
Lee Ryder menyerahkan sekotak kecil berisi obat-obatan milik Aaron Lee kepada Margot Evans dari tangan asisten pribadinya yang berlarian mengambilkannya untuk mereka.
"Jangan lupa untuk meminumnya !", ucap Lee Ryder mengingatkan.
Margot Evans menganggukkan kepalanya saat dia menerima kotak kecil berisi obat dari Lee Ryder sambil menyahut.
"Baik, aku akan memberikannya pada Aaron Lee selama diperjalanan di mobil, kau tidak perlu cemas", ucap gadis bermata indah itu.
"Turuti Margot Evans ! Dan jangan membantah !", kata Lee Ryder.
Lee Ryder melongokkan kepalanya ke dalam mobil sembari melihat ke arah Aaron Lee yang duduk bersembunyi di balik badan Margot Evans.
"Aaron Lee...", ucap Lee Ryder.
Margot Evans menoleh ke arah Aaron Lee yang duduk didekatnya lalu kembali menatap Lee Ryder yang berdiri di luar mobil.
"Tenanglah, Lee Ryder ! Dia akan baik-baik saja dan aku akan memintanya untuk meminum obatnya, sekarangpun kalau boleh agar kau merasa tenang", sahut Margot Evans.
"Yah, aku rasa itu lebih baik lagi...", ucap Lee Ryder.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan maka aku akan menyuruh Aaron Lee meminum obatnya", kata Margot Evans.
Margot Evans lalu membuka tutup kotak kecil berisi obat sembari berbicara pada Aaron Lee disampingnya.
"Apa kamu mendengar permintaan dari ayahmu untuk meminum obat, Aaron Lee ?", kata Margot Evans.
Aaron Lee memandang ke arah Margot Evans dengan kedua bola matanya yang berbinar-binar polos seraya melirik ke arah ayahnya yang menatapnya dengan serius.
"Iya..., Margot Evans...", sahut Aaron Lee.
"Nah ! Kau dengar sendiri kalau dia akan meminum obatnya, Lee Ryder !", kata Margot Evans.
Margot Evans memutar tutup botol obat lalu membukanya.
"Sekarang minumlah obat ini, sayang !", ucap Margot Evans.
Margot Evans menuangkan syrup obat ke atas sendok obat kemudian memberikannnya kepada Aaron Lee.
"Aaaaa... !!!", ucap Margot Evans.
Saat dia memasukkan syrup obat didalam sendok kepada Aaron Lee.
"Nah, sekarang obat lainnya...", kata Margot Evans.
"Bolehkah aku meminumnya nanti ?", sahut Aaron Lee dengan mata berkaca-kaca.
"Mmmm.... Bagaimana ya !?", ucap Margot Evans.
Diliriknya Aaron Lee yang duduk disampingnya lalu menoleh ke arah Lee Ryder yang berdiri di dekat mobil Jeep.
"Tapi tinggal satu obat lagi yang harus kamu minum sekarang karena nanti siang kamu masih harus meminum obat lagi, sayang", sahut Margot Evans.
"Itu benar !", sambung Lee Ryder.
Lee Ryder langsung menganggukkan kepalanya cepat dan bersikap tegas pada putranya jika berurusan dengan meminum obat.
"Kau mau meminumnya, Aaron Lee...", kata Margot Evans.
__ADS_1
Margot Evans menoleh kembali ke arah Aaron Lee sembari tersenyum pada bocah lima tahun itu.
Membuka kapsul obat lalu mengeluarkan isinya ke sendok obat.
"Yah..., aku akan meminumnya...", jawab Aaron Lee dengan pandangan iba.
Setelah berhasil membujuk Aaron Lee meminum obatnya, Margot Evans kembali memasukkan obat-obat ke dalam kotak kecil lalu menyerahkannya kepada Lee Ryder.
Lee Ryder terkejut ketika Margot Evans mengembalikan kotak kecil berisi obat kepadanya.
"Kenapa kamu memberikannya lagi kotak obat ini ?", tanya Lee Ryder bingung.
"Dia sudah meminum obatnya dan sekarang waktunya kami untuk pergi ke butik karena waktu kita tidak banyak untuk berbelanja gaun", sahut Margot Evans.
Margot Evans meraih pintu mobil sembari mendorong pelan Lee Ryder agar menjauh dari mobil Jeep yang dia naiki.
Jelas sekali ekspresi Lee Ryder kebingungan dengan sikap Margot Evans tapi dia tidak mendapatkan penjelasan apa-apa dari gadis bermata indah itu.
Margot Evans menutup pintu mobil sembari menurunkan kaca mobil dan mengintip ke arah luar jendela mobil.
"Kami berangkat dulu, Lee Ryder ! Semoga harimu baik di mansion tanpa kami !", ucap Margot Evans.
"Ehk !? Apa !?", sahut Lee Ryder bingung.
"Daaaaghhhh... !!!!", ucap Margot Evans sambil melambaikan tangannya serta menutup kembali kaca mobil. "Berangkat sekarang Jhon !!!!", sambungnya dari dalam mobil.
Mobil Jeep hitam perlahan-lahan bergerak menuju keluar gerbang mansion mewah.
Pergi meninggalkan mansion serta Lee Ryder beserta beberapa anak buahnya yang berdiri di depan mansion yang asri.
Tampak Bibi Gerenda berdiri tepat di dekat pintu mansion sambil tersenyum ke arah mobil Jeep yang bergerak jauh dari mansion.
