
Rahma pov
" Tolong Aku Rahma, Aku tidak tau harus meminta tolong pada siapa lagi." Mira
Mira adalah Mama kandung Rio istri dari mendiang Rudi teman Pak Rahma bekerja sebagai sales dulu. Rudi meninggal dalam kecelakaan 1 bulan lalu dan kebetulan pada saat itu Mira belum mendapat tanda-tanda kehamilan, namun pada 2 minggu setelah kepargian Rudi Mira mengetahui kehamilannya.
" Aku harus bagaimana Mir? Kamu tau Aku punya istri dan anak yang harus Aku jaga. Tidak mungkin Aku menghianati mereka Mir." Rahma muda
" Aku tidak minta Kamu menikahiku Rahma, Aku hanya minta tolong Kamu menjaga anakku nanti kalau dia lahir." Mira
" Kalau hanya mengakuinya Aku bisa Mir tapi bagaimana dengan tanggapan orang-orang nantinya. Anakku juga masih kecil dan Aku tidak mungkin mengecewakan mereka."
" Mereka jauh disana Rahma, tidak akan tau. Nanti kalau sudah tepat waktunya Kamu bisa menceritakan yang sebenarnya pada mereka." Mira
Rahma muda terdiam, Dia sebenarnya bingung harus bagaimana. Satu sisi ada keluarganya dan disisi lain Rahma mempunyai hutang budi kepada mendiang Rudi.
" Rahma tolonglah, masa Kamu tega melihat anak ini tanpa Ayah?." Mira
" Baikalah Aku akan mengakui anak ini, tapi hanya Anakmu saja Mir. Karna Aku tidak mau menghianati Yona, Kamu tau Aku sangat mencintainya."
" Iya Aku faham, itu sudah cukup buatku Rahma. Asal anakku nanti hidup mempunyai Ayah." Mira
Tanpa mereka sadari Serli mendengar sebagian obrolan mereka. Serli dengan segera memberi tau beberapa warga hingga menundang ketua RT setempat untuk hadir.
Pak Rahma dengan terpaksa menyetujui kesepakatan untuk menikahi Mira secara sirih hanya demi meredam semua gosip buruk yang terjadi.
__ADS_1
Namun tanpa Pak Rahma sadari keputusan yang diambilnya menimbulkan bencana yang besar pada kehidupan rumah tangganya sendiri. Yona datang pada hari dimana Pak Rahma mengucapkan ijab qobul, tanpa ada yang menyadari kehadirannya membuat Yona leluasa untuk pergi menjauh seolah tak tau ada kejadian besar yang dilakoni suaminya.
Dengan hati penuh luka tak kentara Yona pulang kembali ke rumahnya dan mengatakan bahwa Pak Rahma sedang tidak ada ditempat karna lagi pergi meninjau tempat usahanya didaerah lain. Keluarga tidak menyadari bahkan tidak pernah kepikiran daerah yang disebut Yona waktu itu tidak pernah ada.
Pak Rahma sendiri pun tidak menyadari kehadiran Yona namun Dia sempat merasakan kehadiran sang istri. Sampai pada beberapa hari berikutnya Pak Rahma mendapat kabar buruk tentang kepergian mendadak sang istri tercinta.
Bagai pukulan telak Pak Rahma sempat kehilangan arah dan pegangan, Beliau sempat terjatuh pada titik terlemahnya namun kehadiran AL membuatnya kembali bangkit. Untuk Mira sendiri Dia adalah teman Yona dalam berbagi, dalam beberapa kesempatan mereka saling bercerita dan bercengkrama bahkan diwaktu awal Yona datang dan menginap dirumahnya dan Rudi mereka sangat akrab dan dekat.
Mira berhasil menjelaskan situasi sebenarnya pada ketua RT dan para tetua dikampungnya bahwa sanya Rahma bukanlah Ayah kandung dari anak yang dikandungnya. Semua kesalah fahaman dengan keluarga teratasi namun tidak dengan kekecewaan dan keterpurukan akan kepergian Yona.
Dalam masa keterpurukan Rahma muda hanya mengurung diri dirumah pribadinya. Bagaimana dengan AL? Al kecil selama beberapa waktu tinggal bersama kakek neneknya diapartement yang sekarang menjadi apartement pribadinya tanpa orang tau kecuali Viandra tentunya. Karna hanya Vin yang AL mau temui, mungkin karna Vin sudah menjadi temannya sejak kecil dan menjadi Kakak angkatnya dalam beberapa tahun terakhir membuat AL hanya nyaman berteman dengan Vin.
