ANAK GENIUSKU

ANAK GENIUSKU
Bab 63


__ADS_3

Margot Evans berjalan masuk ke butik untuk membeli gaun baru untuknya tampil di festival lomba nanti.


Seorang wanita berpakaian seragam menyambutnya dengan senyum ramah tepat di dekat pintu masuk butik.


"Selamat datang, ada yang bisa saya bantu ?", sapa pelayan butik ramah.


"Aku ingin membeli gaun untuk acara lomba di festival nanti, bisakah kau membantuku mencarikan aku gaun yang sesuai untukku ?", kata Margot Evans.


"Tentu saja, saya dengan senang hat akan membantu anda memilih gaun untuk lomba di festival nanti", sahut pelayan butik.


"Terimakasih", ucap Margot Evans.


Pelayan butik lalu berjalan menuntun Margot Evans masuk ke dalam ruangan butik yang sangat elegan.


Beberapa deretan rak pakaian berjejer rapi di sepanjang area butik, penuh gaun-gaun keluaran butik yang up to date terpajang di rak-rak pakaian.


Margot Evans melangkah pelan mengikuti langkah kaki pelayan butik yang mendahuluinya.


Pelayan butik memutar tubuhnya ke arah Margot Evans sambil memberikannya penjelasan mengenai gaun-gaun hasil rancangan butik.


Mulai dari rak terdepan yang penuh berisi deretan gaun-gaun cantik berwana muda hingga rak yang ada di ujung serta berisi penuh gaun-gaun berwarna lebih terang dan mencolok.


"Gaun ini warnanya lebih muda dari gaun yang ada di rak lainnya, mungkin akan sangat cocok untuk anda memakainya di acara lomba pada festival nanti", terang pelayan butik.


Pelayan butik menunjukkan pada Margot Evans beberapa contoh model gaun berwarna muda serta terang.


"Aku akan memakainya sore nanti hingga malam nanti sepertinya gaun berwarna terang dan mencolok lebih cocok dipakai pada waktu sore atau malam hari", sahut Margot Evans.


"Warna kulit anda sangat indah, putih bening sehingga saya rasa cocok jika anda mengenakan gaun berwarna apa saja", ucap pelayan butik.


"Mmmm..., begitu ya..., baiklah aku akan mencoba semua gaun ini dan memilihnya yang sesuai denganku", kata Margot Evans.


"Pasti anda akan sangat cantik sekali saat memakai gaun-gaun hasil rancangan dari butik kami", sambung pelayan butik.


Pelayan butik menyerahkan beberapa gaun berwarna muda hingga terang kepada Margot Evans untuk dicobanya di ruang kamar ganti.


Margot Evans segera menerima gaun-gaun itu lalu berjalan masuk ke ruang ganti butik.


KLEK...


Margot Evans telah berdiri di dalam ruang kamar ganti butik sembari mematut diri di depan cermin.


Dilihatnya sejumlah gaun yang ada ditangannya dengan semangat lalu mencoba salah satu gaun berwarna cerah.


Gaun ukuran maxi warna pink dengan neckline berbentuk V, model bajunya lined, regular fit, slip on style, dan dibuat dari bahan poliester sedagkan lengan gaunnya berbentuk balon sangat indah sekali.


Margot Evans terlihat cantik serta mempesona saat mengenakan gaun tersebut.

__ADS_1


Beberapa baris batu dari berlian menghiasi bagian leher gaun ukuran maxi dan saat dikenakan oleh Margot Evans benar-benar membuat gadis belia itu tampak menawan bak seorang puteri dongeng dari istana kerajaan.


Margot Evans memutar badannya beberapa kali putaran saat dia berada di depan cermin ruang ganti butik.


Sesekali wajahnya tampak sumringah ketika memandang ke arah kaca cermin di hadapannya serta berulangkali tersenyum manis.


"Wow !? Aku terlihat seperti seorang puteri raja jika memakai gaun ini !!!", seru Margot Evans bangga.


Sekali lagi gadis belia itu memutar tubuhnya di depan cermin ruang ganti butik seraya berjingkrak kegirangan.


Timbul niatnya untuk memamerkan gaun warna pink ukuran maxi itu kepada Lee Ryder.


Margot Evans dengan cepat berlari kecil ke arah tas miliknya yang berada di bawah lantai ruang ganti butik.


Diambilnya ponsel pribadi miliknya dari dalam tas kemudian diarahkannya kamera ponsel ke hadapannya sembari tersenyum lebar.


KLIK... ! KLIK... ! KLIK... !


Sinar kamera ponsel menyala beberapa kali saat diarahkan ke arah dirinya.


Margot Evans mengarahkan kamera ponselnya berulangkali ke arahnya dengan mengambil berbagai gaya lalu mengirim gambar dengan caption berbentuk hati warna merah berupa pesan kepada Lee Ryder.


KLING... KLING... KLING...


PESAN TERKIRIM...


Gadis belia itu langsung lemas karena pesan telah terkirim dan terbaca oleh Lee Ryder sebelum dia berhasil menghapus pesan tersebut.


"Aduh !? Bagaimana ini !? Aku mengetik kata yang salah ! Seharusnya aku tidak menulis kata "menginginkanmu" !!!", ucap Margot Evans.


Margot Evans memegangi kepalanya dengan kedua tangannya sambil bergumam pelan serta berdecak keras.


