
Kemarin ternyata Pak Reza tidak datang ke hotel. Jadi segala urusan harus ditunda dan dikerjakan hari ini . Ada kesel di hati karna rencana yang telah diatur sedemikian rupa berubah jadi berantakan .
Niat hati ingin mendapatkan waktu santai buat liburan tak jadi sudah.
"Napa kamu manyun Yan." Ledek Kak Andra pagi ini
"Sudah tau Saya lagi kesel , napa kakak mala ngeledek ." Sewot ku
"Akan banyak waktu nanti buat jalan-jalan, sekarang waktunya kita kerja ."
Kak Andra melangkah meninggalkan kamar yang khusus disediakan buat kami.
Jangn berfikir kami tinggal dalam satu kamar ya hahahah
Kami difasilitasi kamar di jajaran kamar kelas tulip, bisa dibilang ini kamar dengan harga kelas nomer tiga atau empat ya. Aku belum hafal kelasnya setahuku ada kelas melati, bugenville, kamboja , kenanga dan tulip sendiri.
Dalam beberapa kelas itu terdiri dari masing-masing sepuluh kamar. Ada kamar yang singgel bed dan doubel bed, kecuali kelas mawar .
Kelas mawar lebih ke petakan-petakan kamar layaknya kost kosant, seperti tempat tinggalku selama ini.
"Kak , andai hari ini Reza juga tidak bisa hadir . Gimana kak ?"
"Lakukan rapat darurat."
Aku hanya mengangguk kan kepala tanda mengerti. Sambil menyantap nasi goreng yang menjadi menu sarapan khusus hari ini.
......................
Siang hari kami memulai rapat singkat untuk membahas masalah timpang yang ditemukan dalam laporan
Setelah kedatangan Reza, Kak Andra tidak lagi mengulur waktu.
Rapat singkat hanya dihadiri lima orang. Saya, Kak Andra, Reza, Mas Eksan dan Mbak Iin .
Setelah diteliti ternyata kesalahan terdapat pada analisis akhir laporan, dimana seharusnya nota pembelian itu masuk map laporan per tiga bulan tapi mala ikut masuk laporan mingguan .
Jam tiga sore kami sudahi rapat yang ditandai selesainya revisi laporan mingguan yang dikerjakan Mbak Iin.
Seneng ? tentu saja jangan ditanya lagi. Hari akhir kunjungan kerja masih menyisakan cukup waktu hanya sekedar untuk jalan-jalan berbelanja.
"Kak, em kita kembali nanti malam atau besok?"
"Masih ada yang mau dikerjakan lagi?" Bukannya menjawab Kak Andra malah balik bertanya.
"Mau jalan-jalan aja sih, paling beli oleh-oleh buat teman-teman di kantor besok"
"Mau kakak anter ?"
__ADS_1
"Kak Andra gak ada rencana emang ? "
"Kagak ada, jadi udah bisa bebas " Jawabnya masih sambil menikmati kentang goreng sebagai cemilan sore kami.
"Jam 5 nanti kita jalan ya, kakak mau tidur bentar. Kepala berat sekali " Aku mengangguk mengiyakan .
Sepeninggal Kak Andra , aku kembali berjalan ke kantor hotel . Tujuanku untuk menyapa teman-teman dan bercengkrama dengan mereka menunggu sambil menunggu waktu.
Masih satu jam lagi, sabar batinku
...****************...
Sore hari sesuai kesepakataan ku dengan Kak Andra , kami pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di kota. Lumayan jarak yang harus kami tempuh.
"Jangan kalap Yan, ingat beli yang diperlukan dan secukupnya saja. Aku gk mau berubah provesi jadi tukang angkut barang ya !."
Aku hanya mengacungkan jempol sebagai jawaban dan segera berjalan mencari tempat oleh-oleh buat teman-temanku.
"Yan, kamu Yana kan ?."
Aku menoleh ke sumber suara yang memanggil ku, Wajah itu, wajah yang paling aku benci 2 tahun lalu. Wajah yang mengacak-acak harga diriku, wajah yang menghina pekerjaanku sebagai cook halper saat itu, wajah yang membuat aku muak dan memilih pergi menjauh
"Hey, kamu beneran Yana kan ya ?."
