
Ku hempaskan tubuhku, lelah sungguh sangat lelah. Hati dan jiwaku lelah sangat hari ini, andai aku mampu tak ingin ini terjadi lagi. Tapi apakah itu mungkin?
Aku harus kuat karna ini baru dimulai, hari ini aku boleh syok tapi aku harus bangkit mulai besok. Tekat ku dalam hati, aku gk boleh lemah.
Ternyata AL sangat perhatian, dia tau kalau aku tidak akan langsung menyentuh makanan yang dia pesankan.
makanya dia pesan makanan yang terpisah. Ada 4 box makanan yang dia kirim
Ku pejamkan mataku, mencoba mengusir gunda dijiwaku. Kenangan 2 tahun lalu membuat aku pilu.
"Pokoknya budhe gak setuju kamu sama dia Yan, cari orang lain aja ! ." Teriak budhe ditengah ruang rumah Nenek.
"Tapi kenapa Budhe? kasih Yana alasan yang jelas agar bisa mengerti." Bantahku sambil terisak.
"Pokoknya sekali tidak ya tidak, cari lain asal jangan dia itu."
Enak aja Budhe bicara, dikira nyari pacar dan menjalani hubungan lalu berkomitmen itu muda. Sangat sulit, membangun kasih sayang harus menyatukan rasa dua hati. Membangun rasa saling membutuhkan dan melengkapi. Yang lebih sulit, mempertahankan hubungan yang sudah terjalin.
Semua keluarga terdiam, tak ada yang bersuara. Setidakny untuk menenangkanku pun tak ada yang bergeming. Mereka semua membisu, ya Budhe orang yang paling berkuasa di keluarga kami. Budhe penopang kami semua, tak seorangpun berani membantah Dia.
Menangis, hanya itu yang bisa aku lakukan. Menerima kenyataan dan keadaanku, membuat aku tersadar kalau aku ini lemah.
"Kita pisah aja sementara, tunggu sampai ada titik terang antara keluarga kita." Putus Rio malam itu.
Malam penghancuran hatiku, malam kesengsaraan jiaku. Lara ini menyiksa hingga ke relung hati, membawa luka yang menyayat jiwa. Sakit
Aku Ryana Eka Lestari, setelah lulus SMK bekerja di sebuah Hotel &Resto didaerah tempat tinggalku.
Tak banyak gaji yang ku dapat, karna aku hanyalah Cook Halper
Tapi aku bahagia dengan pekerjaan itu. Tanpa aku tau pekerjaan itulah akar permasalahanku .
Aku kecewa, terluka. Ingin berteriak sekuat tenaga tapi aku tak mampu. Hanya pertanyaan kenapa? kenapa semua tak adil bagiku.
Aku pergi dari tanah kelahiranku, membawa luka dan perih. Meninggalkan kenangan ku dan meninggalkan Rio.
Aku harus bangkit.
...****************...
Kubuka mata, kenangan itu membuat aku kembali rapuh. Teringat jelas bagaimana Kak Nia mengatakan kalau pekerjaan yang aku lakukan waktu itu HARAM.
Menurut pandangan orang-orang, pekerja hotel identik dengan kehidupan malam. Mereka hanya menghakimi tanpa mau berempati.
Jangankan untuk meluruskan benang kusut dipemikiran mereka. Untuk membela diri pun aku tak mampu .
"Kenapa semuanya kembali lagi, bukannya 2 tahun ini sudah lupa? kenapa ingat lagi?." Ku usap air mata, lagi aku menangis
Pergi jauh, titipkan perih.
"Hallo".
"Yank, gimana keadaanmu? dah baikan?."
"Udah lumayan ini, kan cuma pusing aja. Jangan berlebihan AL."
__ADS_1
"Pusing juga sakit yank, istirahat ya ! Nanti malam aku telfon lagi. Udah makan kan yank? jangan bilang belum yank !."
Aku tersenyum, dia ini bertanya tapi dijawab sendiri. Lucu
"Ini baru bangun juga mau makan, lapar."
"Astaga jadi bener belum makan?".
"Belum".
"Nakal sekali kamu ya ! , ya sudah makan dulu yank. Jangan nunda lagi ! . Nanti mala sakit perut mu."
"Siap boss."
