
" AL, ada Kak Andra disini"
Entah mengapa aku selalu ingin membagi hal sekecil apapun itu pada AL, walaupun kalau masala cinta aku belum bisa mengakuinya.
" AL, hallo AL."
"AL, ada apa? kamu tidak kenapa-napakan AL? kenapa tiba-tiba diam?"
" Yank, barusan kamu bilang apa? Aa Vin ada disana? di kost kamu?."
" Astaga AL kamu mengagetkanku, aku kira kamu kenapa-napa tadi. Habisnya langsung hilang begitu."
" Yank kamu belum menjawabku, Aa Vin ada ditempatmu?."
" Iya AL, Aa Vin ada di..eh AL, hallo AL." Panggilan terputus
Aku berusaha menelfon balik nomer AL tapi nihil gak diangkat . Ada apa sebenarnya dengan AL? sikapnya aneh akhir-akhir ini.
°°°°°°°
Panas sekali telingaku apa lagi hati dan otakku, rasanya mau meledak. Sungguh aku sudah tidak bisa berfikir jernih lagi, sepagi ini Aa Vin ada disana buat apa? semua pikiran jelek tiba-tiba menyergap pikiranku.
Darahku mendidih rasanya, aku bergegas turun. Ku raih kunci mobil di narkas, segera kupacu dengan kecepatan tinggi. Bodo amat sudah dengan suara klakson beberapa mobil yang hampir aku serempet, pikiranku sudah gelap yang ada dibayangan cuma queen dan queen.
Apa yang meraka lakukan semalam? apa mereka sudah manyatuhan hati dibelakangku? apa alasan queen selalu menolak mengatakan cinta karna dia masih menyimpan rasa itu untuk Aa Vin?
" Sialan!!"
Aku hanya bisa memaki dan memukul-mukul setir mobil, demi meredam segala rasa panas yang berkobar dalam dada dan otakku.
" Queen, queen, aaarrrgh"
" Sial, sial ,sial"
°°°°°°°°°
" Siapa yang nelfon sepagi ini Yan?"
" AL kak, tapi keburu mati."
" Mungkin kehabisan daya, jangan berfikir buruk dulu."
" Ngak kok Kak, cuma memang beberapa hari ini sikapnya berbeda."
" Berbeda gimana maksudnya? dia ada selingkuhan diluar?"
" Aish Kakak, bukan itu tapi sikapnya sedikit dingin aja sih."
" Kalian tidak ada masalah besar kan?."
" Ehmm gak ada sih Kak, semua baik-baik saja."
" Syukurlah kalau begitu."
Obrolan kami terhenti karna mobil AL masuk kehalaman kost, dan mengerem sampai berdecit seperti pembalap bikin orang kaget saja. Kenapa sih dia kaya orang kerasukan begitu?.
" Lo AL tadi aku telfone balik, tapi gak kamu angkat. Gak taunya kesini."
Dengan senyum mengembang aku menyambut AL berjalan ke arah mobilnya terparkir.
__ADS_1
" Lowbat sayank."
AL memelukku erat, sambil melabuhkan sebuah kecupan dikeningku. Kan aneh lagi waktu turun dari mobil tadi aku lihat auranya lagi marah atau kesal sekarang mala manja begini. Ada apa denganmu sebenarnya AL?
" ***Alhamdulillah, ternyata dugaanku salah. Mereka hanya duduk diteras, mungkin hanya pikiranku saja yang kacau. Aku benar-benar termakan cemburu, baru mendengar Aa Vin mengunjunginya saja sudah seperti ini, bagaimana kalau beneran mereka bersama."
" Aku tak akan sanggup sepertinya, huff queen kau menyiksaku dengan rasa ini. Beri aku kepastian agar aku tidak lagi menyimpan curiga padamu seperti hari ini***."
" AL, ada apa?." Masih dalam dekapannya aku bertanya karna aku bisa merasakan AL beberapa kali menarik nafas dalam .
" Gak ada apa-apa kok, huff hanya saja aku kangen kamu Yank."
" Lebay ih, masih pagi juga sudah ngegombal."
" Bukan gombal, tapi beneran."
" Iya iya percaya, ayo masuk!. Ada KAk Andra didalam. Lepasin dulu AL!." Ronta ku karna AL tak memberi ruang buatku bergerak.
AL menggandeng tanganku masuk ke teras kost, disana aku melihat Kak Andra sedang meminum kopinya.
" Aa sudah lama disini?." Pertanyaan pertama yang aku dengar keluar dari mulut AL saat kami sudah dekat kearah Kak Andra berada.
" Aku kedalam dulu ya." Pamitku
" Sudah sejak tengah malam AL, Aa malas pulang. Tapi tenang saja Aa dari semalam juga ada disini, belum kemana-mana apa lagi masuk kedalam. Aa tau kamu kemari karna curiga sama Aa kan?"
