
" Dan yang berdiri disebelah kiri saya, Viandra Nuhril Rahma, dia kakak saya merangkap asisten pribadi saya " Kulihat kak Andra membungkuk sebagai penghormatan
Benar-benar kejutan yang hebat . Mereka bersaudara ?.
Kak Andra tersenyum melihat ku, mungkin dia tau keterkejutanku dan rasa penasaran yang menderah pikiranku saat ini
" Sekian perkenalan kami, jika ada yang perlu ditanyakan saya persilakan " Lanjut Pak AL
Al nama itu terngiang ditelingaku, hari ini dia pamit katanya sibuk . Hingga siang ini pun dia belum menghubungiku.
" Kebiasaan bengong kamu Yan." Raga menyikut lenganku
" Lagi mikir gue Ga, banyak kebetulan-kebetulan tak terduga begini. Jujur aku bingung "
" Nih pegangan lengan Gue kalau bingung." Dasar kupret ejekku
...****************...
" Yan, dipanggil ke kantor sekarang ya!!." Suara Mbk Mei mengintrupsi
Ha,, ada apa ini belum apa-apa aku dah dipanggil aja.
Laporan sudah, apa lagi yang harus aku sampaikan didalam nanti.
" Permisi, siang pak." Setelah ku ketuk pintu dan masuk, hanya untuk sekedar mengurangi rasa gugupku.
"Duduk dulu Yan"
"Makasih kak, eh maaf Pak" Kak Andra tersenyum
"Panggil aja senyamannya Yan, gak usah sungkan "
" Ini kan kantor Pak, harus tertib" Candaku
" Ok lah, sepertinya aku harus pergi dulu. Laper bikin ngantuk,bikin kopi kayakny enak" Lenggangnya sambil berlalu
Lah ini gimana ? kok kak Andra pergi. Terus aku ngapain disini.
" Mari silakan duduk"
" Makasih pak"
" Boleh tidak memanggil Pak?"
" Kan, masih jam kantor Pak"
AL hanya tersenyum menanggapi pernyataanku . Dia ini kenapa? ada yg salah kah denganku hingga aku harus berada disini siang ini. Di ruang yang hanya ada aku dan Pak Al.
Tak ada pembicaraan, aku hanya disuruh duduk diam tanpa pekerjaan.
Berada di satu ruangan,tanpa suara. Kami seperti benda mati yang bernyawa..
__ADS_1
" Haruskah aku bertanya?, jika berdiam begini aku bisa bosan"
" Maaf Pak, sebenarnya saya disuruh menghadap ada apa ya Pak?. Ku beranikan diri bertanya, karna bosan sudah mulai datang.
" Aduh , maaf saya lupa tadi ada kamu" Entahlah canda atau beneran tapi aku kesal .
" Bapak becanda ya? saya sebesar ini pun tak terlihat? astaga Pak" Manyunku, entahlah kenapa aku punya keberanian buat menjawabnya
" Maaf saya terlalu fokus kayakny"
" Tak terlihat,seperti bayangan saja saya. Nampak tapi tak nyata, ada ta pi bagai tak ada"
" Haahahaaaa, astaga maaf. Maaf beneran tadi saya terlalu fokus. Kamu juga kenapa gak bersuara sih? "
" La si Bapak mala nyalahin saya, mana berani saya."
" Sudah selesai, ayo" Ha, apa-apaan ini si boss.
Bagai orang bodo aku berjalan mengekor, bahkan bisa dibilang sembunyi berdiri dibelakangnya aku tak terlihat .
Aku bukan model, bukan juga cewek yang memiliki paras rupawan. Aku mala cenderung tomboy dan urakan, tapi aku tidak nakal!! note ya
Aku anak dari seorang buruh perkebunan, hanya bekerja di waktu-waktu tertentu saja.
Aku anak pertama dari 3 bersaudara, semua yang aku lakukan harus baik. Itu yang aku selalu tanam dalam hati, aku tidak mau menjadi contoh yang tidak baik buat mereka.
Bruuk...
