ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 68


__ADS_3

Margot Evans tersenyum lembut saat Lee Ryder membopongnya sambil berjalan menuju ke arah mobil.


Acara festival hampir berakhir malam itu setelah pengumuman lomba menyanyi selesai serta acara utama pergelaran stand untuk mengenalkan produk baru dari perusahaan milik Chris Fulham selesai dihelat setelah lomba maka acara festival hari ini akan segera ditutup.


Babak lomba selanjutnya akan diumumkan pada para peserta finalis lomba melalui undangan khusus yang akan dikirimkan ke alamat para finalis masing-masing.


"Kita pulang sekarang ke rumah karena liburan di Anaheim telah berakhir", ucap Lee Ryder.


"Terlalu cepat aku pikir, apa tidak sebaiknya kita menundanya sampai hari Minggu karena kau juga perlu beristirahat setelah sibuk dengan semua acara disini", sahut Margot Evans.


"Minggu !?", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder menoleh ke arah Margot Evans yang bergelayut manja di gendongan tangannya.


"Iya, hari Minggu kita pulang ke rumah karena sisa waktu satu hari kita gunakan beristirahat di mansion", sahut Margot Evans.


"Apa kau sedang mengajakku berkencan ?", kata Lee Ryder bertanya.


"Kencan !?", sahut Margot Evans gugup. "Tidak, tidak, tidak seperti itu maksud ku...", sambungnya.


"Lantas ?", pancing Lee Ryder.


"Aku hanya menyarankan agar kamu menggunakan waktu mu di Anaheim sebentar saja untuk beristirahat melepas lelah karena sejak kita datang ke sini kau sibuk bekerja", ucap Margot Evans.


"Em... !? Begitu, ya !?", sahut Lee Ryder.


"Aku nyaris tidak melihat mu berhenti mengurusi bisnis dan bisnis meski kita sedang liburan di Disneyland bahkan acara disini lebih padat daripada saat kita masih di rumah", ucap Margot Evans.


"Apa jika aku menuruti semua permintaan mu maka kau akan bersedia menemaniku dan mengurusi ku secara pribadi ?", tanya Lee Ryder.


"Maksudmu ?", sahut Margot Evans.


"Yah, setidaknya aku ingin kamu menghiburku yang terlalu lelah ini...", ucap Lee Ryder.


Lee Ryder terus berjalan ke arah mobil yang terparkir tak jauh dari mereka, seorang pengawal langsung membukakan pintu mobil untuk Lee Ryder agar dia dapat masuk dengan mudah saat membawa Margot Evans dalam gendongannya.


"Terimakasih...", sapa Lee Ryder pada salah seorang pengawalnya.


"Sama-sama, tuan Lee Ryder", sahut pria itu sembari menganggukkan kepalanya.


"Aku pikir, kau sebaiknya sedikit mengurangi makanan manis karena berat badan mu cukup berat saat aku menggendong mu", ucap Lee Ryder.


"Kau tidak menyindirku kalau aku agak gemuk, bukan !?", sahut Margot Evans.


"Tidak...", jawab Lee Ryder.


Lee Ryder meletakkan Margot Evans di atas jok mobil penumpang saat mereka masuk sedangkan dirinya lalu duduk di sebelah kanan Margot Evans.


Seorang pria menyusul masuk ke dalam mobil Lexus warna hitam dan duduk di jok pengemudi, seorang lagi rekannya turut masuk ke mobil serta duduk di sebelahnya.


"Kita berangkat sekarang, tuan Lee Ryder", ucap pengawalnya.


"Ya, kita pulang sekarang ke rumah", sahut Lee Ryder.


"Apa tidak mampir dulu ke mansion ?", tanya pengawal pribadinya.


"Tidak, aku ingin segera pulang ke rumah dan langsung beristirahat, biarkan pak Ha- Joon yang menelepon bibi Gerenda dan mengabarkan kepulangan kita", sahut Lee Ryder.


"Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang", ucap pengawal itu dengan segera mengemudikan mobil.


Kaca pembatas antara bagian pengemudi dengan bagian belakang mobil tertutup rapat oleh kaca hitam.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa melihat pemandangan di kursi penumpang bagian belakang mobil karena terhalang oleh kaca pembatas.


Lee Ryder merebahkan kepalanya dengan bersandar di bahu kursi penumpang seraya menarik tangan Margot Evans.


"Aku ingin kau menghiburku sekarang, Margot", bisik Lee Ryder.


Lee Ryder menciumi tangan Margot Evans sepenuh hati.


"Tidak bisakah kau lebih serius, ini di mobil. Dan bagaimana caranya aku dapat menghibur mu", sahut Margot Evans yang mengalihkan pandangannya ke arah kaca mobil.


"Apapun pasti bisa kita lakukan meski bagaimana keadaannya, kita pasti bisa melakukannya dengan mudah", ucap Lee Ryder.


"Kau selalu bercanda, Lee Ryder", kata Margot Evans yang membiarkan tangannya terus-terusan dicium oleh pria tampan itu.


"Tapi kau suka, bukan padaku yang seperti ini", goda Lee Ryder.


Margot Evans hanya terdiam tanpa bersuara tetapi dia mengamati bayangan Lee Ryder dari arah kaca mobil.