"Lainkali kita tidak membuat masalah lagi pada ayahmu, Aaron Lee", kata Margot Evans.
Margot Evans kembali menoleh ke arah Aaron Lee yang duduk di sebelahnya menikmati minuman juice segar di dalam kotak minuman.
"Mmmm... !?", sahut Aaron Lee bergumam.
"Kau tahu akibatnya jika mencoba melawannya maka kita tidak akan pernah merasakan bebasnya menghirup oksigen, Aaron Lee", kata Margot Evans.
Aaron Lee hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan sambil menikmati minumannya tanpa menoleh.
"Aku sempat kesulitan bernafas saat harus mengatakan semuanya tadi, bayangkan saja cara dia memandang kita, itu adalah sebuah panah yang siap lepas dari busurnya", ucap Margot Evans.
"Tapi kau tetap nekat melakukannya...", sahut bocah kecil itu.
"Bagaimana tidak !? Mana mungkin kita menuruti kemauannya sedangkan kita tahu kita berada di luar, bagaimana harus meminum obat !?", sanggah Margot Evans.
"Setidaknya kau bawa saja kotak obat itu bersama kita tanpa harus mengembalikannya lagi pada ayah", kata Aaron Lee.
"Apa kau tidak yakin padaku !?", ucap Margot Evans.
"Bukan aku tidak yakin padamu tapi aku hanya berpikir bahwa ayah pasti tidak akan membiarkanmu begitu saja, Margot", jawab Aaron Lee.
"Dan kau yakin itu ???", ucap Margot Evans.
"Yah...", sahut bocah kecil itu.
__ADS_1
Aaron Lee menyandarkan kepalanya di bahu kursi mobil sambil meminum sekotak juice di tangannya.
"Semoga dia tidak melakukannya kepada kita...", kata Margot Evans.
"Bukan kita melainkan kamu, Margot ! Dia tidak akan melepaskanmu ketika kita sampai nanti", ucap Aaron Lee.
"Lantas bagaimana cara agar lepas darinya ? Apa kau memiliki ide untuk itu ?", kata Margot Evans.
"Peluangnya sangat kecil untuk melarikan diri dari ayah karena dia tidak akan membiarkan mu pergi darinya dengan mudah", sahut Aaron Lee.
"Apa tidak ada ide lainnya ?", ucap Margot Evans.
"Tentu saja, tidak ada... Tapi untuk mengulur waktu, aku sarankan kita tidak kembali lagi ke mansion setelah dari butik nanti...", saran Aaron Lee.
"Maksudmu !? Kita tidak kembali ke mansion lalu bagaimana dengan festival nanti karena aku harus mengikuti lomba menyanyi", kata Margot Evans.
Aaron Lee mendongakkan kepalanya ke arah Margot Evans yang duduk disampingnya seraya menatapnya dengan tatapan serius.
Gadis bermata indah itu hanya mengangkat kedua bahunya sambil mengerlingkan matanya yang indah.
"Bagaimana ???", ucapnya lagi.
"Gampang saja !", sahut Aaron Lee.
"Gampang, katamu !? Katakan bagaimana agar kita bisa mengulur waktu kita untuk tidak bertemu dengannya ???", kata Margot Evans.
"Kita langsung pergi ke festival tanpa harus balik lagi ke mansion...", sahut Aaron Lee.
"Tanpa kembali lagi ke mansion ?", ucap Margot Evans terpana.
"Benar !", jawab singkat Aaron Lee.
Aaron Lee menjawab hanya dengan anggukkan kepala pelan sedangkan salah satu tangannya memegang sekotak juice minuman.
"Tapi kita tetap akan bertemu dengannya meski kita tidak kembali ke mansion untuk menemuinya", kata Margot Evans.
"Setidaknya kita dapat mengulur waktu untuk bertemu ayah dan kau sendiri punya banyak kesempatan menghindari bertatap muka secara langsung dengan ayah", ucap Aaron Lee.
"Benarkah !?'', sahut Margot Evans terkejut.
"Percayalah ! Rencana ini pasti berhasil dengan mudah, kau tidak perlu merasa ketakutan lagi saat ayah melihatmu", ucap bocah kecil itu.
"Tapi di festival nanti tetap kita akan berjumpa dengan ayahmu", kata Margot Evans.
"Yah, itu pasti kita akan bertemu dengan ayah tapi ayah tidak memiliki kesempatan untuk menemuimu karena kau akan mengikuti lomba menyanyi", sahut Aaron Lee.
Aaron Lee memutar pelan kotak juice minumannya sembari menatapnya.
"Apa dia tidak akan mencoba mendekatiku atau mencariku nanti ?", tanya Margot Evans.
"Peluangnya tidak cukup banyak untuk ayah mendekatimu pada saat lomba di festival nanti karena akan banyak peserta lomba yang hadir disana", sahut Aaron Lee.
"Oh, iya !?", ucap Margot Evans tertegun.
"Kenapa kau meragukan daya analisaku ? Aku akan pastikan jika rencana ini tidak akan gagal, Margot", lanjut Aaron Lee.
"Benarkah !?", sahut Margot Evans.
__ADS_1
Margot Evans hampir tidak mempercayai ucapan yang dikatakan oleh Aaron Lee karena menurutnya rencana itu memiliki peluang kecil jika harus berurusan dengan Lee Ryder.
Namun, Aaron Lee hanya terdiam kemudian melanjutkan aktivitasnya menghabiskan minuman juicenya tanpa berbicara lagi.