" Bapak kalau berhenti kasih aba-aba dong "
" Hahahhh, ternyata bener ya kamu suka melamun. Saya kasih aba-aba pun kamu gak akan melihatnya, karena pikiranmu lagi gak disini "
" Udah ayo,saya lapar. Kebetulan tadi saya gak sempat sarapan "
Eh, apaan ini. Pak AL berbalik mengandeng tanganku, melewati ruang kerjaku . Yakin pasti ada gosip nanti. Tapi kenapa aku jadi bodo begini tak berfikir untuk melepas genggamannya, jujur nyaman aku rasakan.
" Maaf Pak, tangan saya "
" Biar kamu gak lelet jalannya, juga biar gak kejedot lagi nanti. " Aku membuang muka sambil manyun, berpura-pura kesal tapi sebenarnya suka ahahahh munafik ya . Oupss
Berjalan beriringan, dengan tangan digandeng boss mimpi apa aku. Tapi kesempatan tak akan datang dua kali bukan?setan jahat dihatiku mulai berceloteh ria. Membuat aku melupakan AL kekasih bayanganku untuk sementara waktu ." AL maaf kan aku", batinku melirih
" Mau kemana kita Pak?"
" Suatu tempat, kamu pasti suka"
" Bukannya mau makan siang ya Pak? " Bingung juga sih ngikutin nih si boss.
" Duduk di depan, aku bukan sopir ya"
Du elah ini boss, cakep tapi bawel minta ampun dah. Ribet banget dari tadi, gak jelas lagi mau kemana
__ADS_1
Mobil berhenti disebuah rumah makan sederhana tapi elegant. Saat masuk suasana astri sungguh kerasa, sejuk dan indah karena di kanan kiri sepanjang jalan tanaman bunga berbagai jenis berjajar rapi. Memanjakan mata yang memandang.
Kami terus berjalan masuk, ternyata rumah makan ini bukan benar-benar rumah makan sederhana. Didalam masih terdapat halaman luas dengan balai bengong diatas kolam ikan mas. Kanan kiri balai masih dipenuhi tanaman bunga.
" Senang?. Aku mengangguk sebagai tanda jawabanku.
" Ayo duduk sana" Lanjutny sambil kembali menggandeng ku menuju balai bengong yang ada di ujung paling pojok.
Ada 6 balai yang ada di halaman belakang ini. Balai hanya cukup ditempati empat sampai lima orang . Hanya ada 1 balai paling besar yaitu balai satu, yang letakny paling depan tadi.
" Duduk lah," Aku duduk agak jauh darinya, walau balai ini kecil tapi setidaknya aku masih bisa jaga jarak dengan boss ganteng ku.
" Napa menjauh sih, sini duduk sebelah saya!! ." Eh beneran ini boss tadi kesambet dimana sih, aneh aja tingkahny
" Aku ada sesuatu yang mau diobrolin sama kamu , makanya segaja ajak kamu kesini.
" Aku tau kamu pasti merasa aneh dari tadi kan?, napa diem aja? kenapa gk bertanya saja? "
" Emang Bapak mau menjawab kalau saya tanya? "
" Jangan panggil bapak lagi setelah ini ya, panggil nama aja ."
" Mana boleh begitu Pak " Elak ku, apa kata teman-teman nanti kalau aku hanya panggil nama saja.
" Makan dulu nanti kita lanjutkan ya "
" Nih, bukalah ." Dia menyodorkan Handphone nya padaku, aku bingung tapi tak urung aku terima benda itu.
" Buka lah " Ulangny
Ku usap layar dan muncullah, kenapa jadi wajahku yang ada di layar. Aku menoleh tak mengerti meminta penjelasn dengan bahasa mata . Pak Al hanya tersenyum
" Lakukan panggilan di nomer satu "
Ku ikuti petunjukny nomer satu, tersayang. Kembali aku menoleh dia mengangguk sembari meminum air mineral.
Tersayang calling..
Pergi jauh titipkan perih sedikitpun peduli..
Handphone ku berdering. Buru-buru aku taruh handfonenya,
AL calling....
Aku tercenung tak percaya, ini hanya kebetulan kan. Dia bukan AL kekasih bayanganku selama ini.
Dua benda itu terhubung, aku hanya diam tak percaya. Sampai dering berakhir dan kedua benda redup kembali
" Ini aku yank. AL kamu ."
mohon dukungan genk's. Like komen dan rate ya thanks
__ADS_1
love you all