Senyum perlahan-lahan mengembang di sudut bibir Margot Evans saat dia memperhatikan tingkah laku Lee Ryder.


Seperti anak-anak...


Pikir Margot Evans ketika melihat bayangan Lee Ryder yang tiada hentinya mencium tangan Margot Evans serta memainkan jari jemari tangan mereka berdua.


Lee Ryder yang merasa diperhatikan oleh Margot Evans langsung menoleh ke arah gadis cantik itu seraya berkata.


"Apa yang kau lihat disana ?", tanyanya pada Margot Evans.


"Em..., tidak, tidak ada...", sahut Margot Evans.


"Coba aku lihat !?", ucap Lee Ryder.


"Hmm...", gumam Lee Ryder.


Lee Ryder mendekatkan dirinya ke arah Margot Evans yang duduk di dekat kaca jendela mobil lalu memperhatikan ke arah kaca mobil.


"Kau sedang memperhatikan ku", kata Lee Ryder.


Margot Evans tersentak kaget dan tersipu malu.


"Em, tidak !", jawab Margot Evans.


"Aha ! Kau ketahuan sedang memperhatikan ku dari kaca mobil, nona !", goda Lee Ryder.


"Hah !?", sahut gadis berwajah jelita itu.


Margot Evans memalingkan wajahnya ke arah Lee Ryder sehingga kedua wajah mereka saling berdekatan dan hidung mereka saling bersentuhan.


Keduanya sama-sama terdiam tetapi pandangan mereka begitu lekatnya seakan-akan tidak ada jarak sedikitpun diantara mereka.


"Kau malu padaku, Margot...", bisik Lee Ryder.


"Tidak...", sahut Margot Evans gelisah.


"Benarkah ?", bisik Lee Ryder lagi.


"Tentu...", jawab Margot Evans.


"Jujurlah padaku, Margot", ucap Lee Ryder.


"Kenapa aku harus jujur padamu ?", kata Margot Evans.

__ADS_1


"Bukan apa-apa...", sahut Lee Ryder.


"Benarkah ?", ucap Margot Evans.


"Iyah...", bisik Lee Ryder.


Pandangan Lee Ryder bergerak turun ke arah bibir gadis cantik dihadapannya yang terbuka merekah serta basah.


Menggodanya untuk menyentuhnya, nafas Lee Ryder memburu pelan, ingin segera mencicipi rasa bibir yang seksi itu.


"Apa kau sedang bermaksud menggoda ku ?", bisik Lee Ryder.


"Tidak...", sahut Margot Evans.


"Lalu kenapa kau tersenyum sendiri saat memperhatikan ku dari kaca mobil ?", bisik Lee Ryder.


"Kau menuduhku, Lee Ryder", ucap Margot Evans.


"Menuduh mu..., untuk apa !?", bisik Lee Ryder dengan nafas memburu.


"Entahlah...", sahut Margot Evans.


"Kau benar-benar menggoda ku, nona", bisik pria tampan itu.


"Tidak...", jawab Margot Evans.


"Oh, iya !?", ucap Lee Ryder.


"Ya...", sahut Margot Evans.


Kedua pipi Margot Evans semburat berubah memerah saat berhadapan langsung dengan Lee Ryder meski mereka sering kali bertatap muka tetapi saat ini, dia merasakan hal yang lain dari biasanya.


"Kenapa ? Apa kau mulai jatuh cinta kepada ku ?", bisik Lee Ryder lembut.


Jari jemari tangan Lee Ryder mulai menyentuh pelan bibir Margot Evans.


"Ehk !?", gumam gadis cantik itu.


"Aku tahu kau sekarang mulai menyukai kehadiran ku, Margot", ucap Lee Ryder.


"Maksudmu !?", sahut Margot Evans tak mengerti.


"Jujurlah, padaku...", kata pria tampan itu.


"Jujur !? Jujur untuk apa !?", jawab Margot Evans.


"Ayolah..., jangan menggodaku...", kata Lee Ryder.


Lee Ryder berkata sambil berbisik lembut serta mempermainkan bibir Margot Evans yang merekah indah dengan jari jemari tangannya.


"Kau tidak bisa memungkiri nya, bukan. Dan aku yakin kau sangat menginginkan ku, Margot", bisik Lee Ryder.


Margot Evans bergetar hebat saat Lee Ryder berhasil menggodanya dengan permainan romantis nya yang mampu menarik segala minatnya untuk tidak menjauhkan dirinya dari pria tampan itu.


Gadis cantik itu hanya pasrah serta membiarkan dirinya tenggelam dalam sentuhan-sentuhan lembut Lee Ryder.


Membiarkan dirinya terbuai dengan cinta Lee Ryder padanya. Dan merasakan kenikmatan hingga dia lupa bahwa pria yang ada di hadapannya adalah Lee Ryder, pria yang selama ini selalu ingin dia hindari dalam hidupnya.


Margot Evans tidak pernah sedikitpun ingin terjebak dalam situasi cinta yang rumit karena dia ingin hidup bebas merasakan hidupnya tanpa tekanan.


Tak terbersit di pikiran nya untuk menjalin hubungan dekat dengan Lee Ryder ataupun jatuh cinta pada pria tampan itu di kemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2