" Ya, karna aku tau Aa masih ada menyimpan rasa untukNya"
" Gak perlu lagi curiga padanya, karna Aa sudah tau bagaimana dia menganggap akak selama ini."
" Aa bertanya padanya?"
" Queen bicara sama siapa Aa?"
" Raga ditaman belakang lantai 3, Aa gk sengaja lewat disana karna mau ke lantai 4. Awalnya mau lewat samping tapi kaki Aa mengajak untuk melangkah kearah sana.Mungkin itu semua petunjuk dari Tuhan buat Aa, supaya Aa sadar kalian berdua lebih berhak untuk bahagia."
" Aa masalah pernikahan, Aa benar-benar mau dipercepat? apa tidak sebaiknya diundur Aa?"
" Tidak perlu, lebih cepat lebih baik. Aa bisa kendalikan Dia perlahan."
" Tapi apa Aa yakin dia belum mengetahui kebenarannya?."
" Aa rasa dia belum tau, nanti Aa kasih tau dia perlahan. Itupun harus menunggu waktu yang tepat."
" Ngobrolin apa kok kayaknya serius?"
" Lidya"
" Emang kenapa Lidya Kak?"
" AL, kamu belum kasih tau Yana soal ini?." Tanya Kak Andra sambil menoleh kearah AL.
" Kamu kan sudah tau sayank, kita lagi bahas soal itu."
" Oh masalah tes DNA itu ya? gimana itu Kak, apa semua informasi itu terjamin kebenarannya?"
" 90 persen akurat, yang 10 persen lagi akan Kakak cari kebenarannya setelah pesta."
" Ha, Aa gak lagi bergurau kan ? kenapa harus menunggu setelah menikah Aa? kenapa tidak sekarang saja sebelum semuanya terlambat?."
__ADS_1
" Nanti juga kalian akan tau kenapa Aa melakukan semua ini."
Aku dan AL hanya bisa saling pandang, kami tau bagaimana dilema yang dialami Kak Andra. Kata orang beberapa hari sebelum menikah itu hal yang berat, bahkan ada yang sampai dipingit segala.
" Andai kau tau Yank, kendala terbesar yang dihadapi Aa Vin adalah perasaannya padamu." Batin AL
" Ya sudah hari sudah terang juga seprtinya Kakak harus pulang sekarang." Kak Andra beranjak bersiap untuk pergi
" Eh Kak, bagaimana kalau kita sarapan bersama dulu? kan jarang-jarang kita bisa menikmati weekend bersama." Cegahku untuk menghentikan langkah Kak Andra pergi menjauh
" Kamu mau masak?"
" Boleh, kalian mau sarapan apa? biar aku buatin."
" Nasi goreng special." Jawab mereka kompak
Aku melihat AL menoleh kearah Kak Andra begitu pun sebaliknya, dilanjutkan dengan tawa renyah keduanya.
Huuf benar-benar kompak bukan?
°°°°°
" Hallo Can, ada apa? Can, bicaralah kalau kamu cuma mau menangis sebaiknya tutup dulu telfonnya."
" Ga aku,."
" Ya bicaralah aku masih mendengarmu."
" Aku, huhuhu."
" Astaga Cantika kalau kamu hanya menangis begitu bagaimana aku bisa tau masalahmu."
Aku menggaruk gusar kepalaku yang tidak gatal, sungguh aku frustasi mendengar tangis pilunya. Sementara aku sendiri tidak tau masalah apa yang sedang dihadapinya.
" Tutup dulu saja telfonenya ya, nanti kalau kamu sudah lebih tenang kita bisa bicara lagi. Bagaimana?"
" Temani aku Ga, aku hhuuu."
Aku benar-benar bingung tidak tau lagi harus melakukan apa. Akhirnya aku memilih untuk diam tapi tetap membiarkan hanfone menyala
" ***Cantika ada apa denganmu? , taukah kamu tangismu melukai hatiku. Aku melepasmu untuknya karna aku tau posisiku, tapi jika itu hanya untuk melihatmu terluka aku tak sanggup lagi. Katakan padaku aku harus bagaimana sekarang?."
°°°°°
TBC genk's
wkwkkwk..cinta itu rumit ya, sudah tau sakit tapi masih mau melukai
Sudah tau sayang tapi masih saja mendustakan hati .Kesempatan kedua hanya akan datang bagi mereka yang benar-benar bisa bersabar dan layak untuk diperjuangkan 🤭😜
so...bagaimana dengan cinta kalian ?
Mohon dukungannya
°like komen rate ☆ 5 & favorite
°vote juga jika berkenan
° Terimakasih dan love you all 🤗***
__ADS_1