"Apa kabar ?." Dia mengulurkan tangan, sedari tadi aku hanya memandangnya tak sedikit pun kata keluar dari mulutku.
"Kita bisa ngobrol bentar ya, kangen lo Yan. Lama ya kita gk ketemu? ."
Walau aku akui sudah tidak ada lagi rasa benci, tapi jujur sakit saat ingat penghinaan masih terasa perih .
Dia Kak Nina, kakaknya Rio. Dia juga yg orang pertama yang menghinaku, menghina pekerjaanku sebagai cook halper karna tempat ku bekerja jadi satu dengan hotel. Menurut orang-orang waktu itu aku dan keluargaku makan uang haram, Astaghfirullah.
*****
Disini kami sekarang berada, duduk berdua di kedai es krim . Es krim coklat kesukaan ku di padu sama rasa mocca , agak tidak nyambung karna jujur saat memesan tadi aku gak fokus . Berdoa saja perut ku nanti gak demo
"Ada apa Mbak ?" Setelah terdiam lama aku mencoba bertanya maksud dia mengajakku berbicara
"Mbak cuma mau minta maaf, karna sikap mbak yang waktu dulu ke Yana."
"Mbak ada alasan untuk itu, mau kan maafin mbak ?" Lanjutnya sambil menunduk
" Sudah berlalu mbak buat apa lagi diungkit, aku juga dah maafin semua termasuk mbak."
" Aku akan mencoba berdamai dengan waktu mbak, gak mau lagi terikat atau terkekang lagi sama masa lalu. Aku mau memulai menapak masa depan mbak, gak lagi terkungkung sesuatu yang sudah lewat ."
Aku mengucapkan semua kata di sela-sela menikmati es krim
__ADS_1
Sungguh kalau boleh memilih aku lebih suka untuk tidak lagi membahas masa lalu yang bikin mood ancur .
" Soal Rio."
" Yana sudah ketemu Rio mbak, kebetulan kami kerja dalam satu kantor. Cuma beda ruangan aja ." Potong ku cepat
" Yana juga tau kalau gitu, Rio bertunangan dengan Cantika ?.
" Yana baru tau kalau yang itu mbak ."
"Rio dan Cantika di jodohkan dari kecil, itu alasan sebenarnya kenapa kami menolak niat kalian waktu itu ."
Kaget !! Pasti tapi aku masih diam menunggu penjelasan selanjutnya .
" Kami belum bisa cerita kan semua saat itu pada kalian , karna Cantika sendiri masih kuliah di Yogyakarta. Baru bulan kemarin Cantika pulang ."
" Tapi apa hubungan dengan penghinaan pekerjaan Yana waktu itu mbak ? ."
" Waktu itu kami tidak menemukan cara untuk pisahkan kalian, jadi hanya cara itu yang kami punya ."
" Tapi mbak tidak pernah memikirkan dampaknya ke Yana bagaimana ?." Tanyaku menyelidik
"Maaf Yan, mbak terpaksa melakukan itu. Karna sungguh mbak tidak menemukan cara lain untuk memisahkan kalian ."
Mbak Nia mulai menangis, jujur aku belum mengerti dan masih bingung dengan semua keadaan dan segala hal yang serba kebetulan terjadi dalam waktu berdekatan ini.
Ingin bertanya lebih lanjut Aku sudah tak tega melihat Mbak Nia menangis hingga sesenggukan, hanya bisa menenangkan dan menyakinkan Dia kalau Aku sudah memaafkan semuanya.
" Kamu kesini sama siapa Yan, sendiri kah ?. "
"Bareng Kak Andra Mbak, tadi kami berpisah di depan . Mungkin bentar lagi kesini orangnya ."
" Pacar kamu ya Yan ? ."
" Bukan mbak, asisten boss Yana di kantor ."
Rasa penasaran kembali datang, kenapa Kak Andra tidak menghubungiku sejak tadi ?
" Ayo pulang bersama ku ! ."
Suara itu ,,,
°°°°
very late to up..sorry not good mood to day
° Mohon dukungan Like
__ADS_1
° Rate dan Komen
° Thanks and love you all