
" AL jangan ganggu dulu, biarkan aku menyelesaikan ini dulu."
Untuk kesekian kalinya aku mengomel karna ulah usil AL, sejak kepulangan Kak Andra, Dia terus saja mengekor dan menggangguku.
" Kangen Yank, dua hari tidak bisa bermanja begini"
" Siapa suruh ngambek, apa untungnya coba?"
" Huuf gak ada untungnya Yank, tersiksa baru bener."
" Lebay"
Ejekku sambil berlalu menuju ruang depan membawa setoples keripik kentang yang kemarin aku beli sepulang kerja. Biasanya kalau pulang atau pergi bareng AL, aku tidak akan mempunyai kesempatan untuk sekedar mampir berbelanja.
" Yank, dua hari ini kita jauh apa kamu tidak rindu?"
" Emh, rindu tidak ya? kayaknya sih tidak kenapa?"
" Kamu ya ."
" ehm, ampun AL. am, ehmm,,."
°°°°°°
Huuf, sudah berakhir semua. Cintaku tidak akan pernah bisa aku gapai lagi, senyum dan cinta itu nampak jelas aku lihat sinarnya di kedua mata gadis kecilku. Akan tetapi sinar cinta itu bukanlah untukku.
Sekarang aku mengerti mengapa banyak orang yang memilih untuk hidup dalam angan dan mimpi, ternyata kehidupan di kedua negri itu sungguh sangat indah dan akan hadir sesuai imajinasi kita tanpa cacat dan tanpa cela.
Mencintai dalam angan dan diam indah dinikmati sendiri, segalanya pun sendiri termasuk perihnya. Andai aku bisa memutar waktu kembali ke masa itu, mungkin aku tidak akan terjebak dalam arus cinta buta yang menyiksa jiwaku.
Kosong, hanya kekosogan yang aku rasakan dalam diriku. Tak ada semangat sedikitpun tapi aku tidak boleh terjatuh, sakitku adalah bahagia untuknya dan aku bisa berbangga diri untuk itu.
Gadis kecil, melihatmu tersenyum bahagia membuatku juga merasakan bahagia akan tetapi tidak bisa aku pungkiri rasa sakit yang datang beriringan mengisi tawa jiwaku,
Aku harus mengubur angan dan impian tentang cintaku padamu walau aku tak mau, setidaknya untuk saat ini. Aku akan mencoba menerima Lidya untuk menggantikan posisimu direlung jiwaku.
Semoga semua senyum bahagiamu tetap bisa aku lihat sepanjang waktu, aku tau kalian saling mencintai dan aku tidak mempunyai kuasa untuk mengganggu hubungan kalian
Selamat tinggal cinta, selamat berbahagia gadis kecil kesayanganku.
°°°°°°
" Ga, maaf ya aku harus mengganggu kamu lagi dengan masalahku."
__ADS_1
" Sudahlah, sekarang ceritakan apa yang terjadi hingga kamu bisa menangis seperti tadi?."
" Emh aku bertengkar Ga, aku menegurnya karna Dia membawa pulang cewek selingkuhannya ke apartemen. Memang tidak menginap akan tetapi aku tidak mau ada orang lain yang melihat atau bahkan salah satu dari keluargaku dan keluarganya."
" Stop dulu Can, ada sesuatu yang belum aku fahami dari ceritamu. Kamu bilang Rio membawa pulang cewek keapartemen? maksudnya apartement kalian? kalian tinggal bersama?"
" Iya Ga, apartement kami. Sudah hampir satu bulan ini kami tinggal disana, kami memang tinggal dalam satu atap namun kamar yang berbeda Ga."
" Rio masih sama seperti yang dulu, kami hanya berakting mesra saat dihadapan orang lain dan keluarga. Tapi saat di apartement kami akan menjadi orang asing dan mengerjakan segala sesuatu sendiri-sendiri."
Aku tau Cantika mencoba menjelaskan semua secara detail dan terperinci, akan tetapi dalam otakku masih saja ada perasaan yang kurang pas dan mengganjal. TABU satu kata yang terlintas dalam benakku
Tapi aku bisa apa untuk itu? aku bukan siapa-siapa bagi mereka hanya sebagai mantan dan sekarang menjadi teman curhanya saja. Aku tau posisikupun salah saat ini, menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka, walau aku tau semua murni hanya sebagai teman curhat akan tetapi tidak dengan orang lain yang melihat dan menilai. Meraka akan menilainya buruk dan pasti akan menyangkutkan dengan statusku dan Cantika sebelumnya.
