Andai Kau Tau Rasaku

Andai Kau Tau Rasaku
Kemelut


__ADS_3

Cinta itu datang tidak mengenal waktu, tidak juga mengindahkan tempat diamanapun, kapanpun dan siapapun. Terkadang cinta datang diwaktu yang sangat tidak tepat mala.


Pov Lidya


Malam itu aku mengikuti ayah keacara makan-makan, bertemu dengan teman sekolahnya dulu. Sudah sering aku bertemu dengan Om Rahma begitu aku biasa memanggilnya, tapi aku sangat penasaran dengan anak Beliau. Ada yang bilang anaknya ganteng karna dulu almarhum ibunya seorang yang sangat cantik masih keturunan bule tapi jauh, gimana cara nyebutnya ya? pokoknya istri Om Rahma punya dara bule dari neneknya.


Malam itu aku senang sekali karna ayah bilang Om Rahma mau datang bersama anaknya. Malam itu aku berdandan lumayan lebih dari biasanya, kali ini aku ingin tampil secantik mungkin.


Ayah bilang, kalau aku bisa mendapatkan hati anak Om Rahma maka hidupku akan terjamin sampai anak cucu.


Jam 19.30 ayah dan aku pergi ke resto tempat yang sudah dijanjikan sebagai tempat bertemu, kami sengaja berangkat lebih awal agar bisa memilih tempat aman untuk bercerita nanti. Kebetulan memang kami tidak melakukan reservasi terlebih dulu karna takut Om Rahma ada urusan mendadak makhlum saja Beliau kan orang sibuk.


Waktu yang dinanti pun tiba, Om Rahma datang tapi sungguh aku kecewa. Ternyata beliau tidak datang bersama anaknya tetapi anak angkatnya, cakep memang tapi buat apa kalau cuma anak pungut. Kesal rasanya hati ini tapi tidak ada yang bisa aku perbuat selain melanjutkan rencana awal dan bersikap semanis mungkin untuk menarik perhatian Om Rahma.


" Wah ini dia gadis cilik mu Yo, sudah tumbuh jadi gadis cantik." Puji Om Rahma


" Om bisa saja, saya kan jadi malu om." Tutur ku sambil tersipu.


Huu, lihatlah sianak pungut tidak sekalipun melihatku, jangankan menatap melirik pun tidak. Dasar sok dia itu.


" Vin, gimana kabar kamu?" Ayah bertanya lebih dulu


" Alhamdulillah, saya baik Om"


" Kalian sudah kenal ternyata ya? belum juga saya kenalkan". Gelak Om Rahma


" Kami sudah pernah bertemu beberapa kali Yah, Om Tyo juga pernah datang kecabang dua untuk acara ceremoni waktu itu. Di sana kami ngobrol lama."


" Wah bagus kalau begitu, nah kalau yang cantik itu pasti belum kenal Vin."


" Oh ya Lidya ini kenalkan, anak Om. Kalau nama kalian kenalan sendiri aja, masa iya mau dikenalin juga"


Kelakar Om Rahma sembari tergelak.


°°°°°


VIANDRA POV


" Astaga ini cewek apa ondel-ondel sih menor amat dandannya."


Aku hanya melirik sekilas cewek di depanku, ngeri satu kata yang pertama kali muncul dan manja kata kedua yang melintas diotakku


Andai saja gadis kecilku yang disini, mungkin aku akan bersemangat. Tapi pasti dia sedang menanti pesan dari AL, huu AL kenapa kamu pulang terlalu cepat sih.


Ayah jangan bilang ayah punya ide buat jodohin aku sama ondel-ondel ini, aish pasti merepotkan nanti.


°°°°


" Sayank"

__ADS_1


" Ehmm, bentar dikit lagi"


" Yank"


" Iya bentar, dikit lagi selesai"


" Eh" Aku terkejut saat tiba-tiba kursi tempatku duduk berputar balik.


" Ehmmmpmh" Ingin aku teriak karna terkejut tapi terlambat AL sudah membekap mulutku hingga aku tak bisa lagi mengeluarkan kata-kata.


" Selalu tiba-tiba kalau aku jantungan gimana". Protes hatiku walau jujur aku menikmatinya


" emmhh" Ku pukul-pukul pundaknya yang menghimpit gerakku, sungguh aku aku kesusahan bernafas


" huff, huuff AL kamu ini benar-benar mau membunuhku."


