
Kisah Viandra
Kring..
" Assalamualaikum Aa Vin."
" Wa'alaikumsalam ."
" Aa, satu minggu lagi AL pulang. Rasanya sudah gak sabar pengen cepet minggu depan Aa."
" Kau ini, selalu saja keburu-buru AL. Bersabarlah sebentar lagi."
Aku berkata seolah-olah sangat mengharapkan AL segera pulang sekaligus menenangkannya walau sebenarnya aku ingin AL lebih lama lagi disana. Egois memang tapi aku juga butuh waktu untuk menyakinkan hatiku bahwa gadis kecilku harus pergi menjauh dariku.
" Dia baik-baik saja kan Aa?."
" Tentu saja, kau sudah tak sabar karna terus memikirkannya AL ! apa nanti setelah kembali kau akan langsung menemuinya?." Aku bertanya dengan was-was dan jawabannya meluruhkan semua harapanku.
" Tentu Aa, aku akan memperjuangkannya. Sudah lama Aa, sudah lama aku menantikan saat ini. Saat dimana dia sendiri."
" Kamu sudah yakin dengan pilihanmu AL?"
" Sangat yakin Aa." AL menjawab dengan berapi-api
Semua jawabannya membuatku harus benar-benar rela mengubur semua rasa untuk gadis kecil kesayangan.
°°°°°
Satu minggu berlalu,
" Aa, aku ingin melihatnya."
" Astaga AL, kau baru sampai. Apa tidak sebaiknya istirahat dulu?"
" Ayolah Aa, hanya sebentar saja."
Aku menghembuskan nafas berat, hari pertama AL menginjakkan kaki dia sudah sangat menggebu ingin melihat gadis kecil. Taukah kau AL semangatmu melukai hati Aa.
" Aa, aku tidak bisa menemuinya langsung. Aku akan melakukan beberapa cara untuk mendekatinya, bagaimana menurut Aa?"
" Lakukan apapun yang terbaik AL, Aa hanya bisa mendukungmu."
" Berikan nomer handfone nya Aa."
Aku hanya menyerahkan handfone ku membiarkan AL mencari sendiri yang dia mau. Sementara aku sibuk melawan perang batin yang bergejolak dalam hatiku.
Setelah beberapa waktu melihat interaksi mereka berlanjut, aku memutuskan untuk benar-benar menjauh. Dan malam itu aku memberi jawaban pada ayah tentang tawarannya untuk mencoba menjalin hubungan dengan Lidya.
Saat aku datang mengenalkan Lidya sebagai kekasihku, dapat aku lihat keterkejutan dan senyum yang terpaksa dibibirnya. Wajah yang sebelumnya ceria perlahan berubah mendung. Apakah rasa itu juga ada dihatimu gadis kecil .
" Sayang, kenalkan ini adik yang sering aku ceritakan padamu, yang bawel dan cerewet." Aku mencoba mengakrabkan Lidya dengan gadis kecilku.
Ingin melihat mereka akrab seperti yang lain, karna itu akan memudahkanku untuk mengawasi mereka berdua sekaligus, tapi ternyata perasaan yang aku coba sembunyikan terbaca oleh Lidya hingga menimbulkan beberapa kali pertengkaran.
"Harus segera diakhiri, huff jalan mana yang harus aku pilih."
Viandra menghela nafas, batinnya kembali kacau mengingat saat-saat yang telah lalu tapi meninggalkan bekas yang sulit untuk dihapus dan dihilangkan.
__ADS_1
°°°°°°°
" Yank, beneran tidak apa-apa? aku belum mampu menceritakan semuanya padamu. Kamu gak kecewa kan yank?." Genggaman erat tangan AL menunjukkan kekhawatirannya yang jelas terpampang dimata hitamnya
" Tentu saja aku kecewa" Kulirik AL, sekali lagi kulihat dia menarik nafas dalam
" Tapi aku akan sabar menunggu waktu itu tiba, waktu dimana hanya akulah tempat kamu bercerita"
" Aku akan segera melamarmu kalau begitu" Ucapnya antusias
" Eh, kenapa jadi kesana sih"
" Bukannya itu kode ya Yank?"
" Kode? kode apaan sih?" Otak cerdasku yang biasanya selalu bisa berfikir cepat tiba-tiba berhenti berfikir
" Untuk menjadi satu-satunya orang yang tau segala hal tentangku, kelemahanku, kegundahanku, masalah dan juga semua yang menyangkut pribadiku itu hanya satu orang yang bisa menempati nya. Yaitu istriku."