°°°°°
" Vin ayah ada perlu sedikit? kalau ada waktu senggang kamu kesini ya."
" Baik ayah nanti siang Vin akan ke rumah Ayah."
Huff ada apa lagi ini kenapa Ayah memintaku untuk datang, padahal dua hari lagi adalah hari pernikahan ku.
°°°°
" Yank, kita jalan-jalan yuk?"
" Jalan saja Yank, nanti kalau lewat tempat yang menarik tinggal mampir."
" Ais kalau tidak ada tujuan pasti mending tidak usah saja, selain menghemat waktu juga menghemat bahan bakar. Jangan boros!."
" Astaga bu boss sampai begitunya kalau ngitung."
Siang ini AL masih bertahan di kostku, masih seputar teras dan ruang tengah saja yang kami singgahi karna kami masih menjunjung etika. Pintupun sengaja kami biarkan terbuka lebar untuk mengurangi curiga dan prasangka tetangga. Kecuali tadi saat aku membereskan bekas sarapan Dia datang membantu tepatnya membantu menjahiliku.
" Bosan Yank, kita cari makan aja gimana?"
" Boleh tapi aku belum lapar, cari camilan saja gimana?.
AL mengangguk semangat, aku tau Dia sebenarnya bosan.
°°°°°
" Vin, ayah ada satu informasi dan ini sangat penting. Ayah tau ini mungkin agak terlambat akan tetapi dari pada benar-benar terlambat mending Ayah katakan sekarang. Untuk kelanjutannya Ayah serahkan sama pilihan kamu sendiri nanti."
__ADS_1
" Sepertinya penting sekali Ayah, apa ada masalah dengan perusahaan atau tentang AL dan Rio?"
" Kamu ini selalu saja mikirin perusahaan dan adik-adikmu Vin, kapan kamu memikirkan diri sendiri?."
" Kan Vin baik-baik saja Ayah, jadi tidak ada yang difikirkan lagi."
" Ayah mau nanya sama kamu, keputusanmu menikah ini apakah sudah kamubpikirkan matang-matang?"
" Kenapa ayah ada sesuatu kah? atau ayah mau Vin menundah dulu?"
" Bukan begitu, Ayah pengen tau hubungn kamu pada Lidya sebenarnya sudah sejauh mana? hingga kamu memutuskan untuk mempercepat menikah?"
Pak Rahma menghela nafas sejenak sambil menatap anak tertuanya. Walaupun hanya anak angkat Pak Rahmah tidak pernah membedakan mereka semua.
Apalagi selama ini Viandra sangat memperhatikan keluarganya terutama AL, Pak Rahmah tau Viandra sangat menyayangi AL.
" Vin ayah punya kabar yang kurang mengenakkan, tapi kamu harus tau masalah ini, tentang Lidya wanita yang akan menjadi istrimu dua hari lagi."
" Ayah belakangan mencari tau tentang Dia, mungkin memang sedikit terlambat, Ayah menemukan fakta yang membuat ayah sendiri terkejut. Lidya bukan anak kandung Om Tyo, Tyo mengadopsinya sejak kecil. Tapi bukan itu masalah sebenarnya. Om Tyo mempunyai rencana buruk terhadap keluarga kita dengan menggunakan Lidya."
" Vin sudah tau soal itu Ayah."
" Apa jadi kamu sudah tau, huuf pantas saja dari tadi kamu tidak nampak terkejut, lalu kenapa tidak ngasih tau Ayah?"
" Vin tidak mau menambah beban pikiran Ayah, bukan hanya Vin yang tau masalah ini tapi AL juga."
" Lo, AL juga tau. Kalian ini ya benar-benar kelewatan."
" Kami menyelidikinya Ayah, maaf jika kami tidak memberitahukan ini kepada Ayah. Tapi percayalah tidak ada niat jelek dari kami."
" Sudahlah tidak apa-apa, sekarang bagaimana? apa keputusan yang kamu ambil Vin?"
" Vin akan tetap melanjutkan nya Ayah, Vin tau Lidya sebenarnya baik. Dia menjadi begitu karna mengikuti perintah Ayahnya. Vin akan berusaha membawanya kembali kejalan yang benar nantinya Ayah."
" Apa kamu sudah yakin Vin, jalan kamu ini akan sulit kedepannya."
" Yakin Ayah, Vin akan.."
***TBC Genk's
Vin makan dulu ya terus bobok wkwwkk
Mohon dukungannya
__ADS_1
°like komen rate ☆ 5 & favorite
° Terima kasih dan love you all***