhkan segala-galanya untuk nya, Samuel", sahut Chris Fulham.


"Artinya pak Chris Fulham jatuh hati pada gadis itu", ucap Samuel mulai tersenyum.


"Tidak ada yang akan menolak pesona dari Margot Evans yang sangat memukau perhatian semua orang bahkan suaranya terdengar sangat merdu dari siapapun penyanyi di dunia ini", sahut Chris Fulham kagum.


"Kenapa pak Chris Fulham tidak ingin gadis itu menang jika dia memenangkan lomba maka jarak menjadi dekat dengannya akan lebih mudah", kata Samuel.


"Seharusnya aku berpikiran sama seperti dirimu tapi aku pantang berebut dengan Lee Ryder hanya akan menjatuhkan harga diriku", sahut Chris Fulham.


"Bukan seperti itu harapannya pak Chris Fulham tapi sebaiknya mempertahankan keinginan hati untuk memiliki sesuatu yang kita cintai wajib kita pertahankan", lanjut pria berjas biru bernama Samuel.

__ADS_1


"Benarkah ??", sahut Chris Fulham sambil tertawa renyah.


"Mempertahankan bendera kemenangan hingga ke tangan Tuhan agar tidak sampai jatuh ke tangan musuh bukankah suatu ketetapan", ucap Samuel.


"Aku tahu itu, Samuel", sahut Chris Fulham.


Chris Fulham tertawa keras sembari menatap ke arah pria berjas biru bernama Samuel yang berada di hadapannya.


Mendengar saran anak buahnya yang merupakan orang kepercayaannya sungguh membuat Chris Fulham memiliki pandangan lain terhadap tujuan hidupnya sekarang ini yaitu bertekad untuk memiliki Margot Evans.


"Baiklah, aku serahkan semua rencana ini padamu tapi aku hanya berpesan agar kau tidak membuat curiga Lee Ryder jika aku menaruh hati pada gadis kesayangannya", lanjut Chris Fulham.


"Tentu saja, pak Chris Fulham", sahut Samuel.


"Lantas apa rencana mu kalau aku boleh tahu, Samuel ?", tanya Chris Fulham.


"Kemungkinan besar saya akan mengusahakan gadis itu sering bertemu muka dengan anda saat acara babak penyisihan di tahap kedua eliminasi nanti", sahut Samuel.


"Rencana ku, tiga finalis lomba menyanyi akan aku tayangkan di stasiun televisi swasta yang menjadi pihak sponsor acara lomba", kata Chris Fulham.


"Akan lebih baik lagi jika acaranya diadakan di stasiun televisi karena akan menyita waktu gadis itu lebih banyak disana dan menjauhkan dia dari perhatian khusus Lee Ryder", sahut Samuel.


"Apa rencana mu mengadakan acara lomba tahap kedua di stasiun televisi ?", tanya Chris Fulham.


"Saya rasa begitu, pak Chris Fulham", sahut Samuel.


"Siap, pak Chris Fulham !", sahut Samuel yang menanggapi ucapan Chris Fulham.


"Bagus ! Bagus ! Ini sungguh ide yang luar biasa !!!", pekik Chris Fulham senang.


Chris Fulham tampak bersemangat saat memutuskan rencana besar untuk kegiatan acara lomba menyanyi yang dia selenggarakan sebagai acara pengenalan produk baru bahan bakar miliknya yang rencananya akan ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta yang bekerjasama dengan nya.


Pria maskulin yang merupakan saingan berat Lee Ryder dalam industri pertambangan minyak dan bahan bakar emulsi itu memerintahkan kepada Samuel untuk segera menghubungi pihak stasiun televisi swasta.


Samuel bergerak cepat dan pergi meninggalkan ruangan rapat dimana Chris Fulham masih duduk disana dengan hati senang karena mendapat dukungan dari anak buahnya untuk mendapatkan hati Margot Evans.


Chris Fulham tidak lagi mempedulikan keberadaan Lee Ryder yang juga merupakan pesaing beratnya untuk menjadi pasangan Margot Evans dan dia bertekad merebut gadis kesayangan Lee Ryder tersebut.


Tawa terdengar menggema keras di ruangan rapat milik Chris Fulham, berkali-kali pria maskulin itu terlihat memperhatikan layar ponselnya yang berisi foto Margot Evans yang diambilnya saat gadis cantik itu lomba.


Kebahagiaan tergambar jelas dari wajah Chris Fulham karena memiliki peluang besar untuk berdekatan dengan Margot Evans.


Membayangkan reaksi wajah Lee Ryder yang marah saat gadis pujaan hatinya direbut oleh dirinya, membuat Chris Fulham sangat merasakan kesenangan yang tiada taranya.


***


PRANG... !

__ADS_1


Piring kristal tergelincir jatuh ke bawah lantai membuat suara keras yang menyentakkan semua orang yang ada di ruangan tengah.


Aaron Lee menoleh ke arah Margot Evans yang berdiri tertegun.


"Ada apa Margot Evans ?", tanya bocah lima tahun itu.


Dilihatnya lantai berserakan penuh pecahan kaca piring kristal sedangkan Margot Evans berdiri melamun memandangi lantai di bawahnya.


"Kau tidak apa-apa, Margot ?", ucap Aaron Lee.


Margot Evans masih terdiam melamun, hatinya merasakan sesuatu firasat aneh saat piring kristal ditangannya tiba-tiba tergelincir jatuh ke lantai.


"Margot Evans ! Apa kau baik-baik saja ?", tanya Lee Ryder.


Lee Ryder muncul setelah mendengarkan suara piring jatuh yang terdengar keras dari ruangan kerjanya yang berada di lantai bawah tepat di ruangan tengah.


Pria tampan itu segera melangkah cepat mendekati Margot Evans yang berdiri termenung.


"Margot...", panggil Lee Ryder lagi.


"Ehk, apa !?", sahut Margot Evans kaget.


Gadis muda itu hanya mendongakkan kepalanya ke arah Lee Ryder yang berjalan menghampiri dirinya dengan langkah cepat.


"Ada apa ? Kau sakit, Margot", ucap Lee Ryder.


"Em, tidak ! Aku baik-baik saja tapi aku tidak tahu kenapa piring itu sampai jatuh dari genggaman tangan ku !?", sahutnya bingung.


"Sudahlah, tidak usah dipikirkan lagi mengenai piring kristal itu", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder memeluk Margot Evans berusaha untuk menenangkan hati gadis cantik itu yang terlihat kebingungan.


"Tidak apa-apa... !", bisik Lee Ryder.


Ditepuknya punggung Margot Evans dengan lembutnya.


"Biarkan pekerja di rumah yang akan membersihkan pecahan piring, sebaiknya kau pergi beristirahat ke kamar mu", ucap Lee Ryder.


"Aku hendak menyuapi Aaron Lee makan tapi kenapa tiba-tiba pikiran ku tidak fokus sehingga piring di tanganku jatuh", sahut Margot Evans.


"Sst... ! Tenanglah !", ucap Lee Ryder.


Seorang perempuan masuk dengan tergesa-gesa ke dalam ruangan tengah setelah dia mendengar suara keras piring pecah yang suaranya terdengar hingga ke ruangan belakang, dia masuk ke tempat semua keluarga berkumpul bersama di ruangan tengah.


Perempuan itu segera membersihkan sisa pecahan piring kristal dari atas lantai dan pergi kembali ke ruangan belakang rumah.


Beberapa menit kemudian perempuan itu kembali datang dengan membawa piring berisi makanan untuk Aaron Lee.

__ADS_1


__ADS_2