"Apa yang akan aku lakukan saat berhadapan dengan Lee Ryder nanti ???", kata Margot Evans.


Suara dering pesan terdengar dari arah ponsel Margot Evans, dia melihat pesan belum terbaca dari Lee Ryder.


"Astaga !? Dia langsung membalas pesanku !!!", seru Margot Evans dengan kedua mata terbelalak kaget.


Margot Evans membuka pesan yang terkirim ke ponsel pribadinya lalu membaca isi pesan dari Lee Ryder.


Tertulis caption emoji dengan mimik sedih saat dia membuka pesan yang dikirim Lee Ryder kemudian terkirim balasan pesan kedua kalinya yang berisi pesan.


"Apakah kau akan memakai gaun itu tanpa datang kepadaku terlebih dahulu ? Coba gaun yang lainnya meski aku suka dengan modelnya tapi terlalu pucat saat kau kenakan !"


Tulis isi pesan dari Lee Ryder saat pesan terkirim pada ponsel pribadi milik Margot Evans.


"Ya, Tuhan... ! Dia tidak terlalu menyukainya tapi gaun ini sangat cocok dengan umurku...", ucap Margot Evans saat dia membaca isi pesan pada ponsel pribadinya.

__ADS_1


Margot Evans segera melepaskan gaun yang tengah dia kenakan kemudian menggantinya dengan gaun yang lainnya.


Sebuah gaun panjang warna merah mencolok dengan leher berbentuk one shoulder dengan belahan tinggi yang memperlihatkan kaki Margot Evans yang putih jenjang serta lengan panjang dipilih oleh gadis belia itu sebagai ganti gaun lainnya.


Nyaris sempurna dan luar biasa...


Margot Evans terlihat sangat cantik mempesona sehingga aura dalam dirinya langsung keluar saat dia mengenakan gaun panjang warna merah.


Gaun ini dihiasi oleh kemilau batu mulia berwarna merah mencolok di seluruh gaunnya mulai dari atas hingga ujung gaun.


Margot Evans terpana kagum ketika melihat dirinya di dalam pantulan cermin yang tersedia di ruangan kamar ganti butik.


"Woah !? Aku nyaris bak penyanyi kenamaan saat mengenakan gaun ini, aku pikir aku lebih cocok memakainya daripada gaun warna pink yang tadi...", ucap Margot Evans.


Kedua mata Margot Evans terbuka lebar saat dia melihat pantulan dirinya pada kaca cermin ruang ganti butik.


Margot Evans sangat mengagumi penampilannya bahkan raut wajahnya terlihat sangat senang.


Berkali-kali tersenyum pada dirinya sendiri ketika berdiri di depan cermin saat mengenakan gaun berhias batu mulia warna merah.


"Aku akan memilih gaun ini untuk aku kenakan pada lomba di festival nanti sedangkan gaun pink itu aku juga akan membelinya untuk aku kenakan dikemudian hari", ucap Margot Evans.


Margot Evans kali ini tidak mengirimkan pesan lagi kepada Lee Ryder karena dia yakin bahwa pastinya pria itu akan melarangnya untuk mengenakan gaun mencolok yang cukup seksi itu ke acara lomba festival.


Tergesa-gesa Margot Evans mengambil tas miliknya serta beberapa gaun dari atas lantai kamar ganti butik dan pakaiannya yang tadi dia kenakan keluar ruangan.


Margot Evans bergegas melangkah menuju ke arah pelayan butik yang berdiri menunggunya di dekat rak pakaian kemudian menyerahkan beberapa gaun kepada pelayan wanita itu.


"Aku akan membeli dua gaun, yang satu aku kenakan untuk lomba nanti sedangkan satu gaun lainnya, aku meminta tolong padamu untuk membungkusnya", kata Margot Evans.


Pelayan butik segera menjawab dengan anggukkan kepala seraya berjalan menuju ke meja kasir butik. Dan diikuti oleh Margot Evans dari arah belakangnya yang mengenakan gaun warna merah mencolok.


"Tunggu ! Aku juga harus membeli sepasang sepatu baru untuk aku pakai di lomba festival nanti...", ucap Margot Evans.


"Baik, silahkan anda memilih beberapa sepatu keluaran butik yang ada di rak sana !", sahut pelayan butik sambil menunjuk ke arah deretan rak sepatu mewah di ruangan butik.


"Terimakasih...", sahut Margot Evans.


Pelayan butik lalu melangkah keluar dari arah meja kasir menuju deretan rak sepatu.


"Silahkan anda memilih sepatu baru yang anda inginkan !", ucap pelayan butik dengan senyuman ramah.


Senyum mengembang di wajah Margot Evans ketika pelayan butik itu dengan telaten serta penuh keramahan saat mempersilahkan dirinya untuk memilih sepasang sepatu baru untuk dia kenakan.


Margot Evans lalu menolehkan kepalanya ke arah rak-rak yang menjual sepatu-sepatu mewah berharga selangit lalu berjalan ke arah rak tersebut dengan langkah hati-hati.


Gadis belia nan cantik rupawan itu lalu segera memilih sepasang sepatu warna merah berhiaskan batu permata zamrud di atasnya dengan hak tinggi untuk menghias kedua kakinya yang putih bening serta cantik dipandang mata.

__ADS_1


__ADS_2