" Lain kali kalau diajak bicara liat lawan bicaranya, jangan diabaikan. Gak sopan!!."


AL berucap tanpa berpindah tempat, masih mengungkungku di balik ke dua tangannya yang berpegangan pada sisi-sisi kursi yang aku tempati.


" Iya maaf, gak diulangi lagi nanti. Bisa-bisa aku pingsan karna gak bisa nafas jika kamu lakukan begitu lagi AL" Cemberutku.


" Tapi suka kan? buktinya kamu menikmati"


" Apaan?" Aku tersipu malu, karna AL bisa membaca kata hatiku


" Ciumanku, kamu menikmatinya."


" Tidak ada"


" Dasar pemaksa" Aku mendorongnya untuk menjauh tapi semakin aku mendorong AL mala mendekat dan nyaris membuat aku tak terlihat karna tertutup olehnya.


" Ok ok maaf ya, aku mengaku kalah. Jadi bisa kan melepaskanku sekarang?" Aku memasang wajah memelas


" Cium aku!"


" Ha, AL jangan becanda lagi. Ayolah".


" Aku serius." Astaga dia ini, apa tidak nyadar lagi ditempat umum, tapi sayangnya aku tidak bisa menengok kanan kiri karna tertutup tubuhnya, sementara dua lengannya masih mengunci gerakku disisi kanan dan kiri


Dengan cepat aku kecup ke dua pipinya, astaga malunya. Apa kata Raga dan Suci nanti, pasti aku dibulli habis-habisan


" Sudahkan? sekarang minggir dulu. Biar aku selesaiin kerjaan ku, hanya tinggal sedikit lagi selesai."


Aku berkata cepat sebelum AL protes sambil mendorongnya menjauh, hingga aku bisa keluar dari kurungannya.


"Aku terkejut saat dia benar-benar menciumku, selama ini hanya aku yang memulai dan terkesan memaksanya. Yank apakah itu tandanya rasa kita telah sama? walau hanya dipipi tapi aku bahagia." Batin AL melirih


" Ada apa? bentar lagi selesai ini tinggal masukin total keseluruhan saja." Jelasku saat melihat AL masih berdiri di belakang kursiku

__ADS_1


" Selesai." Aku mematikan komputerku setelah menyimpan semua data yang baru selesai aku kerjakan.


" Sudah ayo, mau makan siang kan?"


" Tadinya aku mau mengajakmu ke suatu tempat tapi kayaknya gak jadi deh, waktunya kurang tepat."


" Kemana sih, suka sekali deh bikin aku penasaran."


" Kerumah ku."


" Ha, ngapain AL. Jangan becanda kamu."


" Haaaha, senang sekali menggodamu yank. Wajahmu lucu kalau sedang panik."


°°°°


Ruangan Avindra


" Semua laporan ini sudah di cek kebenarannya?"


" Sudah pak, kami sudah mengeceknya langsung ke Rumah Sakit yang tertera dialamat yang Bapak beri waktu itu".


" Hasilnya?"


" Kami belum berani membukanya Pak."


" Baiklah terima kasih, kalian boleh pergi."


Ku pandangi map coklat diatas meja, miris itu yang aku rasakan. Tidak pernah ku berfikir untuk melakukan ini.


" Lidya, huuf. Andai saja kamu tidak jadi bagian dariku sekarang aku tidak akan melakukan ini. Pasti ini akan melukai hatimu."


Aku bingung harus memulainya tapi ini harus dicegah lebih dulu dari pada menjadi duri dikemudian hari. Laporan demi laporan yang aku terima tiap hari memaksaku untuk melakukan tindakan yang tak pernah aku lakukan sebelumnya.


Rencana yang sempurna tapi penuh kelicikan sampai kapanpun akan terbongkar juga . Aku menghela nafas, mencoba berfikir bagaimana mengungkap semua dihadapan Lidya.


Aku memang tidak mencintainya, sifatnya dan kelakuannya, tapi setelah melihat fakta ini aku mala ingin melindunginya.


" Bersiaplah setengah jam lagi aku jemput."


"..."


" Hem, tidak apa-apa. Ingat gak perlu dandan heboh kita hanya akan jalan sebentar. Baiklah aku tutup sampai ketemu nanti ."


" ***Bulan depan kita menikah"...


TBC genk's


Mohon dukungannya

__ADS_1


°like , komen , rate dan favorit


° terima kasih banyak & love you all***


__ADS_2