" Tapi bukan itu maksudku, kamu bisa bercerita sebagai teman misalnya."
" Jadi kamu menolakku yank?"
" Maksudku,," Astaga kenapa dengan lidahku, sulit sekali mau berucap
" Aku tidak mau tau, pernyataan yang awal tadi aku ambil sebagi jawaban darimu".
" Ha, mana boleh begitu? egois itu namanya" Protesku
" Boleh, jika itu berlaku hanya untukmu. Dan hanya aku yang punya kesempatan itu."
" Aku punya cara untuk memaksamu sayankku."
" Tetap saj,,ehmm".
Aku memukul-mukul punggung AL, saat nafasku sudah terasa sangat susah.
" Kau ini, mau bikin aku pingsan karna gak bisa nafas".
" Jangan cerewet makanya, aku akan melakukan banyak hal untuk memenangkanmu sekarang". Ucapnya sambil membelai pipiku dengan sayang
" Dasar pemaksa" Gerutuku, AL hanya tergelak menanggapi ocehanku
Huu, taukah kau AL perbuatanmu membuat ku jantungan. Kenekatanmu semakin membuat aku takut untuk bermimpi terlalu jauh.
" Kita pulang, atau mau mampir kerumah ibu dulu Yank?"
" Ibu?"
" Iya ibu, untuk melamarmu sekalian seperti pintamu tadi".
" AL, apaan sih".
" Haaa, aku suka kamu yang begini Yank. Saat merajuk kau sangat menggemaskan" AL memelukku " I love you " Bisiknya ditelinga ku .
" Keluargaku sudah pindah AL, tidak disini lagi."
" Aku tau sayank, tadi aku hanya menggodamu saja. Kita pulang sekarang."
__ADS_1
The jawatan aku janji akan kembali lagi nanti, aku belum menikmati indahnya pemandangan Banyuwangi dari ketinggian melalui flying fox atau keliling menaiki ATV atau dokar, belum memancing atau mencoba wahana pemacu andrenalin arung jeram. Tunggu aku kembali
°°°°
Pov AL
Melihatnya tersenyum sepanjang hari ini membuat ku bahagia, aku ingin senyum itu selalu ada. Aku mengetahui semua kisahmu hanya melalui cerita dan laporan tapi, itu sudah cukup membuat ku miris.
Yank, aku janji akan selalu menghadirkan senyuman itu dibibirmu, jangan menangis lagi ada aku disini.
Aku akan selalu ada untukmu, menjadi sandaran disetiap waktumu.
Maaf aku belum bisa jujur tentang masa lalu ku, masa lalu keluargaku dan tentang Aa Vin. Bersabarlah Yank, kalau sudah waktunya nanti aku sendiri yang akan memberitahumu.
°°°°
" AL, boleh mampir sebentar"
AL menoleh mengikuti arah telunjukku, dia tersenyum dan mengangguk. Berjalan beriringan tangan kami tak terlepas sedetikpun. Bahagia? jangan ditanya sungguh aku bahagia setidaknya untuk hari ini.
" Mau makan disini atau di mobil?"
" Di mobil boleh?"
" Cup besar ya mbak, coklat, mocha dan alpukat kasih toping coklat juga ya" Ucapnya kepada mbak penjaga kedai
" Kok cup besar, kan yang kecil juga cukup."
" Aku juga mau, tapi gak mungkin pegang sendiri kan? gimana mengemudinya terus"
" Alesan, bilang aja modus " Al menghardik bahu sambil tersenyum hangat.
" Ada lagi?" Aku menggeleng, satu cup besar es krim sudah cukup.
" Kamu tau kesukaanku pasti Kak Andra yang kasih tau ya?"
" Hemm, aku tau semuanya. Kebiasaanmu dari bangun tidur sampai pulang kerja".
" Dasar penguntit, gak ada kerjaan apa"
" Tentu ada". (Mencintai dan menjaga agar kau selalu tersenyum yank, aku akan melakukan segala cara untuk itu")
" Mau?"
Aku menyodorkan sendok berisi es krim ke mulutnya, sebelum dia mulai jahil menggodaku lagi.
AL terima kasih, aku sungguh bahagia hari ini..
°°°°°***
TBC guy's
Mohon dukungan
° like , komen , rate dan favorit ya
° terimakasih & love you all
__ADS_1