Kehadiran Vin membantu menjaga kesetabilan kejiwaan AL yang terguncang. AL kecil yang belum sepenuhnya sadar akan kepergian sang Mama untuk selamanya membuat Dia menjadi pribadi yang tertutup dan dingin.
Tahun- tahun berlalu membuat kedekatan AL dan Vin menjadi lebih erat dan saling terikat, AL dewasa tumbuh dengan rasa dendam dan kesal pada Ayahnya sendiri yang terpendam. Namun Vin berhasil membawa AL menjadi pribadi yang bisa berfikir rasional hingga terbentuklah AL yang super tegas, perfek dingin tak tersentuh, juga menjadi pribadi yang super misterius.
°°°
Pak Rahma menghapus butiran air mata yang mengalir disela pipinya tanpa malu dihadapan kedua putra kesayangannya.
" AL, pertanyaan mu tadi sudah Ayah jawab dengan cerita masa lalu yang Ayah alami nak. Apa masih ada hal lain lagi yang Kamu ingin tau selain kebenaran tentang Rio dan penghianatan Ayah pada Mama. Ayah tidak pernah menduakan Mamamu Nak, bagi Ayah tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikan posisi Mama dihati Ayah sampai kapanpun."
" Mengenai Rio, Ayah minta tolong Kalian menganggapnya bagian dari keluarga Kita juga. Kasihan anak itu sejak berada dalam kandungan Mamanya Dia sudah kehilangan Ayah kandungnya dan diumurnya yang ke sepuluh tahun Mamanya juga meninggalkannya. Sampai saat ini Rio belum mengetahui kebenaran dirinya."
Pak Rahma kembali menarik nafas dalam, Beliau tak henti meneteskan air mata. Vin dan AL akhirnya mendekat bersamaan dan memeluk tubuh lelaki paruh baya yang sangat mereka sayangi.
__ADS_1
" Ayah maafin AL, selama ini AL menyimpan marah dan mungkin dendam pada Ayah selama ini. Maafin AL yang tidak mempercayai Ayah waktu itu, maafin juga karna AL tidak bisa mencegah Mama meminum cairan itu. AL yang bersalah Ayah." AL menagis sambil memeluk erat Ayahnya
Pak Rahma membalas pelukan putranya sambil menepuk-nepuk pundaknya sayang. Dia tau selama ini putranya menjauh karna tidak mau kehilangan kontrol diri.
" Nak sudah saatnya juga Kamu tau semua sekarang, Mama tidak meninggal karna bunuh diri seperti yang Kamu tau. Mama meninggal karna serangan jantung." Pak Rahma kembali membuka kisah lamanya
" Tapi Ayah AL sendiri yang waktu itu memberikan minuman pada Mama sebelum Mama meninggal." AL masih bersikukuh dengan keyakinannya.
" Nak, sebenarnya sudah lama Ayah mau menceritakan semua. Namun Ayah tidak mempunyai keberanian untuk itu, Ayah tau Kamu membenci Ayah selama ini. Tapi Ayah memakhlumi semuanya Nak, karna semua memang kesalahan Ayah. Tidak pantas Ayah dimaafkan."
Pak Rahma menangis terseduh dalam pelukan anak semata wayangnya. Al sendiri pun tak kuasa menahan tangisnya, Dia merasa sangat bersalah karna selama bertahun-tahun menyimpan dendam pada Ayahnya sendiri tanpa mau tau kisah sebenarnya. Keegoisan dan amarah membuatnya menjauh dari orang tua yang menyayanginya tanpa dia sadar.
Beruntung ada Viandra yang selalu memberi pengarahan dan mendampinginya selama ini, hingga AL berhasil keluar dari balutan amarah dan niat membalas Ayahnya.
" Ayah maafin AL, maafin AL Ayah."
" Ayah sayang Kalian berdua, terima kasih Vin. Terima kasih karna Kamu telah membantu Ayah menjaga AL selama ini. Ayah berhutang banyak padamu Nak." Rahma merangkul Vin kembali kepelukannya Dia sadar pengaruh Vin sangat besar untuk keluarganya.
°°°°°
☆ ***Seberapa besar pun kesalahan dalam keluarga, mereka adalah tetap bagian dari kita.
TBC Genk's
° Mohon dukungannya like komen rate☆5 dan favourite
__ADS_1
° Makasih & love you all***