Dia kekasih bayanganku, yang menemani hari-hari sepi ku sebulan terakhir.
Dia yang hanya aku tau namanya AL, untuk yang lainnya aku tak tau. Untuk bertanya pun aku tak mampu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cintaku Terbelengguh Waktu
"Bisa sakit juga lue ya Yan." Ejek Sara pagi ini.
"Dikata aku robot apa gak bisa sakit, robot aja perlu onderdil kok ."
Sahutku sambil melambaikan tangan menyapa yang lain, dan berlalu menuju ruanganku.
Eh, aku gk salah masuk kan ya? aku kembali keluar pintu mengamati ruangan kerja ku.
Kejutan lagi pagi ini aku dapatkan
"Kita pindah ruangan depan sana Yan." Raga datang merangkul pundakku. membawa ku keruangan yang berada tepat di depan ruangan boos.
Apa lagi ini?, kupijit pelipis ku yang tak sakit. Harus aku hadapi , harus kuat gak boleh lemah lagi. Semangatku pada diri sendiri.
Ruangan itu hanya bersekat dinding kaca transparan, kami yang diluar tak mampu melihat apapun yang terjadi di dalam sana, kecuali mereka yang di dalam bebas melihat segala tingkah laku kita.
"Rio kau mau kembali mengusik ketenangan ku." Pekikku dalam hati.
"Nah ini meja lue Yan."
"Napa jadi aku didepan gini Ga?."
"Mana aku tau, tadi pagi datang udah diatur begini kok."
Astaga tolong, langsung menghadap ruangan Rio. Huuu, jengkel itu yang aku rasakan sekarang.
Lagi dan lagi Rio menjebakku.
Ting....
"Yank, hari ini agak sibuk ya. Ada rapat penting nanti. Kemungkinan gak bisa hubungi kamu dulu ya yank, janji setelah beres segera call kamu nanti."
"Bukannya keluar kota ya hari ini Al"?.
__ADS_1
"Kan tidak jadi sayankku, udah ada Vian yang gantiin aku."
"Sudah dulu ya sayank, aku lanjut kerja dulu. Semangat ya hari ini, jangan lupa makan ya. Sayank kamu yank".
"Kamu juga, semangat ya."
Semangat dari mana, pagi-pagi dah dibikin spicless begini aku mana bisa semangat coba.
"Yan, gimana si fans gelapmu, masih sering hubungi?" Kepo Raga kambuh
"Masih, nih baru selesai chat. Napa Ga?."
"Cemburu gue Yan."
"Model kayak kamu bisa cemburu Ga?." Raga hanya memalingkan muka.
Buaahahhaahhhhh
"Gak lucu tau Ga, gak pantes kamu drama gitu. Kaya cewek aja." Ledekku
"Kalau aku serius gimana?."
"Salah minum ya kamu tadi pagi? gak lucu tau Ga sumpah".
"Gue dah putus ama Cantika Yan."
"Dua hari yang lalu, gue sadar selama ini gak ada perasaan ama dia. Gue dah coba jalani tapi hasilnya tetap sama. Gue gak bisa mencintai dia".
"Stop Ga, beneran deh candaan lue gak lucu tau."
Hardikku
"Siapa juga yang canda Yan, elah serius gue juga."
Kupandangi Raga berharap kebohongan muncul dimatanya.
Tapi nihil, tak ada satu pun tanda-tanda itu.
Tak percaya itu yang aku rasakan, mereka gak pernah ada masalah serius selama ini. Pasangan yang perfek menurutku.
"Ga, kamu serius ini?."
"Iya, serius gue Yan. Dua hari lalu kami akhiri semuanya, tapi tenang aja, kami masih berteman kok".
Mana ada ! berteman dengan mantan. Ish, itu sakit tau. Apalagi kalau masih ada tersimpan rasa, pasti membutuhkan kekuatan extra untuk mengatur hati.
"Kenapa Ga? perasaan kalian baik-baik aja selama ini?." Bener aku tak percaya
"Gue, mencintai orang lain Yan. Dan bukan Cantika orangnya."
Kenapa, kenapa sesuatu yang berhubungan dengan perasaan itu sangat rumit untuk difahami.
Maju mundur cantik ya genk's....
__ADS_1
Mohon dukungannya like ,komen dan rate ya .love you all